Sebanyak 39.300 Murid Daftar OPSI 2026, Kemendikdasmen Perkuat Budaya Riset

Tim Redaksi

- Redaksi

Minggu, 27 September 2026 - 06:20 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Tangerang–Gelaran Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2026 menjadi ruang bagi talenta muda Indonesia untuk meneliti, berinovasi, sekaligus membangun karakter. Tema OPSI tahun ini adalah Muda Berinovasi, Indonesia Berprestasi.

OPSI merupakan salah satu ajang strategis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) dalam pembinaan dan pengembangan talenta murid di bidang riset dan inovasi. Minat murid terhadap riset juga menunjukkan pertumbuhan. Pada 2026, jumlah pendaftar OPSI mencapai 39.300 murid, dibandingkan 26.723 murid pada 2025.

Pada tingkat nasional, OPSI 2026 diikuti 125 tim finalis atau 250 murid yang berasal dari 24 provinsi dan Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) di Malaysia. Finalis terdiri atas 60 tim jenjang SMP/MTs/Sederajat dan 65 tim jenjang SMA/MA/SMK/MAK/Sederajat yang berkompetisi dalam berbagai bidang penelitian.

Baca Juga:  Dompet Dhuafa Distribusikan 27 Ribu Hewan Kurban di 28 Provinsi di Indonesia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti mengatakan, pembinaan talenta riset perlu berlanjut setelah kompetisi berakhir. Pemerintah menyiapkan berbagai dukungan, mulai dari uang pembinaan dan bantuan bagi satuan pendidikan, pengembangan kompetensi melalui Bina Talenta Indonesia, Beasiswa Talenta Indonesia untuk jenjang sarjana di dalam maupun luar negeri, hingga peluang mengikuti jalur prestasi masuk perguruan tinggi.

Para pemenang akan memperoleh kesempatan mengikuti seleksi Beasiswa Talenta Indonesia dari Kemendikdasmen melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) yang bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Beasiswa ini dirancang khusus untuk memberikan pendanaan pendidikan jenjang Sarjana (S1) atau Sarjana Terapan (D4), baik di perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri. Selain itu, memperoleh kesempatan masuk ke perguruan tinggi melalui jalur SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi) dan jalur prestasi yang diadakan mandiri oleh masing-masing perguruan tinggi sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga:  KSTI 2026 Dukung Penguatan Riset untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi

“Medali bukan akhir perjalanan. Prestasi hari ini adalah pintu masuk menuju kesempatan berikutnya untuk belajar lebih jauh, mengembangkan talenta, memperoleh pengalaman baru, dan berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi. Bagi sebagian talenta, ini juga menjadi kesempatan membawa nama Indonesia ke panggung internasional,” ujar Mendikdasmen saat membuka OPSI di Tangerang Selatan, dilansir situs Kemendikdasmen, Jumat (25/9).

Kepada seluruh peserta OPSI, Mendikdasmen berpesan agar menjadikan pengalaman penelitian sebagai bagian dari proses membangun karakter. “Jadikan OPSI bukan hanya sebagai kesempatan untuk meraih prestasi, tetapi juga sebagai ruang untuk membangun karakter. Karakter adalah fondasi dari setiap prestasi,” tutur Abdul Mu’ti.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menyampaikan, “OPSI memberi ruang kepada murid untuk mengembangkan rasa ingin tahu, berpikir kritis dan sistematis, menganalisis persoalan berdasarkan data, membangun gagasan, serta menghasilkan karya dan solusi yang kreatif, inovatif, dan bermanfaat bagi kehidupan.”

Baca Juga:  Hari Kebangkitan Nasional 2026, Bupati Bogor Ajak Warga Bijak Gunakan Media Sosial

Seluruh rangkaian kegiatan OPSI 2026 meliputi sosialisasi, pameran hasil karya, presentasi dan wawancara, serta Research Idea Challenge. Para finalis juga memperoleh pengembangan talenta di bidang kepemimpinan melalui penguatan enam kompetensi, yaitu Critical Thinking, Communication, Collaboration, Character, Creativity, dan Citizenship.

Sebagai dukungan akan praktik penelitian, Kemendikdasmen juga mengembangkan pembinaan talenta melalui kerja sama Kemendikdasmen dengan BRIN dalam penyelenggaraan/pembinaan OPSI. Antara lain yaitu penguatan metodologi penelitian, pemahaman dasar penelitian sesuai kaidah ilmiah, serta klirens etik penelitian melalui pembelajaran daring.

Editor : Fathurroji

Berita Terkait

Akademisi UGM Satyawan Pudyatmoko, Diangkat Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut
Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Saluran Pembayaran Gaji PNS dan Pensiunan
Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian
Kemanag Buka Pengajuan Bantuan Masjid dan Mushola, Ini Syarat dan Jadwalnya
Mendikdasmen Tekankan Peran Pengawas Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan
Kemendikdasmen Susun Skema Siswa Tak Otomatis Naik Kelas, Ini Respons Kemenag
Transformasi Desa: Mengubah Posisi Desa dari Obyek Menjadi Subyek Pembangunan
Kemenag dan Al-Azhar Mesir Sepakati Skema Gelar Ganda

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Akademisi UGM Satyawan Pudyatmoko, Diangkat Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Saluran Pembayaran Gaji PNS dan Pensiunan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Kemanag Buka Pengajuan Bantuan Masjid dan Mushola, Ini Syarat dan Jadwalnya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Mendikdasmen Tekankan Peran Pengawas Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan

Berita Terbaru

Pendidikan

Pemkot Bogor akan Pindahkan Sekolah Rakyat di Kawasan Rancamaya

Minggu, 18 Okt 2026 - 17:49 WIB

Pemerintah

Guru PAUD Kota Bogor dapat Kesejahteraan dan Beasiswa Pendidikan

Sabtu, 17 Okt 2026 - 17:36 WIB