Rici Tri Harpin Pranata, Kuliah Jualan Risol Donat, Kini Jadi Dosen IPB University

Irwan Maulana

- Redaksi

Selasa, 22 September 2026 - 21:19 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor– Tidak semua perjalanan menuju dunia akademik dimulai dari lingkungan yang dekat dengan kampus. Perjalanan Rici Tri Harpin Pranata justru berawal dari kehidupan yang sederhana di Jawa Timur.

Sejak kecil, ia akrab dengan sawah, hutan, dan kehidupan keluarga yang menjalankan aktivitas perdagangan. Sang kakek adalah petani, sementara orangtuanya berdagang. Dua lingkungan tersebut kemudian memberikan warna berbeda dalam pembentukan dirinya: satu mengajarkan kedekatan dengan kehidupan pertanian, sementara yang lain memperkenalkannya pada semangat kewirausahaan.

Baca Juga:  Aliyah Sakinah: Anak Tambal Ban, Alumni UQI yang Tembus Kampus Eropa

Dari Trenggalek, Rici kemudian melanjutkan pendidikan SMP dan SMA di Tulungagung. Setelah itu, perjalanan pendidikannya membawanya ke Bogor untuk menempuh pendidikan di IPB pada bidang Komunikasi dan Pembangunan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perjalanan tersebut akhirnya membawanya ke dunia organisasi mahasiswa, kewirausahaan, pekerjaan di lingkungan IPB, hingga menjadi dosen.

Namun, jika seluruh perjalanan itu ditarik ke belakang, ada satu prinsip sederhana yang terus muncul: menjadi manusia yang bermanfaat. “Nasihat orangtua saya yang saya pegang dari orang tua, bermanfaat walau sekecil apa pun, kepada siapapun, kapanpun, dan dimanapun,” katanya.

Dari Sawah dan Hutan, Ia Belajar Melihat Kehidupan

Masa kecil Rici berlangsung jauh dari suasana perkotaan. Ia tumbuh di Trenggalek dan kemudian menjalani masa SMP dan SMA di Tulungagung, lingkungan yang menurutnya dikelilingi gunung dan berada tidak jauh dari pantai.

Baca Juga:  Berpakaian Adat Jawa, Ainul Yaqin Raih IPK 3,80 di Universitas Muhammadiyah Indonesia

Kehidupan tersebut membuat pertanian bukan sesuatu yang asing baginya. Sang kakek kerap mengajaknya ke sawah dan hutan.

“Kakek saya itu petani, kalau orangtua saya itu niaga, jadi gen niaga itu dari orangtua, kalau darah tani itu dari kakek,” kata Rici.

Kalimat tersebut menggambarkan dua pengaruh yang kemudian ikut membentuk dirinya.

Dari kakeknya, ia melihat bagaimana kehidupan pertanian berjalan. Dari orangtuanya, ia mengenal aktivitas niaga. Dua pengalaman tersebut kelak muncul kembali ketika ia menjalani kehidupan sebagai mahasiswa.

Perjalanan dari desa menuju Bogor juga tidak dipandangnya sekadar sebagai perpindahan tempat. Bagi Rici, berpindah dari satu lingkungan ke lingkungan lain merupakan bagian dari pengalaman yang memperluas cara pandang.

Baca Juga:  Ujang Koswara, Belajar Panel Surya di YouTube, Kini Terangi 102 Rumah di Indramayu

Ia kemudian menemukan bahwa pendidikan bukan hanya tentang berpindah dari satu jenjang sekolah ke jenjang berikutnya. Setiap lingkungan yang ditemui dapat memberikan pelajaran baru.

Pramuka dan Organisasi Menjadi Sekolah Kepemimpinan

Ketika masih sekolah, Rici sudah menunjukkan ketertarikan pada kegiatan organisasi. Pramuka menjadi salah satu aktivitas yang paling dekat dengannya. Ia mengikuti kegiatan kepramukaan sejak SD hingga SMA. Selain itu, ia aktif di MPK, Patroli Keamanan Sekolah, takmir, serta berbagai kegiatan dan perlombaan.

Keterlibatan tersebut membuat kepemimpinan menjadi pengalaman yang dijalani secara langsung, bukan sekadar konsep.

Ia beberapa kali dipercaya menjadi ketua kelas dan memimpin kegiatan sekolah. Dalam organisasi, ia belajar mengkoordinasikan kegiatan, berinteraksi dengan orang lain, sekaligus mengambil tanggung jawab.

“Saya dari kecil itu suka sekali pramuka, bahkan ibaratnya kalau dirobek, darah saya ini darah pramuka Pramuka,” ujarnya sambil bercanda.

Kebiasaan berorganisasi itu kemudian terbawa ketika Rici masuk IPB. Di kampus, ia aktif dalam BEM sejak semester pertama hingga semester delapan. Ia juga bergabung dalam kegiatan Karya Ilmiah serta mengikuti berbagai perlombaan dan kegiatan lain, termasuk duta lingkungan.

Editor : Fathurroji

Berita Terkait

Ria Rahma Rahayu, Juara Favorit Duta Baca Kabupaten Bogor Lewat Dongeng Nusantara
Tiga Wakil Presiden RI Lulusan Luar Negeri dan Kontribusinya Bagi Bangsa
Rimbawati, Dosen UMSU Hadirkan Energi Terbarukan dari Motor Bekas hingga Kotoran Sapi
Tembus 364 Peserta, Zahra Mahasiswi UIB Raih Best Influencer Duta Lingkungan Jabar 2026
Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Jabar Sakola
Bangkit darj Kegagalan, Mahasiswi UIB Raih Top 6 Duta Baca Kabupaten Bogor 2026
Mengenal Lebih Dekat Sosok Ustadz Syam, Guru Besar Filsafat UNIDA Gontor
Aziz Awaludin Alumni Pesantren UQI Raih Dr. Carolyn Kelley Dissertation Award dari UW-Madison

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Tiga Wakil Presiden RI Lulusan Luar Negeri dan Kontribusinya Bagi Bangsa

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Rimbawati, Dosen UMSU Hadirkan Energi Terbarukan dari Motor Bekas hingga Kotoran Sapi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Tembus 364 Peserta, Zahra Mahasiswi UIB Raih Best Influencer Duta Lingkungan Jabar 2026

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Jabar Sakola

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Bangkit darj Kegagalan, Mahasiswi UIB Raih Top 6 Duta Baca Kabupaten Bogor 2026

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB