Binanews.id | Jakarta – Presiden Prabowo Subianto melantik Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko, S.Hut., M.Sc., sebagai Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BP-GMN) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Satyawan sebelumnya menjabat sebagai Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) di Kementerian Kehutanan. Ia akan bertugas memperkuat perlindungan dan pemulihan ekosistem gambut serta mangrove di Indonesia.
Usai pelantikan, Satyawan mengatakan BP-GMN akan memprioritaskan pemetaan kawasan gambut kritis dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama saat musim kemarau ekstrem.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita harapkan ada penurunan secara gradual, yang sebelumnya terbakar berulang tidak lagi terbakar,” ujarnya, dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Menurutnya, salah satu penyebab utama kebakaran gambut adalah perubahan kondisi lahan dari basah menjadi kering akibat kanal yang mengalirkan air keluar dari kawasan gambut.
Karena itu, BP-GMN akan memetakan kanal dan membangun sekat kanal untuk menjaga kelembapan gambut serta mengurangi risiko kebakaran.
Selain pemulihan gambut, lembaga tersebut juga akan memperkuat perlindungan mangrove dan menekan deforestasi. Upaya ini akan melibatkan polisi hutan serta masyarakat melalui patroli, penyuluhan, dan pendampingan.
Satyawan menegaskan, pengelolaan gambut harus tetap memperhatikan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan komoditas yang ramah terhadap ekosistem.
“Jadi jangan sampai pengelolaan gambut mematikan ekonomi masyarakat,” tegasnya.
BP-GMN Berada Langsung di Bawah Presiden
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni sebelumnya menjelaskan bahwa BP-GMN merupakan lembaga baru yang dibentuk untuk memperkuat tata kelola gambut dan mangrove secara terpadu dan berkelanjutan.
Berbeda dengan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) sebelumnya, BP-GMN berada langsung di bawah Presiden dan akan menjalankan program hingga tingkat desa.
Satyawan sendiri merupakan akademisi UGM yang meraih gelar doktor di Georg-August-Universität Göttingen, Jerman, pada 2005. Ia juga pernah menjabat Dekan Fakultas Kehutanan UGM sebelum dipercaya menjadi Dirjen KSDAE pada 2023.









