Binanews.id | Bogor--Kemampuan motorik halus anak berkebutuhan khusus (ABK), terutama yang memiliki disabilitas fisik, masih membutuhkan perhatian dari berbagai pihak. Upaya pengembangan kemampuan tersebut tidak hanya melibatkan orang tua dan lembaga pendidikan, tetapi juga membutuhkan dukungan akademisi melalui penelitian dan pengembangan metode yang sesuai dengan kebutuhan anak.
Salah satu akademisi yang memberikan perhatian terhadap pengembangan kemampuan motorik halus ABK adalah Dr. Faisal Rachmat, S.Psi., M.A., dari Program Studi Bimbingan Konseling Pendidikan Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Islam Bogor Ummul Qura Al-Islami.
Dalam penelitiannya, Dr. Faisal Rachmat mengenalkan media maze sebagai salah satu pengembangan media konseling bagi anak berkebutuhan khusus. Media tersebut dikembangkan untuk membantu meningkatkan kemampuan motorik halus, khususnya pada ABK dengan disabilitas fisik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengembangan media maze tidak terlepas dari hasil penelitian para ahli sebelumnya yang kemudian dimodifikasi dan dikembangkan lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan anak berkebutuhan khusus.
Media konseling ABK tersebut memiliki sejumlah fungsi, di antaranya membantu menstimulasi daya ingat, meningkatkan konsentrasi belajar, melatih kelenturan jari-jemari, membantu kestabilan emosi, melatih kemampuan menggenggam dan memegang benda, serta meningkatkan koordinasi antara mata dan tangan.
Penelitian tersebut melibatkan 40 anak berkebutuhan khusus dengan berbagai tingkat disabilitas fisik. Pelaksanaan penelitian turut didampingi oleh orang tua, pengurus PKBM Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Cabang Bogor Tengah, serta pekerja sosial dari Balai Kesejahteraan Sosial.
Pendampingan tersebut dilakukan untuk membantu anak-anak yang masih mengalami keterbatasan dalam kemampuan gerak motorik. Para orang tua dan PPDI Cabang Bogor Tengah berharap pengembangan media konseling tersebut dapat membantu meningkatkan kemampuan motorik halus anak berkebutuhan khusus, baik dalam jangka pendek maupun sebagai bagian dari proses pembelajaran mereka ke depan.
Di sisi lain, penelitian ini juga memberikan manfaat bagi PKBM PPDI Cabang Bogor Tengah, terutama sebagai bagian dari upaya memperkuat kompetensi khusus dalam kurikulum pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus.
Kegiatan penelitian turut difasilitasi oleh Kepala Balai Besar Kesejahteraan Sosial, Zuhdi, M.Si., sebagai bagian dari dukungan agar penelitian dapat memperoleh hasil yang optimal dan memberikan manfaat bagi orang tua serta anak berkebutuhan khusus yang mengikuti pendidikan di PKBM PPDI Cabang Bogor Tengah.
Dalam pelaksanaannya, peneliti menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) atau penelitian dan pengembangan media. Desain penelitian menggunakan model Kemmis dan Taggart, yang mencakup tahapan pengondisian, observasi, tindakan, dan refleksi. Sementara itu, analisis data dilakukan menggunakan pendekatan triangulasi (mix analysis).
Dr. Faisal Rachmat berharap hasil penelitian dan pengembangan media konseling bagi anak berkebutuhan khusus tersebut dapat menjadi salah satu alternatif dalam membantu pengembangan dan peningkatan kemampuan motorik halus ABK.
Selain dapat diterapkan di PKBM PPDI Cabang Bogor Tengah, hasil pengembangan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas dan menjadi bahan pengembangan pembelajaran maupun layanan pendampingan bagi anak berkebutuhan khusus di sekolah-sekolah luar biasa negeri di Kabupaten Bogor.[]
Editor : Fathurroji









