Dr. Faisal Rachmat Kembangkan Media Maze Tingkatkan Motorik Anak Berkebutuhan Khusus

Irwan Maulana

- Redaksi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:10 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor--Kemampuan motorik halus anak berkebutuhan khusus (ABK), terutama yang memiliki disabilitas fisik, masih membutuhkan perhatian dari berbagai pihak. Upaya pengembangan kemampuan tersebut tidak hanya melibatkan orang tua dan lembaga pendidikan, tetapi juga membutuhkan dukungan akademisi melalui penelitian dan pengembangan metode yang sesuai dengan kebutuhan anak.

Salah satu akademisi yang memberikan perhatian terhadap pengembangan kemampuan motorik halus ABK adalah Dr. Faisal Rachmat, S.Psi., M.A., dari Program Studi Bimbingan Konseling Pendidikan Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Islam Bogor Ummul Qura Al-Islami.

Dalam penelitiannya, Dr. Faisal Rachmat mengenalkan media maze sebagai salah satu pengembangan media konseling bagi anak berkebutuhan khusus. Media tersebut dikembangkan untuk membantu meningkatkan kemampuan motorik halus, khususnya pada ABK dengan disabilitas fisik.

Baca Juga:  113 Perguruan Tinggi Teken Kerja Sama Pembentukan Sentra Kekayaan Intelektual

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengembangan media maze tidak terlepas dari hasil penelitian para ahli sebelumnya yang kemudian dimodifikasi dan dikembangkan lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan anak berkebutuhan khusus.

Media konseling ABK tersebut memiliki sejumlah fungsi, di antaranya membantu menstimulasi daya ingat, meningkatkan konsentrasi belajar, melatih kelenturan jari-jemari, membantu kestabilan emosi, melatih kemampuan menggenggam dan memegang benda, serta meningkatkan koordinasi antara mata dan tangan.

Penelitian tersebut melibatkan 40 anak berkebutuhan khusus dengan berbagai tingkat disabilitas fisik. Pelaksanaan penelitian turut didampingi oleh orang tua, pengurus PKBM Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Cabang Bogor Tengah, serta pekerja sosial dari Balai Kesejahteraan Sosial.

Pendampingan tersebut dilakukan untuk membantu anak-anak yang masih mengalami keterbatasan dalam kemampuan gerak motorik. Para orang tua dan PPDI Cabang Bogor Tengah berharap pengembangan media konseling tersebut dapat membantu meningkatkan kemampuan motorik halus anak berkebutuhan khusus, baik dalam jangka pendek maupun sebagai bagian dari proses pembelajaran mereka ke depan.

Baca Juga:  Kota Lestari, Satu Siswa Kota Bogor Tanam Benih Pohon

Di sisi lain, penelitian ini juga memberikan manfaat bagi PKBM PPDI Cabang Bogor Tengah, terutama sebagai bagian dari upaya memperkuat kompetensi khusus dalam kurikulum pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus.

Kegiatan penelitian turut difasilitasi oleh Kepala Balai Besar Kesejahteraan Sosial, Zuhdi, M.Si., sebagai bagian dari dukungan agar penelitian dapat memperoleh hasil yang optimal dan memberikan manfaat bagi orang tua serta anak berkebutuhan khusus yang mengikuti pendidikan di PKBM PPDI Cabang Bogor Tengah.

Baca Juga:  Monitoring SPMB 2026 Sekolah Maung di SMAN 1 Bogor

Dalam pelaksanaannya, peneliti menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) atau penelitian dan pengembangan media. Desain penelitian menggunakan model Kemmis dan Taggart, yang mencakup tahapan pengondisian, observasi, tindakan, dan refleksi. Sementara itu, analisis data dilakukan menggunakan pendekatan triangulasi (mix analysis).

Dr. Faisal Rachmat berharap hasil penelitian dan pengembangan media konseling bagi anak berkebutuhan khusus tersebut dapat menjadi salah satu alternatif dalam membantu pengembangan dan peningkatan kemampuan motorik halus ABK.

Selain dapat diterapkan di PKBM PPDI Cabang Bogor Tengah, hasil pengembangan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas dan menjadi bahan pengembangan pembelajaran maupun layanan pendampingan bagi anak berkebutuhan khusus di sekolah-sekolah luar biasa negeri di Kabupaten Bogor.[]

Editor : Fathurroji

Berita Terkait

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi
Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor
Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026
Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin
Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027
Jangan Sepelekan Ijazah SMA, Dokumen Ini Bisa Perluas Peluang Karier
Ditjen Pesantren Gandeng Kemnaker Buka Akses Pelatihan Vokasi bagi Santri
Pentingnya Belajar Bahasa Inggris di Era Digital

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:10 WIB

Dr. Faisal Rachmat Kembangkan Media Maze Tingkatkan Motorik Anak Berkebutuhan Khusus

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027

Berita Terbaru

Pemerintah

Guru PAUD Kota Bogor dapat Kesejahteraan dan Beasiswa Pendidikan

Sabtu, 17 Okt 2026 - 17:36 WIB