Pakar IPB Berikan Cara Mengatasi Stres pada Anak Gen Alpha

Bisyral

- Redaksi

Selasa, 3 November 2026 - 18:29 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Jakarta- Ramai anggapan generasi alpha yang dinilai lebih rentan stres dibanding generasi lain. Pakar IPB memberikan teknik sederhana buat orang tua untuk melatih anak dalam mengatasi stres.

Dr Yulina Eva Riany, Kepala Pusat Kajian Gender dan Anak (PKGA) IPB University, melihat generasi alpha merupakan generasi yang tumbuh dengan kemudahan akses informasi. Dengan begitu, mereka lebih mudah mengetahui istilah psikologis.

“Anak-anak saat ini tumbuh di lingkungan digital dengan akses informasi luas sehingga lebih sering terpapar istilah psikologis melalui media sosial dan pergaulan. Ketika anak mengatakan ‘Aku stres’, respons pertama orang tua sebaiknya adalah mendengarkan dan mencari tahu apa yang sebenarnya dirasakan anak, bukan langsung memberikan penilaian atau nasihat,” jelasnya dalam laman IPB University dikutip Selasa (3/11/2026).

Baca Juga:  Tips Hadapi Tantangan Hidup bagi Generasi Strawberry dan Sandwich

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yulina menilai stres merupakan respons alami ketika seseorang menghadapi tekanan tertentu. Pada anak, tekanan dapat berasal dari tuntutan akademik, jadwal kegiatan yang padat, paparan media digital berlebihan, konflik pertemanan, perundungan, hingga kurangnya komunikasi hangat dalam keluarga.

Baca Juga:  Kasus Daycare Yogyakarta, Cerminan Bahaya Anak Mengintai Sekitar Kita

“Stres perlu diwaspadai apabila berlangsung berkepanjangan dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Tandanya dapat berupa perubahan pola tidur, kehilangan minat bermain, mudah marah, menarik diri, atau keluhan fisik berulang tanpa penyebab medis yang jelas,” ungkapnya.

Yulina menyarankan teknik sederhana ini untuk para orang tua bila anak terlihat stres. Pertama, ajarkan anak mengenali, menamai hingga menerima perasaannya. Kedua, ajarkan anak untuk menarik napas perlahan atau menghitung 1 hingga 10.

Ketiga, bila ada alat bantu untuk menenangkan diri anak bisa diberikan. Seperti squishy. Aktivitas meremas-remas squishy merupakan aktivitas sensorik berulang dapat membantu mereka mengalihkan perhatian dari situasi yang menegangkan.

Baca Juga:  Kenapa Anak Nyaman Bercerita ke Orang Lain Daripada Keluarganya Sendiri?

Anak juga membutuhkan tidur cukup, asupan nutrisi, dan waktu bermain yang seimbang. Orang tua perlu menjadi teladan dalam mengelola emosi dan menyelesaikan konflik secara sehat.

“Setiap anak memiliki respons yang berbeda terhadap tekanan. Karena itu, orang tua perlu lebih peka terhadap perubahan perilaku anak sekaligus menciptakan lingkungan keluarga yang memberikan rasa aman, penerimaan, dan dukungan emosional,” pungkas Yulina.

Berita Terkait

Mengenal Susu Kental Manis, Ini yang Perlu Diperhatikan
Edukasi Siswa SD Cegah Bullying di Lingkungan Sekolah
Lapang Merdeka Sukabumi, Ruang Favorit Warga untuk Berolahraga di Akhir Pekan
Self Booking Layanan Kesehatan: Cara Menghemat Waktu saat Membuat Janji Pemeriksaan
5 Tanda Kamu Membutuhkan Probiotik, Sering Absen Karena Sakit?
Mengenal Penyakit Diabetes, Gejala, Penyebab dan Cara Mencegahnya
Tips Memilih Laptop untuk Kerja dari Rumah agar Produktif dan Hemat Biaya
Downgrade Lifestyle Makin Marak, Pakar Ingatkan Jangan Tunda Medical Check-up

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 18:29 WIB

Pakar IPB Berikan Cara Mengatasi Stres pada Anak Gen Alpha

Selasa, 3 November 2026 - 18:27 WIB

Mengenal Susu Kental Manis, Ini yang Perlu Diperhatikan

Senin, 2 November 2026 - 20:34 WIB

Edukasi Siswa SD Cegah Bullying di Lingkungan Sekolah

Minggu, 1 November 2026 - 20:43 WIB

Lapang Merdeka Sukabumi, Ruang Favorit Warga untuk Berolahraga di Akhir Pekan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Self Booking Layanan Kesehatan: Cara Menghemat Waktu saat Membuat Janji Pemeriksaan

Berita Terbaru

Pendidikan

Menelusuri Sejarah Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Rabu, 4 Nov 2026 - 12:55 WIB