Binanews.id | Bogor– Kebutuhan masyarakat akan pentingnya kesehatan dan kebugaran tubuh merupakan keniscayaan yang mutlak di dapat bagi siapapun. Berbagai jenis merk suplemen dipasaran beredar luas menawarkan tips dan resep tubuh sehat secara alami dalam waktu singkat tanpa mencantumkan efek samping ketergantungan mengkonsumsi suplemen tersebut. Beberapa waktu lalu lembaga Herbalife Asia Pasific melakukan survei terkait kesadaran masyarakat Asia mengkonsumsi suplemen kebugaran untuk kesehatan.
Menurut survei tersebut, hampir 70% responden telah beralih prioritas kesehatannya setelah pandemi dengan lebih fokus pada gaya hidup sehat dan aktif, serta mencapai pendekatan holistik terhadap kesehatan. Responden juga membagikan bahwa meningkatkan kesehatan secara keseluruhan (51%), menjaga kualitas tidur lebih yang baik (46%), dan meningkatkan kekebalan tubuh (46%) adalah tiga tujuan kesehatan utama yang ingin mereka capai, diikuti dengan meningkatkan kebiasaan makan yang sehat (42%) dan kesehatan mental (40%).
Studi terbaru Herbalife menunjukkan layanan kesehatan preventif dianggap penting oleh mayoritas masyarakat Asia Pasifik. Sebanyak 92 persen responden di kawasan tersebut menilai pencegahan berperan besar terhadap kesejahteraan secara menyeluruh. Angka yang sama juga tercatat di Indonesia. Tren ini terlihat dari kebiasaan masyarakat dalam mengonsumsi suplemen, membeli / mengonsumsi suplemen makanan (52%)

Survei terhadap 9.000 konsumen di 11 pasar pada Mei 2025 menemukan hampir 9 dari 10 responden Indonesia, atau 88 persen, rutin mengonsumsi suplemen. Namun, hanya 69 persen yang merasa yakin telah membuat keputusan tepat dalam memilih produk tersebut. (herbalife.com survei april 2023)
Kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan kini semakin tinggi. Banyak orang mulai memilih langkah preventif agar tubuh tetap bugar dan tidak perlu sering berkunjung ke klinik maupun rumah sakit. Salah satu cara yang kian populer adalah konsumsi suplemen kesehatan sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.
Mirisnya, meski konsumsi meningkat, pengetahuan masyarakat soal penggunaan suplemen ternyata belum sepenuhnya memadai. Banyak konsumen belum memahami kandungan bahan, dosis yang dianjurkan, batas aman konsumsi, hingga potensi interaksi dengan obat atau suplemen lain.
Dilansir dari viva.co.id Dr Alex Teo, Director, Research Development and Scientific Affair, Asia Pasific, Herbalife dalam keterangannya “Saat ini, suplemen dipandang sebagai cara untuk mendukung kesehatan secara umum, meningkatkan imunitas, serta membantu individu mencapai tujuan kesehatannya. Tidak jarang dokter, ahli gizi, perusahaan layanan kesehatan, bahkan teman, merekomendasikan penggunaan suplemen,” ujarna, dikutip Kamis 30 April 2026.
Menurut para ahli, menyarankan konsumen perlu lebih aktif mencari informasi bahan baku komposisi setiap jenis suplemen yang akan dikonsumsinya, sementara penyedia suplemen harus menghadirkan label yang jelas dan edukasi yang transparan mengenai cara konsumsi aman agar tidak menimbulkan pemahaman yang samar-samar bagi masyarakat. “Untuk mendorong hasil kesehatan yang lebih baik, penyedia suplemen perlu bekerja sama erat dengan konsumen dalam mendukung tujuan kesehatan mereka.
Perusahaan nutrisi dapat memainkan peran yang lebih besar sebagai pemimpin pemikiran di bidang nutrisi, sementara edukasi kepada konsumen terkait suplemen perlu terus ditingkatkan agar mereka dapat membuat keputusan yang lebih baik. Selain itu peran BPOM menjadi faktor utama tersertifikasinya merk suplemen yang telah lulus uji lab untuk layak edar dan konsumsi oleh masyarakat luas, karena hanya lembaga BPOM yang berhak melakukan uji lab terhadap setiap produk yang dinyatakan lolos edar dan aman untuk dikonsumsi masyarakat. (Ted)









