Binanews.id | Bogor. Googling menjadi aktivitas harian bagi generasi sekarang. Terkhusus Gen Z dan milenial mayoritas lebih tertarik informasi aktual melalui media sosial. Perkembangan teknologi media massa menjadi kebutuhan instan masyarakat zaman sekarang bisa lebih cepat mengakses banyak hal secara digital.
Salah satunya melalui Media sosial berbasis digital, media massa berkembang sekaligus berubah cepat dari konvensional menjadi serba digital atau online.
Fenomena “homeless media”. Saat ini sedang menjadi perbincangan di tengah masyarakat, khususnya kalangan generasi Gen Z dan milenial, apa sebenarnya homeless media?
Homeless media adalah media digital tanpa situs resmi yang menyebarkan konten lewat akun media sosial, tidak terikat institusi, dan beroperasi sepenuhnya di ranah online.Fenomena ini banyak digerakkan generasi muda karena cepat, murah, dan mudah diakses, meski rentan terhadap hoaks serta kurang menerapkan etika dan akurasi jurnalistik.
Peningkatan pengguna media sosial di Indonesia hingga 62,9 persen populasi mendorong pertumbuhan homeless media sebagai sumber informasi populer bagi masyarakat digital.
Secara bahasa, homeless media merupakan media yang tidak memiliki rumah. Dalam jurnal berjudul “Homeless Media and the Transformation of the Local Information Ecosystem in the Digital Era (2024)”, homeless media dijelaskan sebagai karakteristik media yang tidak memiliki “rumah” secara fisik. Artinya, media-media ini berkembang dalam bentuk akun sosial media yang aktif. Istilah lain, homeless media merupakan media digital yang menggunakan sarana media sosial sebagai media utama penyebaran konten. homeless media merupakan ekosistem penyebaran informasi yang tidak terikat pada lembaga media, dan tidak ada situs resminya.
Profesor Rhenald Kasali, peneliti sosial Universitas Indonesia, mengatakan bahwa homeless media banyak di gagas oleh usia muda. Homeless media selalu mengambil berita yang bisa menyajikan emosi, tetapi rentan menyampaikan hoaks. (laman resmi dewan pers).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Homeless media ldentik dengan kecepatan menyebarkan informasi yang mudah dipahami masyarakat. Pemanfaatan media sosial oleh masyarakat bisa menekan biaya dan dinilai cepat menyebarkan isu-isu hangat di ruang publik. Namun, homeless media masih lemah akan etika dan validasi sumber berita. Dampaknya informasi yang mungkin kurang akurat sumbernya bisa menimbulkan berita hoaks, faktornya bisa karena masih lemah menerapkan kaidah jurnalistik, serta tidak ada perlindungan hukum yang jelas.
Munculnya homeless media berkaitan dengan banyaknya orang yang menggunakan media sosial
ilustrasi media sosial. Meledaknya homeless media bukan tanpa sebab. Hal ini berhubungan dengan banyaknya orang yang menggunakan media sosial. Data riset dari We Are Social yang dirilis pada tahun 2025. Bahkan data terbaru menunjukkan pengguna media sosial di Indonesia peningkatan mencapai 62,9 persen dari total populasi. Masyarakat Indonesia menghabiskan 21 jam 50 menit per minggu untuk ‘menyelami’ media sosial.
Aplikasi WhatsApp merupakan aplikasi yang paling sering digunakan dalam komunikasi sehari-hari, disusul Instagram yang menduduki peringkat kedua. Hakikatnya, media sosial bukan sekadar pemberi hiburan melainkan memunculkan koneksi hingga membantu seseorang dalam mengambil keputusan. Sebagai generasi muda, kamu juga termasuk orang yang memantau informasi dari homeless media atau gak? (Ted)









