Homeless Media, Wadah Informasi Cepat Generasi Z dan Milenial

Teddy Khumaedi (Dosen Universitas Islam Bogor)

Tedy

- Redaksi

Senin, 11 Mei 2026 - 05:33 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor. Googling menjadi aktivitas harian bagi generasi sekarang. Terkhusus Gen Z dan milenial mayoritas lebih tertarik informasi aktual melalui media sosial. Perkembangan teknologi media massa menjadi kebutuhan instan masyarakat zaman sekarang bisa lebih cepat mengakses banyak hal secara digital.
Salah satunya melalui Media sosial berbasis digital, media massa berkembang sekaligus berubah cepat dari konvensional menjadi serba digital atau online.

Fenomena “homeless media”. Saat ini sedang menjadi perbincangan di tengah masyarakat, khususnya kalangan generasi Gen Z dan milenial, apa sebenarnya homeless media?

Homeless media adalah media digital tanpa situs resmi yang menyebarkan konten lewat akun media sosial, tidak terikat institusi, dan beroperasi sepenuhnya di ranah online.Fenomena ini banyak digerakkan generasi muda karena cepat, murah, dan mudah diakses, meski rentan terhadap hoaks serta kurang menerapkan etika dan akurasi jurnalistik.

Baca Juga:  Pemerataan Guru: Membangun Arsitektur Talenta Pendidikan Indonesia

Peningkatan pengguna media sosial di Indonesia hingga 62,9 persen populasi mendorong pertumbuhan homeless media sebagai sumber informasi populer bagi masyarakat digital.

Secara bahasa, homeless media merupakan media yang tidak memiliki rumah. Dalam jurnal berjudul “Homeless Media and the Transformation of the Local Information Ecosystem in the Digital Era (2024)”, homeless media dijelaskan sebagai karakteristik media yang tidak memiliki “rumah” secara fisik. Artinya, media-media ini berkembang dalam bentuk akun sosial media yang aktif. Istilah lain, homeless media merupakan media digital yang menggunakan sarana media sosial sebagai media utama penyebaran konten. homeless media merupakan ekosistem penyebaran informasi yang tidak terikat pada lembaga media, dan tidak ada situs resminya.

Profesor Rhenald Kasali, peneliti sosial Universitas Indonesia, mengatakan bahwa homeless media banyak di gagas oleh usia muda. Homeless media selalu mengambil berita yang bisa menyajikan emosi, tetapi rentan menyampaikan hoaks. (laman resmi dewan pers).

Baca Juga:  Anatomi Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9 Faktor Penghambat Kemajuan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Homeless media ldentik dengan kecepatan menyebarkan informasi yang mudah dipahami masyarakat. Pemanfaatan media sosial oleh masyarakat bisa menekan biaya dan dinilai cepat menyebarkan isu-isu hangat di ruang publik. Namun, homeless media masih lemah akan etika dan validasi sumber berita. Dampaknya informasi yang mungkin kurang akurat sumbernya bisa menimbulkan berita hoaks, faktornya bisa karena masih lemah menerapkan kaidah jurnalistik, serta tidak ada perlindungan hukum yang jelas.

Munculnya homeless media berkaitan dengan banyaknya orang yang menggunakan media sosial
ilustrasi media sosial. Meledaknya homeless media bukan tanpa sebab. Hal ini berhubungan dengan banyaknya orang yang menggunakan media sosial. Data riset dari We Are Social yang dirilis pada tahun 2025. Bahkan data terbaru menunjukkan pengguna media sosial di Indonesia peningkatan mencapai 62,9 persen dari total populasi. Masyarakat Indonesia menghabiskan 21 jam 50 menit per minggu untuk ‘menyelami’ media sosial.

Baca Juga:  Tiga Dosa Pertama dalam Kehidupan

Aplikasi WhatsApp merupakan aplikasi yang paling sering digunakan dalam komunikasi sehari-hari, disusul Instagram yang menduduki peringkat kedua. Hakikatnya, media sosial bukan sekadar pemberi hiburan melainkan memunculkan koneksi hingga membantu seseorang dalam mengambil keputusan. Sebagai generasi muda, kamu juga termasuk orang yang memantau informasi dari homeless media atau gak? (Ted)

Berita Terkait

Demi Mengulang Kenangan lama, Hadir di Reuni Akbar 100 Tahun Gontor
Pesantren dan Empat Penjaga Kehidupan
Tongkat dan Ramuan Sakti yang Belum Teruji
Ke Gontor, Apa yang akan Kau Beri?
Gontor, Kiai dan Adab Seorang Santri
Pesantren Menggugat Keadilan: Saat Pengakuan Negara Belum Berbuah Kesetaraan
18.540 Siswa SD Kabupaten Bogor, Modal Indonesia Emas atau Bom Waktu?
Menjaga Pesantren, Menegakkan Keadilan

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:05 WIB

Demi Mengulang Kenangan lama, Hadir di Reuni Akbar 100 Tahun Gontor

Jumat, 25 September 2026 - 11:14 WIB

Pesantren dan Empat Penjaga Kehidupan

Kamis, 24 September 2026 - 10:27 WIB

Tongkat dan Ramuan Sakti yang Belum Teruji

Rabu, 23 September 2026 - 09:28 WIB

Ke Gontor, Apa yang akan Kau Beri?

Rabu, 23 September 2026 - 09:24 WIB

Gontor, Kiai dan Adab Seorang Santri

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB