Downgrade Lifestyle Makin Marak, Pakar Ingatkan Jangan Tunda Medical Check-up

Bisyral

- Redaksi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:24 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Jakarta- Fenomena downgrade lifestyle atau menurunkan gaya hidup kini semakin banyak dilakukan masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang mendorong pengeluaran lebih selektif. Namun, langkah penghematan tersebut diingatkan tidak sampai mengorbankan kebutuhan kesehatan, khususnya pemeriksaan medis dan skrining penyakit.

Dokter dan pendiri Health Collaborative Center (HCC), Dr dr Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, mengatakan medical check-up kerap dianggap bukan sebagai kebutuhan mendesak, terutama bagi orang yang merasa sehat dan tidak mengalami keluhan.

Padahal, menurutnya, sejumlah penyakit dapat berkembang tanpa menunjukkan gejala. Akibatnya, penyakit atau faktor risiko baru diketahui ketika kondisinya sudah lebih serius.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Yang saya khawatirkan dari fenomena downgrade gaya hidup adalah masyarakat tidak hanya mengurangi belanja tersier, tetapi juga mulai menunda medical check-up dan skrining kesehatan. Padahal, banyak penyakit berkembang diam-diam tanpa gejala dan bisa dideteksi dini lewat skrining rutin,” ujar dr Ray.

Baca Juga:  Komunikasi yang Baik, Fondasi Keluarga yang Bertahan Lama

Ia menjelaskan, kondisi seperti tekanan darah tinggi, diabetes, anemia hingga gangguan fungsi organ dapat berkembang tanpa menimbulkan keluhan berarti.

Seseorang bahkan masih dapat merasa sehat, bekerja dan menjalankan aktivitas sehari-hari, meski faktor risiko penyakit di dalam tubuh terus berkembang.

Manfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis

Di tengah kondisi ekonomi yang membuat masyarakat harus semakin cermat mengatur pengeluaran, dr Ray mengingatkan agar masyarakat memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Baca Juga:  Mendiktisaintek Dukung Penguatan Budaya Riset dan Sains di Perguruan Tinggi

Menurutnya, program tersebut dapat menjadi salah satu akses bagi masyarakat untuk melakukan deteksi dini sekaligus mendapatkan pemeriksaan kesehatan dasar tanpa harus menambah beban biaya.

“Kalau biaya menjadi alasan untuk menunda pemeriksaan, manfaatkan CKG. Sudah gratis, sayang sekali jika tidak digunakan. Datanglah sebelum sakit, bukan setelah penyakit menimbulkan komplikasi,” tegas dr Ray, yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Health Development Center (IHDC).

Ia menilai, penghematan dengan mengorbankan deteksi dini justru berpotensi menimbulkan beban finansial yang lebih besar di kemudian hari.

Penyakit yang terlambat diketahui dapat membutuhkan terapi lebih panjang dan pengobatan yang lebih kompleks. Kondisi tersebut juga berpotensi mengganggu produktivitas hingga pendapatan keluarga apabila seseorang akhirnya tidak dapat bekerja.

Baca Juga:  Menjadi Pribadi Lebih Merdeka dari Rasa Tidak Enakan

“Menunda membeli barang konsumtif mungkin merupakan penghematan. Namun, menunda skrining kesehatan belum tentu menghemat. Bisa jadi kita hanya memindahkan biaya kecil hari ini menjadi biaya pengobatan yang jauh lebih besar pada kemudian hari,” katanya.

Karena itu, dr Ray mengingatkan agar fenomena downgrade lifestyle diikuti dengan peningkatan literasi kesehatan. Masyarakat perlu memilah pengeluaran yang dapat dikurangi dan kebutuhan dasar yang tetap harus dipertahankan.

“Silakan downgrade gengsi, hiburan, atau barang yang tidak mendesak. Tetapi jangan ikut menurunkan perlindungan terhadap kesehatan. Manfaatkan CKG, kenali risiko sejak dini, dan jangan menunggu tubuh mengirimkan tagihan dalam bentuk penyakit,” pungkasnya.

Berita Terkait

Tips Memilih Laptop untuk Kerja dari Rumah agar Produktif dan Hemat Biaya
Khawatir Kanker Menyebar ke Tulang? SPECT-CT Bisa Bantu Deteksi
5 Hal Penyakit Ginjal yang Sering Disalahpahami, Nggak selalu Cuci Darah
Cara Membedakan Influenza A dengan Flu Biasa
Ciri Orang Egois Bisa Dilihat dari Perkataannya, Apa Saja?
Sederet Pemicu Perceraian, Bimbingan Perkawinan sebagai Pencegahan
Tips Memilih Travel Umroh untuk Keluarga Muslim di Bogor Jawa Barat
Inilah Enam Nilai Qur’ani untuk Pedoman Penggunaan AI

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Tips Memilih Laptop untuk Kerja dari Rumah agar Produktif dan Hemat Biaya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Downgrade Lifestyle Makin Marak, Pakar Ingatkan Jangan Tunda Medical Check-up

Senin, 28 September 2026 - 17:00 WIB

Khawatir Kanker Menyebar ke Tulang? SPECT-CT Bisa Bantu Deteksi

Jumat, 25 September 2026 - 16:40 WIB

5 Hal Penyakit Ginjal yang Sering Disalahpahami, Nggak selalu Cuci Darah

Selasa, 22 September 2026 - 16:04 WIB

Cara Membedakan Influenza A dengan Flu Biasa

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB