BinaNews | Bogor— Berawal dari keinginan mencoba hal baru untuk mengisi waktu luang di tengah menunggu jadwal kuliah dimulai, Dzieka Farehatunnisa, mahasiswa semester satu Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Islam Bogor (UIB), berhasil mengikuti ajang Womenspirasi Creator Ambassador Batch 2 – Womenspirasi Summit yang diselenggarakan oleh Duta Inspirasi Indonesia. Pencapaian ini menjadi kesempatan bagi Dzieka untuk mengembangkan kreativitas, meningkatkan kepercayaan diri, sekaligus memperkenalkan kampusnya melalui prestasi.
Dzieka berasal dari Gunungsari, Pamijahan. Ia menempuh pendidikan dasar di SDN Gunung Picung 5, kemudian melanjutkan pendidikan menengah hingga tingkat atas di Pondok Pesantren Markhazul Quran. Selama menempuh pendidikan di pesantren, ia aktif dalam berbagai kegiatan organisasi yang membentuk pengalaman kepemimpinan dan keterampilan sosialnya.
Selama di pesantren, Dzieka aktif dalam organisasi OSIS atau Osama. Ia pernah menjabat selama tiga periode dengan tanggung jawab berbeda, mulai dari Divisi Kesehatan, Kebersihan, dan Riadhoh, kemudian menjadi Ketua Kebahasaan, hingga dipercaya sebagai Ketua Osama. Selain itu, ia juga aktif dalam kegiatan kepramukaan ketika duduk di bangku SMP sebagai bagian dari dewan inti kepramukaan. Mengenai pengalaman tersebut, “Banyak yang didapat dan dipelajari, salah satunya kita belajar membentuk mental dan juga fisik yang benar-benar dilatih saat itu,” ungkapnya kepada Binanews.id beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Perjalanan Dzieka setelah lulus dari pesantren juga tidak terlepas dari tantangan. Saat SMA, ia berhasil menempati peringkat pertama dalam kategori siswa eligible di angkatannya sehingga berkesempatan mendaftar ke perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi. Namun, karena belum mendapatkan izin dari orang tua, ia memutuskan untuk mengundurkan diri dan memberikan kesempatan tersebut kepada teman-temannya. Ketika pendaftaran melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dibuka, ia masih belum mendapatkan izin untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri.

Orang tua Dzieka menyarankan agar ia melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi swasta yang lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah. Kekhawatiran terhadap pergaulan dan lingkungan menjadi salah satu pertimbangan orang tuanya dalam menentukan pilihan tersebut. Dzieka pun melanjutkan pendidikan di Universitas Islam Bogor dan kini menjalani perkuliahan di Program Studi Pendidikan Bahasa Arab.
Ketertarikannya pada ajang Womenspirasi Creator Ambassador berawal dari inspirasi yang ia dapatkan dari Safira Alfarisi, pendiri Duta Inspirasi Indonesia, dan Lala Puspa Riani, pendiri Womenspirasi. Ketika mengetahui adanya program Connect melalui Zoom, Dzieka merasa tertarik dengan konsep yang ditawarkan. Ia melihat kesempatan untuk belajar bersama perempuan-perempuan inspiratif sekaligus mengembangkan kemampuan membuat konten digital.
Awalnya, Dzieka mengikuti program tersebut karena ingin mencoba pengalaman baru yang belum pernah ia jalani sebelumnya. Ia juga ingin memanfaatkan waktu luang di tengah menunggu jadwal perkuliahan dimulai. Meski demikian, sebelum mengikuti seleksi, ia sempat merasa ragu dan kurang percaya diri karena jumlah peserta ternyata lebih banyak daripada yang ia bayangkan.
Untuk mempersiapkan diri, Dzieka mencari arahan dari alumni yang pernah mengikuti program serupa. Dalam proses seleksi, ia juga berupaya memperkenalkan program tersebut melalui kode referral yang dimilikinya. Menurut Dzieka, banyaknya orang yang tertarik menggunakan kode referral tersebut menjadi salah satu nilai tambah dalam proses seleksi.
Selain mengikuti proses seleksi, Dzieka mulai mengembangkan kreativitas melalui pembuatan konten. Ia membuat konten dokumentasi kegiatan Womenspirasi serta sejumlah konten inspiratif mengenai lingkungan. Karya-karyanya diunggah melalui TikTok dan Instagram sebagai bagian dari upayanya untuk belajar membuat konten yang menarik dan bermanfaat. Berdasarkan perkiraannya, jumlah peserta dalam ajang tersebut mencapai lebih dari 100 orang dari berbagai daerah di Indonesia.
Meski berhasil mengikuti ajang tersebut, Dzieka mengakui bahwa tantangan terbesarnya justru berasal dari dirinya sendiri. Rasa malas untuk konsisten membuat konten, perasaan minder ketika membandingkan diri dengan peserta lain, serta persoalan izin orang tua menjadi beberapa hal yang harus ia hadapi. Pengalaman tersebut mengajarkannya bahwa mengembangkan diri membutuhkan keberanian untuk mencoba, kemauan untuk belajar, dan kedisiplinan dalam menjalani proses.
Bagi Dzieka, pencapaian sebagai Womenspirasi Creator Ambassador bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga kesempatan untuk memperkenalkan kampusnya melalui prestasi. Ia ingin menunjukkan bahwa mahasiswa dapat membawa nama institusinya melalui berbagai kegiatan dan pencapaian positif. “Kalau kampusnya nggak terkenal, ya saya yang ngenalin lewat pencapaian saya,” ungkap Dzieka ketika menjelaskan arti pencapaian tersebut bagi dirinya dan kampus.
Keterlibatan Dzieka dalam Womenspirasi Creator Ambassador menjadi salah satu langkahnya untuk terus belajar dan berkembang di luar aktivitas perkuliahan. Berangkat dari rasa penasaran dan keinginan mencoba hal baru, ia menemukan kesempatan untuk mengasah kreativitas, membangun kepercayaan diri, serta memperluas pengalaman. Baginya, pencapaian ini juga membawa amanah dan tanggung jawab untuk menjalankan peran sebagai ambassador dengan sebaik-baiknya.
Kisah Dzieka menunjukkan bahwa kesempatan untuk berkembang dapat dimulai dari keberanian mencoba sesuatu yang baru. Melalui keterlibatannya dalam ajang tingkat nasional tersebut, ia berharap dapat terus bertumbuh, menghasilkan konten yang inspiratif, dan memperkenalkan Universitas Islam Bogor melalui pencapaian serta kontribusi positif bagi generasi muda. [Septiyadi]
Penulis : Septiyadi








