Binanews.id | Bogor — Universitas Islam Bogor (UIB) memperluas kerja sama akademik dan bisnis digital melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama SCAVAI Alliance Pte Ltd dari Singapura dalam program Digital Business Academy Partnership.
Kegiatan berlangsung di Auditorium Gedung C UIB, Senin (21/9/2026), dengan mengusung tema “Sinergi Akademik dan Bisnis Digital: Menyiapkan SDM Siap Kerja di Era Transformasi Digital.”
Penandatanganan MoU tersebut menjadi bagian dari upaya UIB dan SCAVAI Alliance menghubungkan dunia akademik dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan dunia kerja.
Rektor UIB, Syamsul Rizal, mengatakan kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi dapat diwujudkan melalui berbagai program yang memberikan manfaat bagi mahasiswa dan dosen.
Menurutnya, kolaborasi tersebut juga membuka peluang pengembangan bisnis digital sekaligus pengalaman internasional bagi mahasiswa.
Salah satunya melalui peluang program magang di sejumlah perusahaan yang berada di kawasan Malaysia dan Singapura. Jejaring tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi dan pengalaman profesional di tingkat ASEAN.
Setelah penandatanganan MoU, kegiatan dilanjutkan dengan panel diskusi bertajuk “Masa Depan Pendidikan: Digital Campus” . Diskusi menghadirkan sejumlah panelis dari SCAVAI Alliance, yakni Dato’ Seri Ambran Abu Bakar, Direktur Utama PT SCAVAI Alliance Indonesia Hendry Susendy, Solution Architect Yehudha Artha, serta Fritsiana Levi dari bidang Hospitality dan EduTech.
Pembahasan tidak hanya menyoroti penggunaan teknologi dalam proses perkuliahan, tetapi juga konsep Digital Campus sebagai ekosistem pendidikan yang terintegrasi.
Sejumlah aspek yang dibahas meliputi infrastruktur digital, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), sistem data, keamanan informasi, hingga pengalaman mahasiswa.
Contoh penerapannya antara lain digital library untuk menyediakan akses terhadap buku digital dan research paper, database terpusat untuk pengelolaan data mahasiswa, serta pemanfaatan AI dalam mendukung pembelajaran dan pengolahan data.
Para panelis juga menekankan bahwa AI tidak serta-merta menggantikan peran manusia. Teknologi dapat membantu mempercepat pekerjaan dan mengidentifikasi pola dari data, tetapi proses verifikasi, pengambilan keputusan, dan memastikan akurasi informasi tetap membutuhkan peran manusia.
Aspek keamanan data turut menjadi perhatian. Penerapan sistem zero trust dan autentikasi berlapis disebut penting dalam menjaga keamanan data di tengah ekosistem pendidikan yang semakin terhubung secara digital.
Dalam sesi tanya jawab, mahasiswa UIB turut membahas kontribusi kerja sama SCAVAI Alliance, bentuk program yang akan dikembangkan, serta kesiapan mahasiswa menghadapi perkembangan teknologi.
Para panelis mendorong mahasiswa untuk melihat perkembangan teknologi sebagai sesuatu yang perlu dipelajari dan dimanfaatkan, baik untuk kebutuhan akademik maupun persiapan memasuki dunia profesional.
Melalui kerja sama tersebut, UIB dan SCAVAI Alliance diharapkan dapat mengembangkan program yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar, beradaptasi, dan meningkatkan keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja di era transformasi digital.
Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin Muhammad Abrar, M.Hum. Kerja sama UIB dan SCAVAI Alliance menjadi bagian dari upaya memperluas keterhubungan antara pendidikan tinggi, teknologi, industri, dan jejaring profesional di kawasan ASEAN.
Editor : Fathurroji









