Binanews.id | Bogor–Program Studi Bimbingan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) Universitas Islam Bogor (UIB) Ummul Quro terus melakukan percepatan dalam memperluas jejaring kolaborasi akademik.
Tak tanggung-tanggung, komitmen meningkatkan kualitas akademik tersebut diwujudkan lewat partisipasi aktif dalam dua agenda besar sekaligus di Jawa Timur.
Langkah strategis ini menjadi bukti nyata keseriusan institusi dalam membangun fondasi keilmuan yang adaptif dan berdaya saing tinggi.
Kiprah akademis BKPI UIB Ummul Quro diawali dengan menghadiri International Conference di UIN Sunan Ampel Surabaya yang di gelar 20-22 Oktober 2026.
Forum bergengsi yang menghadirkan para pakar dan peneliti lintas negara ini menjadi panggung penting untuk mendiskusikan Isu-isu strategis seputar bimbingan konseling dan pendidikan Islam.
Lewat ajang internasional ini, perwakilan prodi tak hanya memperkuat eksistensi akademis, tetapi juga menjajaki peluang riset kolaboratif.
Perjalanan dilanjutkan ke Pasuruan untuk mengikuti Simposium Nasional Perkumpulan Ahli Bimbingan Konseling Islam (PABKI) di Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda’wah (UII DALWA). Di tempat ini, akademisi BKPI dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia berkumpul merumuskan arah pengembangan profesi. BKPI UIB Ummul Quro pun aktif menyumbangkan gagasan guna memperkuat standar keilmuan konseling Islam di tingkat nasional.
Ketua Program Studi BKPI UIB Ummul Quro, Nuraini, M.Pd., menegaskan bahwa partisipasi di dua forum ilmiah tersebut merupakan bagian dari strategi besar kampus untuk terus mengembangkan Networking.
Menurutnya, perguruan tinggi saat ini dituntut untuk terus bergerak dinamis dan tidak mengisolasi diri dari perkembangan global.
“Peran serta kampus dalam memperluas networking sangat penting dalam rangka meningkatkan kualitas dan keilmuan,” tegas Nuraini, M.Pd.
Ia menambahkan kolaborasi antarlembaga menjadi kunci utama dalam menjawab tantangan dunia pendidikan yang makin kompleks. “Sinergi akademik perlu terus kita kembangkan secara berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan zaman dan tantangan dunia pendidikan saat ini,” pungkasnya.








