Binanews.id | Bogor- Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit kronis yang perlu diwaspadai masyarakat. Penyakit ini terjadi ketika kadar gula darah atau glukosa dalam tubuh terlalu tinggi akibat gangguan produksi insulin maupun kemampuan tubuh dalam menggunakan insulin secara efektif.
Insulin merupakan hormon yang diproduksi oleh pankreas dan berfungsi membantu glukosa masuk ke dalam sel untuk digunakan sebagai sumber energi. Ketika insulin tidak bekerja dengan baik, gula dapat menumpuk di dalam darah dan menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.
Diabetes sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas pada tahap awal. Karena itu, masyarakat perlu memahami tanda-tanda, faktor risiko, serta langkah pencegahannya agar penyakit ini dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.
Mengenal Jenis-Jenis Diabetes
Secara umum, diabetes melitus terbagi menjadi beberapa jenis :
1. Diabetes Tipe 1
Diabetes tipe 1 terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel pankreas yang memproduksi insulin. Akibatnya, tubuh hanya menghasilkan sedikit insulin atau tidak memproduksinya sama sekali. Penderita diabetes tipe 1 membutuhkan insulin untuk mengendalikan kadar gula darah.
2. Diabetes Tipe 2
Diabetes tipe 2 merupakan jenis yang paling umum. Kondisi ini terjadi ketika tubuh mengalami resistensi insulin, yaitu keadaan ketika sel-sel tubuh tidak merespons insulin secara optimal. Seiring waktu, produksi insulin juga dapat menurun.
Risiko diabetes tipe 2 dapat meningkat akibat berbagai faktor, seperti kelebihan berat badan, kurang aktivitas fisik, faktor keturunan, dan pertambahan usia. Namun, penyakit ini juga dapat dialami orang yang tidak memiliki berat badan berlebih.
3. Diabetes Gestasional
Diabetes gestasional merupakan diabetes yang muncul selama kehamilan. Kondisi ini perlu dipantau oleh tenaga kesehatan karena dapat meningkatkan risiko komplikasi bagi ibu dan bayi, sekaligus meningkatkan risiko diabetes tipe 2 di kemudian hari.
Gejala Diabetes yang Perlu Diwaspadai
Gejala diabetes dapat berkembang secara perlahan maupun muncul dengan cepat, bergantung pada jenisnya. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:
– Sering merasa haus meskipun sudah minum.
– Frekuensi buang air kecil meningkat, terutama pada malam hari.
– Mudah merasa lapar.
– Berat badan turun tanpa sebab yang jelas.
– Tubuh mudah lelah dan terasa lemas.
– Penglihatan menjadi kabur.
– Luka membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh.
– Sering mengalami infeksi atau kesemutan pada tangan dan kaki.
Meski demikian, sebagian penderita diabetes, terutama diabetes tipe 2, tidak merasakan gejala yang berarti. Oleh sebab itu, pemeriksaan kadar gula darah penting dilakukan, khususnya bagi orang yang memiliki faktor risiko.
Apa Dampak Diabetes bagi Kesehatan?
Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah dan saraf. Jika tidak dikendalikan dengan baik, diabetes dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, gangguan ginjal, kerusakan saraf, serta gangguan penglihatan.
Diabetes juga dapat menyebabkan masalah pada kaki, termasuk luka yang sulit sembuh. Kondisi tersebut membutuhkan perhatian khusus agar tidak berkembang menjadi infeksi serius.
Namun, risiko komplikasi dapat ditekan melalui pengendalian gula darah, pola hidup sehat, pemeriksaan rutin, dan pengobatan sesuai anjuran dokter.
Cara Mencegah dan Mengendalikan Diabetes
Tidak semua jenis diabetes dapat dicegah. Meski begitu, risiko diabetes tipe 2 dapat dikurangi melalui perubahan gaya hidup yang sehat.
Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:
1. Mengatur pola makan
Konsumsi makanan bergizi seimbang dengan memperbanyak sayuran, buah dalam porsi yang sesuai, sumber protein, dan biji-bijian utuh. Batasi minuman manis, makanan tinggi gula tambahan, serta konsumsi makanan olahan secara berlebihan.
2. Rutin beraktivitas fisik
Aktivitas seperti berjalan kaki, bersepeda, atau berenang dapat membantu tubuh menggunakan glukosa secara lebih efektif. Bagi kebanyakan orang dewasa, aktivitas fisik intensitas sedang sekitar 150 menit per minggu dapat menjadi target yang baik, disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.
3. Menjaga berat badan yang sehat
Bagi orang yang memiliki berat badan berlebih, penurunan berat badan secara bertahap dapat membantu mengurangi risiko diabetes tipe 2.
4. Melakukan pemeriksaan kesehatan
Pemeriksaan gula darah dapat membantu mendeteksi diabetes sejak dini, terutama bagi orang yang memiliki riwayat keluarga diabetes, tekanan darah tinggi, berat badan berlebih, atau faktor risiko lainnya.
5. Menghindari rokok dan menjaga kualitas tidur
Tidak merokok, tidur yang cukup, serta mengelola stres juga merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan metabolisme tubuh.
Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?
Masyarakat dianjurkan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada diabetes. Pemeriksaan juga penting dilakukan jika memiliki faktor risiko meskipun belum merasakan keluhan.
Jika mengalami rasa haus dan buang air kecil berlebihan yang disertai muntah, nyeri perut, napas cepat atau dalam, maupun penurunan kesadaran, segera cari pertolongan medis karena kondisi tersebut dapat menandakan komplikasi darurat.
Diabetes bukanlah penyakit yang boleh diabaikan, tetapi juga bukan berarti penderita tidak dapat menjalani kehidupan yang produktif. Dengan deteksi dini, pengobatan yang tepat, dan perubahan gaya hidup yang konsisten, kadar gula darah dapat dikelola untuk membantu mencegah komplikasi.








