ICMI Gelar National Leadership Camp 2026

Irwan Maulana

- Redaksi

Senin, 2 November 2026 - 17:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Jakarta– Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) menyelenggarakan National Leadership Camp (NLC) 2026 di Hotel Ciputra Jakarta, Sabtu (31/10/2026) dengan tema “Peran Cendekiawan Muslim dalam Membangun Indonesia Emas”, kegiatan berskala nasional ini menjadi forum konsolidasi, penguatan kepemimpinan, dan pengembangan wawasan kebangsaan bagi kalangan cendekiawan Muslim, khususnya generasi muda.

Antusiasme peserta terhadap kegiatan tersebut terbilang tinggi. Ketua Organizing Committee NLC ICMI 2026, Robbi Prayudha, mengungkapkan bahwa sekitar seribu orang menyatakan kesediaannya untuk menghadiri kegiatan secara langsung. Namun, keterbatasan kapasitas tempat membuat panitia hanya menyediakan kuota bagi sekitar 400 peserta secara luring.

“Tercatat sekitar seribu orang bersedia hadir ke acara ini secara offline, namun karena kuota offline terbatas jadi kami batasi hanya sekitar 400 orang peserta,” ujar Robbi Prayudha.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena minat peserta yang sangat tinggi, panitia juga menyediakan acara secara daring.  Menurut Robbi, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan secara online mencapai sekitar dua ribu orang.

“Sedangkan yang hadir secara online mencapai sekitar dua ribu orang,” tambahnya.

Tingginya partisipasi tersebut menunjukkan besarnya perhatian kalangan cendekiawan dan masyarakat terhadap isu kepemimpinan serta kontribusi intelektual Muslim dalam pembangunan nasional. Melalui forum ini, ICMI berupaya menghadirkan ruang pertukaran gagasan dan pengalaman dari berbagai tokoh yang memiliki latar belakang kepemimpinan, pemerintahan, akademik, dan keilmuan.

Baca Juga:  ICMI Kota Bogor Inisiasi FGD Pemberdayaan Sosio-Ekonomi Masjid Berbasis Data Presisi

Hadirkan Sejumlah Tokoh Nasional

National Leadership Camp ICMI 2026 menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan pakar dari berbagai bidang. Di antara narasumber yang dijadwalkan hadir adalah Menteri Agama  Prof. Nasaruddin Umar, Ketua Dewan Penasihat ICMI  Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, Ketua DPD RI Doktor Honoris Causa (Dr.HC) Sultan Bachtiar Najamudin, Kepala Bakom RI Dr. Syahganda Nainggolan, serta Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sekaligus Ketua Umum ICMI Prof. Arif Satria.

Kehadiran para tokoh tersebut memperlihatkan cakupan pembahasan yang berkaitan dengan berbagai dimensi pembangunan bangsa. Mulai dari kehidupan keagamaan, hukum dan ketatanegaraan, representasi daerah, komunikasi publik, hingga pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi.

Komposisi narasumber lintas sektor tersebut menjadi relevan dengan tema besar yang diangkat. Sebab, upaya mewujudkan Indonesia Emas tidak hanya membutuhkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga penguatan kualitas sumber daya manusia, tata kelola pemerintahan, kemajuan ilmu pengetahuan, serta kepemimpinan yang memiliki integritas dan orientasi pada kepentingan publik.

Dalam konteks tersebut, cendekiawan Muslim memiliki ruang kontribusi yang luas. Mereka tidak hanya dituntut menghasilkan pemikiran akademik, tetapi juga perlu mengambil bagian dalam merumuskan solusi terhadap persoalan masyarakat, memberikan masukan terhadap kebijakan publik, serta mendorong inovasi di berbagai sektor pembangunan.

Baca Juga:  Kiprah PUI Kabupaten Bogor: Rekam Jejak dan Peran PUI untuk Umat

Dr. Ismail Rumadan: Cendekiawan Tidak Boleh Diam

Ketua Umum MPP Pemuda ICMI, Dr. Ismail Rumadan, dalam sambutannya menegaskan bahwa penyelenggaraan National Leadership Camp merupakan salah satu bentuk nyata keterlibatan generasi muda dalam mendorong kemajuan bangsa.

“Ini adalah bukti cendekiawan tidak diam, cendekiawan terus bergerak untuk kemajuan bangsa,” ujar Ismail Rumadan.

Menurutnya, identitas seorang cendekiawan tidak semestinya hanya diukur dari gelar akademik maupun kedudukan sosial. Lebih dari itu, kecendekiawanan harus tercermin melalui kepedulian terhadap persoalan masyarakat, kemampuan menghasilkan karya, serta kesediaan untuk mengabdikan ilmu pengetahuan bagi kepentingan yang lebih luas.

“Cendekiawan itu bukan gelar, cendekiawan itu kepedulian, karya, dan pengabdian,” tegasnya.

Pernyataan tersebut memberikan penekanan bahwa intelektualitas harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab sosial. Ilmu pengetahuan tidak cukup berhenti pada ruang-ruang akademik, tetapi harus mampu memberikan manfaat dan menghadirkan perubahan positif dalam kehidupan masyarakat.

Pesan tersebut juga memiliki relevansi dengan tantangan generasi muda saat ini. Di tengah perubahan sosial, perkembangan teknologi, dan kompetisi global, generasi muda membutuhkan kapasitas intelektual sekaligus karakter kepemimpinan yang kuat. Dengan demikian, organisasi kepemudaan dan kecendekiawanan memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dan berkontribusi bagi masa depan bangsa.

Baca Juga:  Santri MTs UQI Ikuti Program Literasi 3 Negara Literavaganza

Bagian dari Rangkaian Agenda Nasional Pemuda ICMI

National Leadership Camp 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian agenda organisasi menuju Musyawarah Nasional (MUNAS) Pemuda ICMI yang direncanakan berlangsung di Ambon.

Setelah pelaksanaan NLC, ICMI telah menyiapkan sejumlah agenda lanjutan, di antaranya ICMI RUN sebagai ajang olahraga lari, simposium Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), serta Musyawarah Nasional Pemuda ICMI.

Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa agenda organisasi tidak hanya diarahkan pada penguatan kapasitas intelektual dan kepemimpinan, tetapi juga mencakup pengembangan aktivitas sosial, kesehatan, ekonomi keumatan, dan konsolidasi kelembagaan.

Simposium ZIS, misalnya, memiliki relevansi dengan upaya memperkuat peran filantropi Islam dalam pembangunan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Sementara itu, agenda MUNAS Pemuda ICMI menjadi momentum penting bagi konsolidasi organisasi sekaligus pembahasan arah gerakan kepemudaan ICMI ke depan.

Melalui berbagai agenda tersebut, ICMI diharapkan dapat memperkuat peran generasi muda Muslim sebagai bagian dari kekuatan intelektual dan sosial bangsa.

Pada akhirnya, cita-cita Indonesia Emas membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk cendekiawan Muslim dan generasi muda. Kepedulian, karya, dan pengabdian sebagaimana disampaikan dalam forum NLC 2026 menjadi nilai penting agar kecendekiawanan tidak hanya hadir sebagai identitas, tetapi benar-benar memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara.

Berita Terkait

Pendampingan Hukum bagi Masyarakat Yayasan Hijrah Hati Insani
Munas VIII Pemuda ICMI Tetapkan Nurfajri sebagai Ketua Umum
MWC NU dan PC DMI Jatiasih Adakan Pelatihan Manajemen Masjid Berbasis Digital
Sembilan Bintang Angkat Suara, Kecam Kekerasan Aparat Terhadap Jurnalis
Perkumpulan Vokasi Pendidik dan Komunitas Dosen Silaturahmi ke Rektor UII
Sambut Hari Sumpah Pemuda, PSPPM UIB dan DPN TMI Gelar Dialog Kebangsaan
Wali Kota Bogor Ajak Fatayat NU Berperan dalam Pendidikan dan Pengelolaan Sampah
FKDSI Jalin Kerjasama Strategis dengan PPVI dan PT Alpha Karya Mechatronics

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 12:53 WIB

Pendampingan Hukum bagi Masyarakat Yayasan Hijrah Hati Insani

Selasa, 3 November 2026 - 18:24 WIB

Munas VIII Pemuda ICMI Tetapkan Nurfajri sebagai Ketua Umum

Senin, 2 November 2026 - 17:00 WIB

ICMI Gelar National Leadership Camp 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:33 WIB

MWC NU dan PC DMI Jatiasih Adakan Pelatihan Manajemen Masjid Berbasis Digital

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:41 WIB

Sembilan Bintang Angkat Suara, Kecam Kekerasan Aparat Terhadap Jurnalis

Berita Terbaru

Pendidikan

Menelusuri Sejarah Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Rabu, 4 Nov 2026 - 12:55 WIB