Binanews.id | Bogor — Sebanyak 25 santri tingkat Tsanawiyah dari Pesantren Ummul Quro Al-Islami mengikuti ASEAN Literacy Program Literavaganza, program literasi lintas negara yang diselenggarakan oleh Sukanulis.id. Program batch kelima ini membawa para peserta mengunjungi tiga negara: Malaysia, Singapura, dan Thailand, selama tujuh hari penuh.
Bogor — Sebanyak 25 santri tingkat Tsanawiyah dari Pesantren Ummul Quro Al-Islami mengikuti ASEAN Literacy Program Literavaganza, program literasi lintas negara yang Sukanulis.id selenggarakan untuk batch kelima. Selama tujuh hari, para peserta menjelajahi Malaysia, Singapura, dan Thailand.
Jauh sebelum berangkat, seluruh peserta menjalani pendampingan intensif selama tiga minggu. Setiap santri berlatih untuk tampil di lembaga pendidikan yang mereka kunjungi, mulai dari arabic speech, storytelling, drama, hingga poetry reading. Mereka tidak datang sebagai penonton. Mereka datang sebagai representasi pesantren mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Belajar Langsung dari Tiga Negara

Para santri mengunjungi sejumlah tempat yang memberi mereka gambaran nyata tentang budaya, pendidikan, dan nilai sosial di kawasan ASEAN.
Di Singapura, peserta berziarah ke Makam Habib Noh, lalu mengunjungi Singapore Sustainable Gallery untuk mempelajari pendekatan Singapura terhadap keberlanjutan lingkungan.
Perjalanan berlanjut ke Malaysia. Para santri menampilkan seluruh persiapan tiga minggu mereka di Sekolah Sinar Al-Azhar. Setelah itu, mereka mengunjungi Ma’had Kerajaan Johor, belajar tentang pengelolaan zakat di Lembaga Zakat Negeri Kedah, dan mendapat penjelasan langsung tentang proses penetapan fatwa keislaman di Kantor Mufti Kuala Lumpur, Putrajaya.
Para santri menutup perjalanan di Hat Yai, Thailand, dengan menjelajahi ragam kuliner lokal sebagai bagian dari pengalaman budaya mereka.
Setiap Peserta Wajib Menulis
Selain mengunjungi berbagai tempat, setiap peserta wajib menulis esai perjalanan. Sukanulis.id akan mengompilasi seluruh tulisan itu menjadi sebuah buku, menjadikan program ini sebuah proses produksi karya nyata.
Ahmad Hilda Fauzi, Ketua Yayasan Sukanulis Literasi Indonesia, menjelaskan visi di balik program ini. “Program ini sengaja kami rancang agar para santri mendapatkan pendidikan literasi yang menyenangkan. Mereka belajar, mereka mengalami, lalu mereka menuliskannya,” ujarnya.
Uji Kemampuan di Luar Zona Nyaman

Ustadz Fajar Sidiq, pendamping dari pihak madrasah, menyebut program ini membuka ruang yang jarang tersedia bagi santri. “Program ini sangat membantu para santri untuk menguji kemampuan mereka dalam menulis, berinteraksi dengan orang asing, dan menanamkan nilai kemandirian. Terlebih, mayoritas ini adalah pertama kali mereka pergi ke luar negeri tanpa orang tua,” ujarnya.
Batch Kelima yang Terus Berkembang
Sukanulis.id telah menjalankan Literavaganza hingga batch kelima, dan kerja sama dengan Pesantren Ummul Quro Al-Islami menjadi salah satu kolaborasi terbaru. Bagi para santri Tsanawiyah yang sebagian besar baru pertama kali keluar negeri, program ini membuka perspektif yang sulit mereka dapatkan dari dalam kelas.
Tentang Sukanulis.id Sukanulis.id adalah platform pengembangan menulis yang mendukung penulis muda Indonesia dalam menghasilkan karya berkualitas untuk diterbitkan. []









