MWC NU dan PC DMI Jatiasih Adakan Pelatihan Manajemen Masjid Berbasis Digital

Tim Redaksi

- Redaksi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:33 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bekasi — Pengelolaan masjid dituntut untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Di tengah pesatnya transformasi digital, masjid tidak hanya diharapkan menjadi pusat kegiatan ibadah, tetapi juga mampu menjalankan fungsi pendidikan, pelayanan sosial, pemberdayaan ekonomi, serta kegiatan kemasyarakatan.

Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan pelatihan pengelolaan masjid bertama “Transformasi Masjid: Profesional, Digital, Dan Membudaya” yang diikuti sekitar 100 peserta dari wilayah Jatiasih maupun luar kota. Kegiatan dalam rangka memeringati Hari Santri Nasional ini diselenggarakan kerjasama antara MWC NU Jatiasih, PC DMI Jatiasih dan BKMM Jatiasih berlokasi di Masjid Nurul Islam Kemang IFI Jatiasih pada Sabtu, 31 Oktober 2026.

Ustadz H. Jamar Komarudin, Ketua DKM Nurul Islam yang juga Ketua Panitia Pelatihan menjelaskan, masih banyak pengelola masjid yang menjalankan sistem manajemen secara tradisional. Padahal, perkembangan pengelolaan masjid saat ini telah memasuki era digitalisasi atau yang disebut sebagai konsep masjid 5.0.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, perkembangan konsep pengelolaan masjid perlu terus didorong. Jika pada konsep awal atau masjid 1.0 pengelolaan lebih berfokus pada pilar ketaatan dan kegiatan ibadah, maka pada perkembangan berikutnya masjid mulai didorong untuk membangun kemandirian hingga beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.

“Hari ini kita mencoba mengulas tentang digitalisasi masjid. Harapannya, pengelolaan masjid semakin tertata dan mampu mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya.

Baca Juga:  IWO Bogor Raya Perkuat Soliditas dan Profesionalisme Wartawan di Era Digital

Salah satu hal mendasar yang perlu diperhatikan, lanjutnya, adalah tertib administrasi dan pengelolaan keuangan. Masjid diharapkan memiliki rekening resmi sebagai bagian dari upaya membangun tata kelola yang lebih transparan dan profesional.

Selain itu, ia juga menyoroti masih adanya masjid yang belum terdaftar dalam Sistem Informasi Masjid (SIMAS) Kementerian Agama. Padahal, data dan registrasi menjadi salah satu aspek penting agar masjid dapat terhubung dengan berbagai program pembinaan maupun bantuan dari pemerintah.

“Masih ada masjid yang belum terdaftar sehingga belum bisa mendapatkan akses terhadap program bantuan dari instansi terkait. Karena itu, administrasi dan pendataan perlu menjadi perhatian bersama,” katanya.

Ia berharap kegiatan yang diikuti sekitar 100 peserta tersebut dapat menambah khazanah keilmuan dan memberikan manfaat bagi pengelolaan masjid di lingkungan masing-masing.

Masjid Bukan Sekadar Tempat Ibadah

Camat Jatiasih Dian Herdiana, A.P., M.Si. dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan pengelolaan masjid bukan sekadar kegiatan untuk meningkatkan kapasitas para pengurus masjid. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan masyarakat yang religius dan memiliki kehidupan sosial yang kuat.

Menurutnya, masjid memiliki fungsi yang luas. Selain sebagai tempat beribadah, masjid juga dapat menjadi pusat pendidikan, pelayanan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan kegiatan kemasyarakatan.

“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga memiliki peran dalam pendidikan, pelayanan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan kemasyarakatan. Semua itu dapat berkontribusi terhadap kemajuan masyarakat,” ujarnya.

Sejalan dengan tema pelatihan, ia menekankan pentingnya pengelolaan masjid yang amanah, profesional, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Baca Juga:  Dewan Dakwah Jelaskan Roadmap Indonesia Adil Makmur 2045

Pengelolaan keuangan masjid, termasuk dana zakat, infak, dan sedekah, harus dijalankan berdasarkan prinsip akuntabilitas dan keterbukaan. Selain itu, para pengurus masjid juga perlu meningkatkan kemampuan manajerial agar pengelolaan program dapat dilakukan secara profesional.

Tidak kalah penting, masjid juga perlu beradaptasi dengan perkembangan digital. Pemanfaatan teknologi dapat membantu proses administrasi, pendataan jamaah, penyebaran informasi, hingga membangun transparansi dalam pengelolaan masjid.

“Semoga upaya ini dapat mewujudkan masyarakat Jatiasih yang semakin religius,” pungkasnya.

Kegiatan Diharapkan Berkelanjutan

Ketua Tanfidziyah MWCNU Jatiasih, H. Lukman Cecep, S.Kom mengapresiasi terselenggaranya kegiatan pelatihan manajemen masjid ini. Ia berharap pelatihan pengelolaan masjid tidak berhenti pada satu pertemuan, tetapi dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

Kegiatan pelatihan ini bagian dari rentetan kegiatan hari Santri Nasional yang diselenggarakan MWCNU Jatiasih. Dari 13 program yang menjadi agenda acara, 11 acara sudah terselenggara. Dan masih ada beberapa agenda acara yang akan digelar MWCNU Jatiasih.

“Melihat kegiatan ini, almarhum KH. Hasyim Asyari akan tersenyum senang. Semoga kegiatan ini bukan yang pertama dan dapat terus berlanjut,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PC DMI Jatiasih Ustadz H. Dimyati Uje menekankan pentingnya peran santri dan masyarakat dalam memakmurkan masjid. Menurutnya, santri memiliki peran sebagai penerang agama yang setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren dapat kembali ke tengah masyarakat untuk memberikan manfaat.

“Kita semua yang hadir dalam kegiatan ini adalah ahlul masjid karena kita memiliki semangat untuk memakmurkan masjid,” katanya.

Baca Juga:  Sosialisasi Program PPM STIT INSIDA Jakarta di Jatirahayu

Uje juga mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat kehadiran jamaah di masjid. Menurutnya, upaya tersebut dapat dilakukan melalui pendekatan yang sederhana dengan menerapkan rumus 3D, yakni Data, Datangi, dan Doakan.

“Datangi tetangga yang belum ke masjid. Terus ajak dengan cara yang baik, lalu kita doakan Masyarakat,” ujarnya.

Pentingnya Pendataan Melalui SIMAS

Kepala KUA Jatiasih, Sulhan Ansori Parinduri, S.Hi, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang diharapkan dapat memberikan warna positif bagi kehidupan masyarakat di Jatiasih. Sebelum membuka secara resmi kegiatan, Sulhan kembali mengingatkan pentingnya pendaftaran masjid dan musala melalui Sistem Informasi Masjid atau SIMAS Kementerian Agama.

Masjid dan musala yang belum terdaftar, kata dia, diharapkan segera melakukan registrasi. Pendataan tersebut menjadi salah satu persyaratan dalam berbagai program pembinaan maupun seleksi bantuan yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama.

“Bagi masjid dan musala yang belum terdaftar, diupayakan untuk segera terdaftar di SIMAS. Ke depan, data tersebut menjadi salah satu persyaratan dalam program bantuan,” ujarnya.

Setelah beberapa sambutan, acara dilanjutkan dengan pelatihan dengan narasumber pertama adalah H. Mokhammad Mahdum, MIDEc, Ak, CPA, Ph.D, yang tercantum sebagai pimpinan BAZNAS, Ketua LTMNU periode 2024–2026, serta Ketua Departemen Pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) DMI Pusat.

Narasumber kedua, Dr. Ismail Hasyim, SH.I., S.Pd., M.Sos, merupakan Ketua DKM Masjid Agung Al Barkah periode 2018–2023, dosen, sekaligus praktisi manajemen masjid dan zakat, infak, sedekah, serta wakaf (ZISWAF).

Berita Terkait

Pendampingan Hukum bagi Masyarakat Yayasan Hijrah Hati Insani
Munas VIII Pemuda ICMI Tetapkan Nurfajri sebagai Ketua Umum
ICMI Gelar National Leadership Camp 2026
Sembilan Bintang Angkat Suara, Kecam Kekerasan Aparat Terhadap Jurnalis
Perkumpulan Vokasi Pendidik dan Komunitas Dosen Silaturahmi ke Rektor UII
Sambut Hari Sumpah Pemuda, PSPPM UIB dan DPN TMI Gelar Dialog Kebangsaan
Wali Kota Bogor Ajak Fatayat NU Berperan dalam Pendidikan dan Pengelolaan Sampah
FKDSI Jalin Kerjasama Strategis dengan PPVI dan PT Alpha Karya Mechatronics

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 12:53 WIB

Pendampingan Hukum bagi Masyarakat Yayasan Hijrah Hati Insani

Selasa, 3 November 2026 - 18:24 WIB

Munas VIII Pemuda ICMI Tetapkan Nurfajri sebagai Ketua Umum

Senin, 2 November 2026 - 17:00 WIB

ICMI Gelar National Leadership Camp 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:33 WIB

MWC NU dan PC DMI Jatiasih Adakan Pelatihan Manajemen Masjid Berbasis Digital

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:41 WIB

Sembilan Bintang Angkat Suara, Kecam Kekerasan Aparat Terhadap Jurnalis

Berita Terbaru

Pendidikan

Menelusuri Sejarah Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Rabu, 4 Nov 2026 - 12:55 WIB