Binanews.id | Yogykarta— Perkuat Kolaborasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, Tanggal 27 Oktober 2026, Pengurus Perkumpulan Pendidik Vokasi Indonesia (PPVI) dan Wakil dari Forum Komunikasi Dosen Seluruh Indonesia (FKDSI) melakukan audiensi dan bersilaturahmi ke Rektorat Universitas Islam Indonesia (UII), di Gedung Yayasan Badan Wakaf UII, Jl. Cik Di Tiro No. 1 Yogyakarta.
Delegasi PPVI dipimpin langsung oleh Ketua Umum Dr. Edy Siswanto, S.Pd., M.Pd. didampingi Dr. Aries Abbas, yang juga dari Penguurus Vokasi FKDSI. Rombongan diterima dengan hangat oleh Wakil Rektor 1 UII, Prof. Dr. Riyanto, ST., MT.
Dalam pertemuan tersebut, Ketum PPVI menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Kepengurusan Rektor baru UII periode 2025-2030. Semoga di bawah kepemimpinan baru, UII semakin maju dan menjadi kampus pelopor pengembangan vokasi di lingkungan perguruan tinggi Islam.
Selain sebagai ajang silaturahmi dan saling mengenalkan diri, pertemuan ini juga membahas hal-hal strategis, diantaranya :
1. Klarifikasi Nama Organisasi: PPVI menjelaskan bahwa organisasi yang sebelumnya dikenal dengan nama IGVIM, kini kembali ke nama asal sesuai akta notaris dan pengesahan Kemenkumham, yaitu Perkumpulan Pendidik Vokasi Indonesia (PPVI). Masa Kepengurusan Periode 2, tahun 2026-2031.
2. Disampaikan bahwa PPVI telah memasuki masa kepengurusan periode kedua setelah hasil Musyawarah Nasional (Munas 2) yang dilaksanakan pada bulan Juni 2026 lalu. Saat ini proses legalitas sedang dalam tahap penyusunan dan pengesahan di notaris dan Kemenkumham.
3. Rencana Kolaborasi Tri Dharma Perguruan Tinggi: Dosen-dosen vokasi anggota PPVI yang sudah tersertifikasi BNSP sebagai Asesor dan Master Asesor bisa menjadi Dosen Praktisi / Dosen Tamu di Program Diploma, Sarjana Terapan, dan Program Profesi di UII.
4. Dengan pengalaman 80 tahun sebagai PTS tertua, bisa menjadi pembina untuk Pendidikan Profesi Guru Vokasi dan Dosen Vokasi anggota PPVI. Misalnya: Workshop Kurikulum Merdeka Vokasi, Sertifikasi Dosen, dan Pelatihan Metodologi Penelitian, juga program bersama – SMK Go Global ke UII:
5. Lulusan SMK binaan PPVI dari seluruh Indonesia, bisa disalurkan untuk melanjutkan kuliah Sarjana Terapan / Fast Track di UII melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan beasiswa vokasi.
6. PPVI dan LPPM UII bisa melakukan riset bersama tentang Efektivitas TKNV-TKDV Perpres 68 Tahun 2022 di DIY. Hasil riset ini akan sangat berharga untuk Pemerintah Daerah dan KADIN DIY. Selain dosen FKDSI bisa Joint Publication & Jurnal Scopus dengan UII:
7. Anggota PPVI yang rata-rata guru SMK dan dosen vokasi butuh bimbingan publikasi. UII bisa memfasilitasi Clinic Jurnal Internasional Bereputasi. Target: 10 artikel Scopus bersama PPVI-UII per tahun.
8. UII punya Badan Wakaf yang kuat. PPVI punya jaringan SMK dan industri. Bisa kembangkan riset Model Teaching Factory Hijau Berbasis Wakaf Produktif – ini sangat unik dan belum ada di Indonesia.
9. PPVI melalui LSP P3 TOI, bisa bermitra dengan Direktorat Pengabdian Masyarakat UII untuk melakukan Uji Kompetensi Gratis bagi 1000 Pemuda Masjid, Guru SMK Muhammadiyah, dan Santri Pondok di DIY.
10. Membuat Desa Binaan Bersama PPVI-UII. Misalnya desa di Sleman atau Bantul dibina menjadi Desa Vokasi Mandiri – warganya dilatih, disertifikasi BNSP, dan dihubungkan dengan industri anggota KADIN. Penguatan Organisasi, UII bisa membantu PPVI dalam proses legalitas periode 2 di Kemenkumham, penyusunan AD/ART, dan pembentukan DPW PPVI DIY yang berkantor di UII.
Pertemuan awal ini membahas peluang kemajuan bersama dan rencana kolaborasi dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi antara UII dengan organisasi profesi PPVI. Baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada penguatan pendidikan vokasi. Apa yang bisa dikolaborasikan dengan PPVI akan dibahas secara teknis pada pertemuan lanjutan.
Dengan pertemuan ini, diharapkan sinergi antara PPVI sebagai organisasi profesi pendidik vokasi dengan UII sebagai salah satu PTS tertua dan terkemuka di Indonesia dapat segera ditindaklanjuti dalam program-program nyata untuk memajukan pendidikan vokasi Indonesia. (Ted)








