Binanews.id | Bogor – Musyawarah Nasional (Munas) VIII Pemuda Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) menetapkan Nurfajri Budi Nugroho, S.E., M.S.M. sebagai Ketua Umum Majelis Pengurus Pusat (MPP) Pemuda ICMI periode 2026–2031. Munas yang digelar di Gedung Gemomik BRIN, Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu (1/11/2026) ini juga menetapkan Dr. dr. Andi Alfian Zainuddin, M.KM. sebagai Sekretaris Jenderal dan Hendri Sabeth, S.T. sebagai Bendahara Umum.
Kepemimpinan baru ini menggantikan Dr. Ismail Rumadan, S.H., M.H. yang memimpin Pemuda ICMI pada periode 2021–2026.
Munas VIII mengusung tema “Pemuda ICMI Mempertegas Komitmen Kecendekiawanan dan Mengawal Tujuan Bernegara”. Forum ini menjadi momentum regenerasi kepemimpinan sekaligus konsolidasi organisasi cendekiawan muda Muslim yang memiliki jaringan kepengurusan di 32 provinsi dan 80 kabupaten/kota, serta di sejumlah negara di Eropa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Usai terpilih, Nurfajri menegaskan bahwa Pemuda ICMI harus kuat secara struktural, kaya gagasan, dan nyata dalam pengabdian. Menurutnya, semangat kecendekiawanan perlu dihidupkan lewat tradisi berpikir kritis, integritas moral, dan keberanian menghadirkan solusi bagi persoalan bangsa. Ia juga mengajak seluruh kader menjadikan motto ICMI, “Bersatu, Berjuang, Beramal”, sebagai semangat bersama membangun soliditas dan kerja nyata bagi masyarakat.
Nurfajri menambahkan, Pemuda ICMI akan menjalankan fungsi korektif terhadap berbagai persoalan bangsa tanpa menjadi oposisi politik. Loyalitas utama cendekiawan muda, katanya, adalah kepada kebenaran, ilmu pengetahuan, keadilan, kemanusiaan, dan kepentingan publik.
Sementara itu, Sekjen terpilih Andi Alfian Zainuddin menekankan pentingnya penguatan tata kelola organisasi, konsolidasi nasional, dan kaderisasi yang berkelanjutan. Ia berharap program kerja Pemuda ICMI semakin terukur dan memberi dampak langsung bagi masyarakat.
Bendahara Umum terpilih, Hendri Sabeth, mengajak seluruh kader Pemuda ICMI di seluruh Indonesia untuk bersama-sama memperkuat kesolidan organisasi. Menurutnya, perbedaan pandangan dan latar belakang harus menjadi kekuatan, bukan pemisah, sehingga seluruh pengurus pusat, wilayah, hingga daerah dapat bergerak serempak, saling mendukung, dan bekerja dalam satu barisan demi kemajuan Pemuda ICMI.
Hasil Munas juga merekomendasikan agar Pemuda ICMI aktif mengembangkan kajian dan evaluasi kebijakan publik berbasis bukti ilmiah, terutama di sektor pendidikan, ekonomi, pangan, energi, kesehatan, teknologi, dan tata kelola pemerintahan.
Melalui kepemimpinan baru ini, Pemuda ICMI berkomitmen memperkuat konsolidasi nasional, melahirkan kader cendekiawan muda, dan memperluas kontribusi dalam pembangunan Indonesia.








