AISOFOLL Ke-17 Dorong Pembelajaran Bahasa Berbantuan Teknologi

Bisyral

- Redaksi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Jakarta- Perkembangan teknologi digital membuka peluang baru dalam pembelajaran bahasa. Namun, pemanfaatannya perlu diimbangi dengan penguatan literasi, kemampuan berpikir kritis, serta pembentukan karakter siswa.

Hal tersebut menjadi fokus pembahasan dalam Annual International Symposium of Foreign Language Learning (AISOFOLL) ke-17 yang diselenggarakan SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) di Jakarta, Selasa (27/10/26).

Mengusung tema “Shaping Future Generations: Strengthening Technology-Enhanced Language Teaching on Literacy and Character Development”, simposium ini mempertemukan guru, tenaga kependidikan, peneliti, dan praktisi pendidikan bahasa untuk membahas pemanfaatan teknologi yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelaksana Tugas (Plt.) Biro Kerja Sama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Lukmanul Hakim, menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas guru dalam menghadapi perkembangan teknologi di dunia pendidikan.

Menurutnya, guru perlu mendapatkan kesempatan untuk memperkuat pengetahuan pedagogis serta kemampuan memilih dan menggunakan teknologi secara tepat dalam proses pembelajaran.

“Kemendikdasmen terus mendukung pengembangan profesional guru, antara lain dalam bidang Pembelajaran Mendalam, bahasa Inggris, literasi dan numerasi, kepemimpinan sekolah, serta Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM),” ujar Lukmanul.

Baca Juga:  Sah! IUQI Naik Level Menjadi Universitas Islam Bogor

Ia berharap pengembangan kompetensi tersebut dapat mendorong pemanfaatan teknologi secara lebih luas sekaligus membantu guru mengambil keputusan yang tepat dalam mendukung pembelajaran.

Direktur SEAQIL, Brian Arieska Pranata, juga menekankan bahwa ketersediaan perangkat dan aplikasi digital harus diimbangi dengan kemampuan guru dalam menggunakannya secara bijak dan efektif.

Menurut Brian, diskusi, kolaborasi, serta pengembangan profesional menjadi langkah penting untuk membantu pendidik beradaptasi dengan perubahan teknologi.

“Teknologi memberi kita lebih banyak alat, tetapi tidak secara otomatis mengajarkan kita cara menggunakannya dengan tepat,” kata Brian.

Ia mengajak peserta simposium untuk berbagi pengalaman dan mengembangkan gagasan yang dapat diterapkan di ruang kelas maupun lembaga pendidikan masing-masing.

Dalam pembelajaran bahasa, pemanfaatan teknologi diharapkan mampu meningkatkan kemampuan siswa membaca secara kritis, berkomunikasi secara efektif, serta menggunakan informasi secara bertanggung jawab.

Brian turut menyoroti penggunaan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin memudahkan siswa menghasilkan teks dan menemukan ide.

Menurutnya, kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis, memverifikasi informasi, dan bertanggung jawab atas karya yang dihasilkan.

Baca Juga:  KKM UIB Gelar Workshop Pupuk Cair dari Limbah Dapur di Gunung Bunder

Pembelajaran bahasa juga dinilai memiliki peran penting dalam menumbuhkan sikap saling menghormati dan kemampuan berkomunikasi di tengah keberagaman.

Sementara itu, pembicara utama dari Mahidol University, Thailand, Aphiwit Liang-Itsara, menyoroti pentingnya menghubungkan penggunaan teknologi dengan motivasi serta tujuan siswa dalam mempelajari bahasa.

Ia menjelaskan, ketertarikan terhadap aplikasi baru perlu diarahkan menjadi motivasi belajar jangka panjang melalui kegiatan yang relevan dengan pengalaman dan kebutuhan peserta didik.

“Teknologi menjadi bermakna dalam pembelajaran ketika terhubung dengan tujuan, pengalaman, identitas, dan alasan siswa mempelajari bahasa,” jelas Aphiwit.

AISOFOLL ke-17 menghadirkan enam pembicara utama dari berbagai institusi dalam dan luar negeri, yakni Amin Davoodi dari University of Wyoming, Amerika Serikat; Aphiwit Liang-Itsara dari Mahidol University, Thailand; Ju Seong Lee dari The Education University of Hong Kong, China; Ni Komang Arie Suwastini dari Universitas Pendidikan Ganesha, Indonesia; Suzanne Choo dari National Institute of Education, Nanyang Technological University, Singapura; serta Vinh To dari University of Tasmania, Australia.

Baca Juga:  Perluas Jejaring, UIB Bogor dan UNIDA Gontor Jalin Kerja Sama

Dari enam pembicara tersebut, empat hadir secara langsung, sedangkan dua lainnya mengikuti kegiatan secara daring.

Simposium ini diikuti 390 peserta dari 16 negara di Asia, Eropa, dan Afrika. Sebanyak 45 peserta hadir secara luring, sementara 345 peserta lainnya mengikuti kegiatan secara daring.

Selain diskusi utama, kegiatan ini menghadirkan 12 pemakalah dari institusi di Indonesia, Malaysia, Timor-Leste, dan Taiwan. Makalah yang dipresentasikan telah melalui proses seleksi dari 57 pengajuan dan direncanakan dipublikasikan melalui Proceeding Of AISOFOLL (PROCAIS).

Guru, tenaga kependidikan, peneliti, dan praktisi pendidikan bahasa dapat mengakses hasil penelitian serta praktik baik pembelajaran melalui laman resmi PROCAIS di https://www.procais.qiteplanguage.org/index.php/proceeding.

Melalui simposium dan publikasi ilmiah tersebut, SEAQIL berupaya memperluas pertukaran pengetahuan serta mendorong penerapan praktik pembelajaran bahasa yang inovatif, kritis, dan berorientasi pada pengembangan karakter siswa.

Upaya ini sekaligus memperkuat peran SEAQIL sebagai pusat regional pengembangan kompetensi guru dan tenaga kependidikan bidang bahasa di Asia Tenggara.

Berita Terkait

Menelusuri Sejarah Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
Kemendikdasmen Dukung Literasi Media Anak yang Diluncurkan UNESCO
Kang Abik di Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami Berbagi Tips Perkuat Literasi Santri
Tren AI di Dunia Pendidikan Meningkat, Sanksi Tegas Mulai Diterapkan
Kemendikdasmen Bekali Guru untuk Tanggap Bencana Soal
Prof. J.M. Muslimin: Santri Bukan Generasi yang Tertinggal oleh Zaman
Pemkot Bogor akan Pindahkan Sekolah Rakyat di Kawasan Rancamaya
Dr. Faisal Rachmat Kembangkan Media Maze Tingkatkan Motorik Anak Berkebutuhan Khusus

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 12:55 WIB

Menelusuri Sejarah Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:23 WIB

Kemendikdasmen Dukung Literasi Media Anak yang Diluncurkan UNESCO

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:16 WIB

AISOFOLL Ke-17 Dorong Pembelajaran Bahasa Berbantuan Teknologi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Kang Abik di Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami Berbagi Tips Perkuat Literasi Santri

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:03 WIB

Tren AI di Dunia Pendidikan Meningkat, Sanksi Tegas Mulai Diterapkan

Berita Terbaru

Pendidikan

Menelusuri Sejarah Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Rabu, 4 Nov 2026 - 12:55 WIB