KKM UIB Gelar Workshop Pupuk Cair dari Limbah Dapur di Gunung Bunder

Siti Sarifah (Mahasiswa BKPI UIB)

Irwan Maulana

- Redaksi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:03 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor–Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIB yang berlokasi di Desa Gunung Bunder 2, khususnya Kampung Kebon Kopi, melaksanakan kegiatan edukatif bertajuk “Workshop Pupuk Cair Limbah Dapur sekaligus Pengenalan Produk Tepung Ubi Ungu” pada Selasa, 25 Agustus 2026. Kegiatan yang dilaksanakan di Rumah Bu Yuyun selaku Ketua Kader di RW 07, pada pukul 16.00 WIB tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung ketahanan pangan dan pemanfaatan potensi lokal masyarakat.

Kegiatan ini mengangkat dua fokus utama, yaitu pemanfaatan sampah dapur menjadi pupuk organik cair (POC) dan sosialisasi pengolahan ubi menjadi tepung, khususnya ubi ungu yang menjadi salah satu komoditas potensial di wilayah setempat. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKM berupaya memperkenalkan inovasi sederhana yang dapat diterapkan masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.

Pada sesi pertama, masyarakat diperkenalkan pada konsep pengelolaan limbah organik rumah tangga melalui pembuatan pupuk cair. Sampah dapur yang selama ini kerap dipandang sebagai limbah dapat diolah kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna bagi tanaman. Pengolahan tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi jumlah sampah organik yang dibuang sekaligus mendorong masyarakat untuk menerapkan pola pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.

Baca Juga:  Giat KKM UIB Identifikasi Sarana dan Prasarana MI Muhammadiyah 01 Cibitung Wetan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemanfaatan limbah dapur menjadi pupuk cair juga memiliki keterkaitan erat dengan sektor pertanian dan ketahanan pangan. Pupuk yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk membantu pemeliharaan tanaman di lingkungan rumah maupun lahan pertanian masyarakat. Dengan demikian, pengelolaan sampah tidak hanya menjadi upaya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat diarahkan untuk mendukung produktivitas pangan secara berkelanjutan.

Selain pengolahan limbah, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan produk tepung ubi ungu. Ubi yang selama ini lebih banyak dikonsumsi dalam bentuk segar diperkenalkan sebagai bahan baku yang dapat diolah menjadi produk pangan dengan bentuk dan nilai ekonomi yang lebih beragam. Pengolahan ubi menjadi tepung tentunya juga memiliki peluang untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal. Tepung ubi dapat digunakan sebagai bahan dasar maupun campuran berbagai produk olahan pangan, sehingga masyarakat tidak hanya bergantung pada penjualan ubi dalam bentuk mentah. Inovasi tersebut diharapkan dapat membuka peluang pengembangan produk lokal sekaligus mendorong tumbuhnya kreativitas dan kemandirian ekonomi masyarakat.

Baca Juga:  KKM 04 IUQI Bogor Gelar Pelatihan Pengurusan Jenazah bersama MUI Cibitung Wetan

Kegiatan ini mendapat respon yang baik dari ketua RW setempat, beliau menyampaikan, “Betul apa yang disampaikan oleh kakak-kakak mahasiswa terkait tanaman ubi ini, karena memang di desa ini, pamanfaatan terhadap ubi masih sangat minim dan terkadang dibuang begitu saja, walaupun diolah, itupun hanya berupa produk biasa pada umumnya yang kurang bervariasi seperti keripik. Namun dengan adanya inovasi yang dibawakan  oleh kakak-kakak mahasiswa dari KKM UIB, diharapkan dapat memaksimalkan pemanfaatan dari ubi tersebut…”. Dalam penuturan isi sambutannya.

Melalui rangkaian kegiatan ini, kelompok KKM UIB berupaya menghubungkan dua aspek penting dalam ketahanan pangan, yaitu pemanfaatan sumber daya lokal dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan. Sampah organik rumah tangga yang sebelumnya tidak memiliki nilai dapat dimanfaatkan menjadi pupuk, sementara komoditas ubi yang tersedia di lingkungan masyarakat dapat dikembangkan menjadi produk pangan dengan nilai tambah.

Semangat kegiatan ini terangkum dalam pesan “Ubah Limbah Jadi Berkah, Inovasi Sederhana untuk Lingkungan Berkelanjutan.” Pesan tersebut menjadi gambaran bahwa upaya mendukung ketahanan pangan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Langkah sederhana seperti mengolah sampah dapur dan mengembangkan komoditas lokal dapat menjadi bagian dari gerakan yang lebih luas dalam membangun lingkungan dan masyarakat yang mandiri.

Baca Juga:  125 Tim Adu Gagasan di OPSI 2026, UMJ Jadi Panggung Peneliti Muda Indonesia

Bagi kelompok KKM UIB Gunung bunder 2, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Kampung Kebon Kopi. Dalam pelaksanaannya juga kami mendemonstrasikan pembuatan produk hasil makanan yang dibuat dari tepung ubi menjadi fan cake cokelat ubi ungu yang rasanya diminati oleh semua kalangan agar khasiat dari ubi ungu dapat dirasakan langsung manfaatnya. Pengetahuan mengenai pengolahan limbah dan diversifikasi produk ubi diharapkan dapat terus diterapkan, dikembangkan, dan bahkan menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat.

Melalui program tersebut, KKM UIB di Desa Gunung Bunder kembali menegaskan peran mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat yang turut mendorong lahirnya inovasi berbasis potensi lokal. Ketahanan pangan, kelestarian lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan melalui pemanfaatan sumber daya yang ada di sekitar.

Editor : Fathurroji

Berita Terkait

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi
Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor
Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026
Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin
Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027
Jangan Sepelekan Ijazah SMA, Dokumen Ini Bisa Perluas Peluang Karier
Ditjen Pesantren Gandeng Kemnaker Buka Akses Pelatihan Vokasi bagi Santri
Pentingnya Belajar Bahasa Inggris di Era Digital

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:48 WIB

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB