Binanews.id | Bogor–Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIB yang berlokasi di Desa Gunung Bunder 2, khususnya Kampung Kebon Kopi, melaksanakan kegiatan edukatif bertajuk “Workshop Pupuk Cair Limbah Dapur sekaligus Pengenalan Produk Tepung Ubi Ungu” pada Selasa, 25 Agustus 2026. Kegiatan yang dilaksanakan di Rumah Bu Yuyun selaku Ketua Kader di RW 07, pada pukul 16.00 WIB tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung ketahanan pangan dan pemanfaatan potensi lokal masyarakat.
Kegiatan ini mengangkat dua fokus utama, yaitu pemanfaatan sampah dapur menjadi pupuk organik cair (POC) dan sosialisasi pengolahan ubi menjadi tepung, khususnya ubi ungu yang menjadi salah satu komoditas potensial di wilayah setempat. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKM berupaya memperkenalkan inovasi sederhana yang dapat diterapkan masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.
Pada sesi pertama, masyarakat diperkenalkan pada konsep pengelolaan limbah organik rumah tangga melalui pembuatan pupuk cair. Sampah dapur yang selama ini kerap dipandang sebagai limbah dapat diolah kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna bagi tanaman. Pengolahan tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi jumlah sampah organik yang dibuang sekaligus mendorong masyarakat untuk menerapkan pola pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemanfaatan limbah dapur menjadi pupuk cair juga memiliki keterkaitan erat dengan sektor pertanian dan ketahanan pangan. Pupuk yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk membantu pemeliharaan tanaman di lingkungan rumah maupun lahan pertanian masyarakat. Dengan demikian, pengelolaan sampah tidak hanya menjadi upaya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat diarahkan untuk mendukung produktivitas pangan secara berkelanjutan.
Selain pengolahan limbah, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan produk tepung ubi ungu. Ubi yang selama ini lebih banyak dikonsumsi dalam bentuk segar diperkenalkan sebagai bahan baku yang dapat diolah menjadi produk pangan dengan bentuk dan nilai ekonomi yang lebih beragam. Pengolahan ubi menjadi tepung tentunya juga memiliki peluang untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal. Tepung ubi dapat digunakan sebagai bahan dasar maupun campuran berbagai produk olahan pangan, sehingga masyarakat tidak hanya bergantung pada penjualan ubi dalam bentuk mentah. Inovasi tersebut diharapkan dapat membuka peluang pengembangan produk lokal sekaligus mendorong tumbuhnya kreativitas dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Kegiatan ini mendapat respon yang baik dari ketua RW setempat, beliau menyampaikan, “Betul apa yang disampaikan oleh kakak-kakak mahasiswa terkait tanaman ubi ini, karena memang di desa ini, pamanfaatan terhadap ubi masih sangat minim dan terkadang dibuang begitu saja, walaupun diolah, itupun hanya berupa produk biasa pada umumnya yang kurang bervariasi seperti keripik. Namun dengan adanya inovasi yang dibawakan oleh kakak-kakak mahasiswa dari KKM UIB, diharapkan dapat memaksimalkan pemanfaatan dari ubi tersebut…”. Dalam penuturan isi sambutannya.
Melalui rangkaian kegiatan ini, kelompok KKM UIB berupaya menghubungkan dua aspek penting dalam ketahanan pangan, yaitu pemanfaatan sumber daya lokal dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan. Sampah organik rumah tangga yang sebelumnya tidak memiliki nilai dapat dimanfaatkan menjadi pupuk, sementara komoditas ubi yang tersedia di lingkungan masyarakat dapat dikembangkan menjadi produk pangan dengan nilai tambah.
Semangat kegiatan ini terangkum dalam pesan “Ubah Limbah Jadi Berkah, Inovasi Sederhana untuk Lingkungan Berkelanjutan.” Pesan tersebut menjadi gambaran bahwa upaya mendukung ketahanan pangan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Langkah sederhana seperti mengolah sampah dapur dan mengembangkan komoditas lokal dapat menjadi bagian dari gerakan yang lebih luas dalam membangun lingkungan dan masyarakat yang mandiri.
Bagi kelompok KKM UIB Gunung bunder 2, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Kampung Kebon Kopi. Dalam pelaksanaannya juga kami mendemonstrasikan pembuatan produk hasil makanan yang dibuat dari tepung ubi menjadi fan cake cokelat ubi ungu yang rasanya diminati oleh semua kalangan agar khasiat dari ubi ungu dapat dirasakan langsung manfaatnya. Pengetahuan mengenai pengolahan limbah dan diversifikasi produk ubi diharapkan dapat terus diterapkan, dikembangkan, dan bahkan menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat.
Melalui program tersebut, KKM UIB di Desa Gunung Bunder kembali menegaskan peran mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat yang turut mendorong lahirnya inovasi berbasis potensi lokal. Ketahanan pangan, kelestarian lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan melalui pemanfaatan sumber daya yang ada di sekitar.
Editor : Fathurroji









