Demo Mahasiswa di Istana Bogor Soroti Karhutla, Pendidikan, dan Korupsi

Bisyral

- Redaksi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:10 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

0-4096x2304-0-0-{}-0-24#

0-4096x2304-0-0-{}-0-24#

Binanews.id | Bogor- Mahasiswa mengangkat sejumlah persoalan nasional, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pendidikan, hingga praktik korupsi yang dinilai semakin terang-terangan. Isu-isu tersebut menjadi sorotan dalam agenda yang dilaksanakan di depan Istana Bogor, Kota Bogor, Selasa (20/10/2026).

Agenda tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyuarakan kepedulian terhadap berbagai persoalan yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, sekaligus mendorong pemerintah agar lebih serius dalam menjalankan tanggung jawabnya kepada publik.

Dalam isu karhutla, mahasiswa menyoroti dampak kebakaran hutan dan lahan terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, serta keberlangsungan pendidikan. Kabut asap akibat karhutla dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk proses belajar mengajar, sehingga diperlukan langkah pencegahan dan penanganan yang lebih efektif.

Baca Juga:  Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban sesuai Syariat Islam

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, sektor pendidikan turut menjadi perhatian. Mahasiswa memandang pendidikan sebagai hak dasar masyarakat yang harus dipenuhi secara adil dan merata. Pemerintah diharapkan mampu memastikan akses pendidikan yang berkualitas serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung perkembangan generasi muda.

Persoalan korupsi juga menjadi sorotan dalam agenda tersebut. Praktik korupsi dinilai menjadi ancaman serius bagi keadilan sosial dan pembangunan nasional, terutama ketika anggaran yang seharusnya digunakan untuk kepentingan masyarakat justru disalahgunakan.

Baca Juga:  Kejar Target Kurikulum atau Ciptakan Sekolah Bebas Kekerasan, Mana yang Lebih Penting?

Mahasiswa menilai pemberantasan korupsi tidak cukup hanya melalui pernyataan atau penindakan terhadap kasus tertentu. Diperlukan transparansi dalam pengelolaan anggaran, pengawasan yang kuat, penegakan hukum yang adil, serta pertanggungjawaban pejabat publik atas setiap kebijakan dan penggunaan uang negara.

Sorotan terhadap korupsi yang dianggap semakin terang-terangan juga mencerminkan tuntutan agar penyelenggaraan negara berjalan secara terbuka dan dapat diawasi masyarakat. Setiap dugaan penyalahgunaan kekuasaan perlu ditindaklanjuti berdasarkan bukti dan melalui proses hukum yang berlaku.

Melalui agenda di depan Istana Bogor, mahasiswa diharapkan dapat memperkuat peran sebagai bagian dari masyarakat sipil yang kritis terhadap kebijakan publik. Penyampaian aspirasi tersebut juga menjadi pengingat bahwa persoalan lingkungan, pendidikan, dan korupsi saling berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga:  Hari Kebangkitan Nasional 2026, Bupati Bogor Ajak Warga Bijak Gunakan Media Sosial

Mahasiswa mendorong agar pemerintah tidak hanya memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut, tetapi juga menghadirkan langkah nyata yang dapat dirasakan masyarakat. Penanganan karhutla, pemerataan pendidikan, dan pemberantasan korupsi membutuhkan komitmen berkelanjutan, transparansi, serta pengawasan publik.

Aspirasi yang disampaikan dalam agenda tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya mendorong pemerintahan yang bertanggung jawab, penegakan hukum yang berkeadilan, serta pembangunan nasional yang berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

Berita Terkait

2 Tahun Prabowo-Gibran: Korupsi Masih Menjadi Persoalan
Akademisi UGM Satyawan Pudyatmoko, Diangkat Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut
Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Saluran Pembayaran Gaji PNS dan Pensiunan
Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian
Kemanag Buka Pengajuan Bantuan Masjid dan Mushola, Ini Syarat dan Jadwalnya
Mendikdasmen Tekankan Peran Pengawas Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan
Kemendikdasmen Susun Skema Siswa Tak Otomatis Naik Kelas, Ini Respons Kemenag
Transformasi Desa: Mengubah Posisi Desa dari Obyek Menjadi Subyek Pembangunan

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:10 WIB

Demo Mahasiswa di Istana Bogor Soroti Karhutla, Pendidikan, dan Korupsi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:06 WIB

2 Tahun Prabowo-Gibran: Korupsi Masih Menjadi Persoalan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Akademisi UGM Satyawan Pudyatmoko, Diangkat Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Saluran Pembayaran Gaji PNS dan Pensiunan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Berita Terbaru

Bisnis

IHSG Melemah, Ini Sejumlah Penyebab yang Perlu Diketahui

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:07 WIB

Nasional

2 Tahun Prabowo-Gibran: Korupsi Masih Menjadi Persoalan

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:06 WIB