Binanews.id | Bogor- Mahasiswa mengangkat sejumlah persoalan nasional, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pendidikan, hingga praktik korupsi yang dinilai semakin terang-terangan. Isu-isu tersebut menjadi sorotan dalam agenda yang dilaksanakan di depan Istana Bogor, Kota Bogor, Selasa (20/10/2026).
Agenda tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyuarakan kepedulian terhadap berbagai persoalan yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, sekaligus mendorong pemerintah agar lebih serius dalam menjalankan tanggung jawabnya kepada publik.
Dalam isu karhutla, mahasiswa menyoroti dampak kebakaran hutan dan lahan terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, serta keberlangsungan pendidikan. Kabut asap akibat karhutla dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk proses belajar mengajar, sehingga diperlukan langkah pencegahan dan penanganan yang lebih efektif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, sektor pendidikan turut menjadi perhatian. Mahasiswa memandang pendidikan sebagai hak dasar masyarakat yang harus dipenuhi secara adil dan merata. Pemerintah diharapkan mampu memastikan akses pendidikan yang berkualitas serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung perkembangan generasi muda.
Persoalan korupsi juga menjadi sorotan dalam agenda tersebut. Praktik korupsi dinilai menjadi ancaman serius bagi keadilan sosial dan pembangunan nasional, terutama ketika anggaran yang seharusnya digunakan untuk kepentingan masyarakat justru disalahgunakan.
Mahasiswa menilai pemberantasan korupsi tidak cukup hanya melalui pernyataan atau penindakan terhadap kasus tertentu. Diperlukan transparansi dalam pengelolaan anggaran, pengawasan yang kuat, penegakan hukum yang adil, serta pertanggungjawaban pejabat publik atas setiap kebijakan dan penggunaan uang negara.
Sorotan terhadap korupsi yang dianggap semakin terang-terangan juga mencerminkan tuntutan agar penyelenggaraan negara berjalan secara terbuka dan dapat diawasi masyarakat. Setiap dugaan penyalahgunaan kekuasaan perlu ditindaklanjuti berdasarkan bukti dan melalui proses hukum yang berlaku.
Melalui agenda di depan Istana Bogor, mahasiswa diharapkan dapat memperkuat peran sebagai bagian dari masyarakat sipil yang kritis terhadap kebijakan publik. Penyampaian aspirasi tersebut juga menjadi pengingat bahwa persoalan lingkungan, pendidikan, dan korupsi saling berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat.
Mahasiswa mendorong agar pemerintah tidak hanya memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut, tetapi juga menghadirkan langkah nyata yang dapat dirasakan masyarakat. Penanganan karhutla, pemerataan pendidikan, dan pemberantasan korupsi membutuhkan komitmen berkelanjutan, transparansi, serta pengawasan publik.
Aspirasi yang disampaikan dalam agenda tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya mendorong pemerintahan yang bertanggung jawab, penegakan hukum yang berkeadilan, serta pembangunan nasional yang berpihak pada kepentingan masyarakat luas.









