Wamenag Romo Syafi’i Sebut Data Akurat Kunci Pemerataan Pendidikan

Tim Redaksi

- Redaksi

Senin, 29 Juni 2026 - 18:56 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bina News | Wakil Menteri Agama, Romo Muhammad Syafi’i, menegaskan bahwa kunci utama pemerataan pendidikan terletak pada validitas data, kualitas tata kelola, dan integritas para penyelenggara di lapangan, bukan sekadar besarnya anggaran.

Sebab, akurasi data di lapangan menjadi penentu utama agar kebijakan efisiensi program dan rehabilitasi infrastruktur pendidikan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dapat berjalan tepat sasaran.

Romo Syafi’i menyebut peningkatan kapasitas aparatur dalam pengelolaan data secara profesional menjadi tantangan krusial saat ini. Ia mengajak jajaran Kementerian Agama untuk mengawal proses ini dengan penuh tanggung jawab.

Baca Juga:  Desil Rendah tapi Bansos Tidak Cair? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jabatan adalah amanah. Kita tidak boleh lengah dalam proses pembangunan pendidikan. Kebijakan yang tepat sasaran hanya bisa lahir dari data yang akurat, dan itu membutuhkan profesionalisme serta integritas dari kita semua,” tutur Wamenag pada Halaqah Pendidikan Berkeadilan di Kampus III Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Senin (29/6/2026).

Baca Juga:  Menkeu Tegaskan Babinsa Tidak Dilibatkan Menagih Pajak Rakyat

Melalui data yang akurat dan tata kelola yang berkeadilan, Wamenag optimistis pendidikan nasional dapat berpijak kokoh pada nilai Pancasila, yaitu menjunjung tinggi nilai kemanusiaan tanpa diskriminasi akses maupun mutu.

“Pendidikan adalah hak setiap orang. Karena itu, apa pun bentuk lembaganya, pendidikan di Indonesia wajib menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan, agar setiap anak bangsa memperoleh kesempatan yang setara untuk berkembang,” lanjutnya.

Baca Juga:  Madat Agama

Melalui fondasi tata kelola yang kuat tersebut, ekosistem pendidikan tinggi diharapkan mampu melahirkan SDM unggul berkarakter Islami dan nasionalis.

Forum dialog yang dihadiri jajaran sivitas akademika UIN Malang ini ditargetkan menghasilkan rekomendasi strategis yang inklusif dan transparan dalam memperkuat tata kelola pendidikan nasional demi menyongsong Indonesia Emas 2045.[]

Berita Terkait

Akademisi UGM Satyawan Pudyatmoko, Diangkat Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut
Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Saluran Pembayaran Gaji PNS dan Pensiunan
Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian
Kemanag Buka Pengajuan Bantuan Masjid dan Mushola, Ini Syarat dan Jadwalnya
Mendikdasmen Tekankan Peran Pengawas Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan
Kemendikdasmen Susun Skema Siswa Tak Otomatis Naik Kelas, Ini Respons Kemenag
Transformasi Desa: Mengubah Posisi Desa dari Obyek Menjadi Subyek Pembangunan
Kemenag dan Al-Azhar Mesir Sepakati Skema Gelar Ganda

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Akademisi UGM Satyawan Pudyatmoko, Diangkat Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Saluran Pembayaran Gaji PNS dan Pensiunan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Kemanag Buka Pengajuan Bantuan Masjid dan Mushola, Ini Syarat dan Jadwalnya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Mendikdasmen Tekankan Peran Pengawas Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan

Berita Terbaru

Pendidikan

Pemkot Bogor akan Pindahkan Sekolah Rakyat di Kawasan Rancamaya

Minggu, 18 Okt 2026 - 17:49 WIB

Pemerintah

Guru PAUD Kota Bogor dapat Kesejahteraan dan Beasiswa Pendidikan

Sabtu, 17 Okt 2026 - 17:36 WIB