Binanews.id | Bogor- Siapa kapten Brasil saat mereka menjuarai Piala Dunia 1994? Pertanyaan itu mendadak ramai dicari. Bukan karena Piala Dunia sedang berlangsung. Bukan pula karena Brasil baru saja mengangkat trofi.
Akan tetapi pertanyaan itu muncul dari sebuah kuis sederhana di gim FC Mobile.
Kuis bertajuk FC Mobile Trivia Brasil Day 4 itu membawa para pemain kembali ke musim panas tahun 1994.
Saat Amerika Serikat menjadi tuan rumah. Saat Brasil dan Italia bertemu di final.
Saat dua raksasa sepak bola dunia saling mengunci permainan selama 120 menit.
Tidak ada gol yang tercipta.
Padahal di lapangan ada beberapa nama-nama besar. Seperti Romario. Kemudian Bebeto. Dan ada juga Roberto Baggio di kubu Italia.
Namun pertandingan berjalan begitu ketat. Terlalu hati-hati dan Terlalu penuh tekanan tentunya.
Akhirnya pemenang harus ditentukan lewat adu penalti.
Brasil menang 3-2.
Tendangan Seorang Roberto Baggio yang melambung di atas mistar menjadi salah satu momen paling ikonik dalam sejarah Piala Dunia.
Brasil pun meraih gelar dunia keempatnya.
Lalu, siapa kapten Brasil saat mereka menjuarai Piala Dunia 1994?
Jawabannya adalah Carlos Caetano Bledorn Verri. Dunia sepak bola mengenalnya dengan satu nama yang lebih sederhana: yaitu Dunga.
Ia bukan pemain paling flamboyan. Bukan pencetak gol terbanyak.
Namun Dunga adalah pemimpin di lapangan. Sosok yang menjaga keseimbangan dalam permainan Brasil dari lini tengah. Karakternya begitu keras.
Disiplinnya tinggi. Ia menjadi simbol semangat juang Tim Samba pada era tersebut.
Maka tidak heran jika namanya kini kembali muncul dalam kuis FC Mobile yang menguji pengetahuan sejarah sepak bola para pemain-pemainnya.
Dalam soal FC Mobile Trivia Brasil Day 4 ini, peserta diminta memilih jawaban dari empat opsi:
1. Romario
2. Dunga
3. Bebeto
4. Rai
Dan bagi yang masih bertanya siapa kapten Brasil saat mereka menjuarai Piala Dunia 1994, jawabannya tetap sama: Dunga.
Nama itu mungkin tidak selalu menjadi sorotan utama ketika orang membicarakan kejayaan Brasil tahun 1994.
Namun tanpa kepemimpinannya, kisah kemenangan di Pasadena bisa jadi berjalan berbeda.
Kadang sejarah tidak hanya ditulis oleh pencetak gol.
Dan Sejarah juga ditulis oleh seorang kapten.[]









