Rimbawati, Dosen UMSU Hadirkan Energi Terbarukan dari Motor Bekas hingga Kotoran Sapi

Tim Redaksi

- Redaksi

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:35 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor–Pembangkit listrik tenaga mikrohidro yang dibangun dosen Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Rimbawati, bersama timnya di Dusun Bintang Asih, Desa Rumah Sumbul, pada 2017 hingga kini masih mengalirkan listrik bagi warga. Selain mikrohidro, Rimbawati mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya serta biogas dari kotoran sapi, termasuk merakit generator dari motor induksi bekas seharga sekitar Rp200 ribu.

Rangkaian kerja tersebut sejalan dengan arah kebijakan Diktisaintek Berdampak, yang mendorong perguruan tinggi berkontribusi langsung terhadap kesejahteraan masyarakat dan kemandirian teknologi nasional.

Rimbawati mengajar di UMSU sejak 2004 dan mengampu mata kuliah Analisis Sistem Tenaga, Energi Baru dan Terbarukan, serta Metode Penelitian. Penelitiannya berfokus pada tiga sumber energi terbarukan, yakni mikrohidro, tenaga surya, dan biogas. Sejak 2015, sejumlah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang ia jalankan bersama tim didanai hibah dari kementerian yang membidangi pendidikan tinggi.

Baca Juga:  Hendi Sofyan Pulang Bukan untuk Mewarisi Jabatan tapi Berkarya

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada 2017, sekitar 30 kepala keluarga di Dusun Bintang Asih belum memiliki akses listrik. Dengan pendanaan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Rimbawati dan tim membangun pembangkit listrik tenaga mikrohidro yang memanfaatkan aliran air di sekitar permukiman warga.

“Dampaknya, yang dulunya mereka tidak mengenal listrik, dari tahun 2017 sampai hari ini mereka sudah dapat mengenyam listrik dari hasil penelitian dan pengabdian yang kami lakukan,” tutur Rimbawati.

Pembangkit di Dusun Bintang Asih kemudian dikembangkan menjadi sistem hibrida. Tim menambahkan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 1.000 watt untuk memperkuat pasokan listrik warga, sehingga pembangkit memanfaatkan dua sumber energi sekaligus, yakni aliran air dan cahaya matahari.

Dalam pengembangan mikrohidro, Rimbawati dan tim juga mengubah motor induksi bekas seharga sekitar Rp200 ribu menjadi generator.

Baca Juga:  Bangkit darj Kegagalan, Mahasiswi UIB Raih Top 6 Duta Baca Kabupaten Bogor 2026

“Dengan harga yang relatif murah, hanya dua ratus ribu rupiah, kami melakukan inovasi dengan mengubah motor induksi tadi menjadi sebuah generator. Kemudian saya aplikasikan untuk membangun pembangkit listrik mikrohidro,” ujarnya.

Rimbawati menilai inovasi di bidang energi terbarukan tidak cukup berhenti sebagai rancangan di atas kertas atau temuan di laboratorium, tetapi harus dapat digunakan masyarakat.

“Bidang-bidang teknik cenderung banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Riset yang kita lakukan bisa langsung diimplementasikan kepada masyarakat,” katanya.

Rimbawati juga menerapkan sistem tenaga surya di kawasan wisata Desa Pematang Johar. Menurut Rimbawati, sistem yang dirancang bersama tim itu menekan biaya listrik di lokasi wisata tersebut hingga 80 persen.

Di Desa Bekium, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Rimbawati dan tim mengembangkan proyek percontohan biogas. Menurut Rimbawati, kotoran sapi dari peternakan di desa tersebut mencapai sekitar 18 ton per hari dan berpotensi mencemari udara serta air apabila tidak diolah.

Baca Juga:  Tri Mumpuni, 'Pahlawan Cahaya' yang Bangun Puluhan Pembangkit Listrik di Pelosok Nusantara

Melalui proyek tersebut, warga mendapat edukasi untuk mengolah limbah ternak menjadi biogas. Gas yang dihasilkan dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga sehingga mengurangi pengeluaran keluarga untuk membeli elpiji.

“Itu cara kami memberikan edukasi kepada masyarakat di Desa Bekium, bahwa limbah peternakan yang terbuang dan menjadi polusi udara maupun polusi air dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan gas bagi kebutuhan keluarga,” jelasnya.

Rimbawati menyebut dukungan UMSU, mulai dari fasilitas laboratorium, bantuan materi, hingga kelengkapan administrasi, turut menopang pelaksanaan penelitian dan pengabdiannya.

Ke depan, ia berencana menggabungkan mikrohidro, tenaga surya, dan biogas menjadi satu sistem energi terpadu.

“Semoga ke depan saya bisa mengolaborasikan mikrohidro, tenaga surya, dan biogas yang berasal dari limbah peternakan maupun limbah rumah tangga menjadi sebuah inovasi yang dapat digunakan masyarakat, khususnya di pedesaan,” harapnya.[]

Sumber Berita: UMSU

Berita Terkait

Ria Rahma Rahayu, Juara Favorit Duta Baca Kabupaten Bogor Lewat Dongeng Nusantara
Tiga Wakil Presiden RI Lulusan Luar Negeri dan Kontribusinya Bagi Bangsa
Tembus 364 Peserta, Zahra Mahasiswi UIB Raih Best Influencer Duta Lingkungan Jabar 2026
Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Jabar Sakola
Bangkit darj Kegagalan, Mahasiswi UIB Raih Top 6 Duta Baca Kabupaten Bogor 2026
Mengenal Lebih Dekat Sosok Ustadz Syam, Guru Besar Filsafat UNIDA Gontor
Aziz Awaludin Alumni Pesantren UQI Raih Dr. Carolyn Kelley Dissertation Award dari UW-Madison
Josephina Masneuw Janwarin: Menjaga Literasi Tetap Hidup di Sekolah

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Tiga Wakil Presiden RI Lulusan Luar Negeri dan Kontribusinya Bagi Bangsa

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Rimbawati, Dosen UMSU Hadirkan Energi Terbarukan dari Motor Bekas hingga Kotoran Sapi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Tembus 364 Peserta, Zahra Mahasiswi UIB Raih Best Influencer Duta Lingkungan Jabar 2026

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Jabar Sakola

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Bangkit darj Kegagalan, Mahasiswi UIB Raih Top 6 Duta Baca Kabupaten Bogor 2026

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB