Ria Rahma Rahayu, Juara Favorit Duta Baca Kabupaten Bogor Lewat Dongeng Nusantara

Tim Redaksi

- Redaksi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:48 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor — Ria Rahma Rahayu, mahasiswi Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) Universitas Islam Bogor (UIB), berhasil meraih gelar Juara Favorit dalam ajang Pemilihan Duta Baca Kabupaten Bogor 2026.

Ajang yang diselenggarakan oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan (Diarpus) Kabupaten Bogor bekerja sama dengan Paguyuban Duta Baca Kabupaten Bogor tersebut berlangsung pada 30 Juni hingga 2 Juli 2026 di Hotel Gumilang, Megamendung, Kabupaten Bogor.

Kegiatan ini bertujuan melahirkan ikon sekaligus motor penggerak untuk meningkatkan indeks literasi, minat baca, dan kegemaran membaca masyarakat di Kabupaten Bogor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Aku tahu potensi yang ada di dalam diri aku. Aku mau membuktikan kemampuan diri aku dan enggak mau membatasi diri aku mau di mana pun aku berada sekarang ini,” ungkap Ria. Semangat tersebut menjadi bagian dari perjalanannya dalam mengembangkan potensi diri hingga meraih gelar Juara Favorit Duta Baca Kabupaten Bogor 2026.

Tumbuh dari Keluarga yang Dekat dengan Pendidikan

Ria merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Ia tumbuh dalam keluarga yang menaruh perhatian besar terhadap pendidikan. Ayahnya yang berprofesi sebagai guru sekolah dasar turut membentuk ketertarikannya terhadap dunia pendidikan sejak kecil.

Kedekatan Ria dengan literasi juga tidak terlepas dari kebiasaan sang ayah yang kerap membawa buku ke rumah untuk dibaca. Kebiasaan sederhana tersebut menjadi salah satu awal tumbuhnya kecintaan Ria terhadap membaca.

Perjalanan pendidikannya dimulai di SDN Hambaro 02, dilanjutkan ke SMPN 2 Leuwisadeng, kemudian MAN 2 Bogor di wilayah Sibanteng. Semasa SMA, Ria aktif dalam kegiatan kepramukaan dan kepanitiaan. Ia juga menjadi bagian dari Unit Warta Sayaga, pengalaman yang memberinya dasar dalam penulisan artikel.

Ketika hendak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, Ria sempat mempertimbangkan dua program studi, yaitu Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) serta Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI). Ia akhirnya memilih BKI karena rasa ingin tahunya terhadap bidang tersebut.

Sempat Setengah Hati Memasuki Dunia Perkuliahan

Perjalanan Ria menuju perguruan tinggi tidak sepenuhnya berjalan sesuai harapan awal. Ia sempat memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di universitas impiannya. Namun, keinginan orang tua agar dirinya tidak merantau membuat Ria akhirnya memilih Universitas Islam Bogor sebagai tempat melanjutkan pendidikan.

Baca Juga:  MOU PSP UIB dan Forpim Lemdikwa UQI, Sepakati Pengembangan SDM

Saat pertama kali memasuki kampus, Ria mengaku belum sepenuhnya menerima keadaan tersebut. Ia bahkan sempat merasa setengah hati karena harus mengubah rencana yang sebelumnya telah dibayangkan.

Seiring berjalannya waktu, Ria mulai menyadari bahwa kesempatan untuk berkembang tidak hanya ditentukan oleh tempat seseorang menempuh pendidikan, tetapi juga oleh kemauan untuk mengenali dan mengembangkan potensi diri.

Pemikiran tersebut mendorongnya untuk lebih berani mengambil kesempatan, mencoba pengalaman baru, dan tidak membatasi kemampuan dirinya hanya karena keadaan awal yang tidak sesuai dengan harapan.

Pengalaman itu kemudian menjadi salah satu pelajaran penting bagi Ria dalam menjalani kehidupan sebagai mahasiswa. Ia memilih untuk memaksimalkan kesempatan yang ada dan membuktikan bahwa dirinya tetap dapat berkembang di lingkungan mana pun.

Berawal dari Hobi Membaca

Keikutsertaan Ria dalam Pemilihan Duta Baca Kabupaten Bogor 2026 berawal dari hobinya membaca. Ia memutuskan untuk mendaftarkan diri dan mengikuti seluruh tahapan seleksi, mulai dari administrasi, wawancara, penulisan motivation letter, hingga karantina.

Dalam proses tersebut, Ria sempat merasa kurang percaya diri ketika melihat peserta lain yang dinilainya memiliki pengalaman lebih banyak. Namun, keraguan itu tidak membuatnya berhenti mengikuti proses seleksi.

Ia justru menjadikan pengalaman tersebut sebagai kesempatan untuk mengasah kembali kemampuan dan kebiasaan yang sempat berkurang selama semester awal perkuliahan. Baginya, mengikuti ajang Duta Baca bukan hanya tentang meraih gelar, tetapi juga tentang menemukan kembali jati diri dan kecintaan terhadap membaca.

Salah satu tantangan yang dihadapinya adalah penulisan motivation letter. Ria perlu mempersiapkan gagasan, memperkuat kebiasaan membaca, dan menyusun tulisan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ia memilih tidak menggunakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam proses penulisan tersebut. Selain mengikuti peraturan penyelenggara, keputusan itu juga berkaitan dengan keinginannya menjaga integritas sebagai peserta Duta Baca.

“Ada peraturan yang enggak memperbolehkan penggunaan AI. Selain itu, untuk menjaga integritasku sendiri sebagai Duta Baca, makanya aku enggak pakai AI,” jelasnya.

Tantangan lain yang dihadapi Ria adalah jarak perjalanan dari rumah menuju lokasi. Ia menyebut perjalanan pulang-pergi membutuhkan waktu sekitar empat jam. Meski demikian, ia tetap menjalani tahapan seleksi hingga selesai.

Meraih Gelar Juara Favorit

Dalam ajang Pemilihan Duta Baca Kabupaten Bogor 2026, para finalis dinilai berdasarkan beberapa aspek, meliputi wawasan literasi, kemampuan komunikasi publik (public speaking), program kerja yang realistis, serta kepribadian.

Baca Juga:  PMB UIB Ummul Qura Jalin Kerja Sama di Sejumlah Pesantren di Cianjur

Menurut keterangan Ria, sekitar 20–25 peserta berhasil lolos sebagai finalis. Sistem kompetisi menggunakan format pasangan putra dan putri untuk kategori juara utama, sementara gelar Juara Favorit diberikan dalam kategori tersendiri.

Dari proses tersebut, Ria berhasil meraih gelar Juara Favorit Duta Baca Kabupaten Bogor 2026. Pencapaian itu menjadi pengalaman penting dalam perjalanan pengembangan dirinya, sekaligus membuka kesempatan untuk berkontribusi lebih jauh dalam kegiatan literasi.

Bagi Ria, proses yang dijalani sejak pendaftaran hingga karantina memberinya pengalaman yang tidak hanya berkaitan dengan kompetisi. Ia juga belajar menghadapi rasa kurang percaya diri, mempersiapkan diri secara mandiri, dan beradaptasi dengan lingkungan yang mempertemukannya dengan peserta lain yang memiliki pengalaman beragam.

Mengembangkan Literasi Melalui Dongeng Nusantara di SLB

Setelah meraih gelar Juara Favorit, Ria berfokus menjalankan program kerja individu sebagai bagian dari kontribusi Duta Baca dalam meningkatkan kesadaran literasi masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, ia sempat menguji coba program yang mengajak masyarakat membaca buku bersama. Namun, program tersebut belum berjalan sesuai harapan karena keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dan rendahnya partisipasi dari kelompok sasaran kegiatan.

Pengalaman tersebut membuat Ria mengevaluasi pendekatan yang digunakan. Ia kemudian mengembangkan program lain bersama rekan-rekannya melalui kegiatan literasi bersama anak-anak di SLB Tunas Kasih 01 Leuwiliang.

Dalam kegiatan tersebut, Ria mengajak teman-temannya untuk terlibat serta membuka kesempatan bagi masyarakat umum untuk menjadi relawan atau volunteer. Kegiatan dilakukan melalui pendekatan yang lebih interaktif, seperti membaca bersama dan membacakan dongeng kepada anak-anak.

Dongeng yang digunakan mengangkat cerita Nusantara. Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak hanya memperkenalkan literasi, tetapi juga menjadi sarana mengenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada anak-anak.

Ria menjelaskan bahwa literasi tidak seharusnya dipahami sebatas kemampuan membaca buku. Menurutnya, literasi juga berkaitan dengan kemampuan seseorang menerima, memahami, dan mengolah informasi yang diperolehnya.

Karena itu, ia tidak semata-mata berfokus pada aktivitas membaca, tetapi juga ingin membangun kedekatan anak-anak dengan dunia literasi melalui pengalaman yang menyenangkan dan sesuai dengan kebutuhan mereka.

Kegiatan tersebut mendapatkan respons positif, termasuk dari masyarakat yang bersedia terlibat sebagai relawan. Kolaborasi menjadi salah satu unsur penting dalam pelaksanaannya karena memungkinkan kegiatan berjalan dengan dukungan berbagai pihak.

Baca Juga:  Anggota DPR, Achmad Ru’yat: Pemekaran Bogor Barat Dinilai Krusial, UIB harus Berperan

Pengalaman itu memberikan pelajaran bagi Ria bahwa program literasi perlu dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan sasaran, ketersediaan sumber daya, dan pendekatan yang mampu menarik partisipasi masyarakat.

Berharap Mahasiswa Semakin Dekat dengan Literasi

Ria juga menaruh perhatian terhadap kesadaran literasi di lingkungan perguruan tinggi. Berdasarkan pengamatannya, mahasiswa memiliki kebiasaan membaca yang beragam. Sebagian sudah menjadikan membaca sebagai kebiasaan, sementara sebagian lainnya belum terlalu dekat dengan aktivitas tersebut.

Ia berharap kesadaran mahasiswa terhadap literasi dapat terus meningkat. Namun, menurutnya, upaya membangun budaya literasi tidak harus dilakukan dengan memaksakan semua orang memiliki minat yang sama terhadap buku.

“Aku enggak menekankan semua orang harus suka baca, karena semua orang punya bakat dan minatnya masing-masing. Tapi, dalam kehidupan kita tuh enggak akan bisa pisah dari yang namanya literasi. Setidaknya, jangan terlalu asing sama literasi,” tuturnya.

Pandangan tersebut menekankan bahwa literasi memiliki cakupan yang lebih luas daripada sekadar kebiasaan membaca. Kemampuan memahami informasi, mengembangkan pengetahuan, dan mengolah apa yang diperoleh juga merupakan bagian penting dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi Ria, lingkungan kampus dapat menjadi ruang untuk membangun kesadaran tersebut. Mahasiswa diharapkan semakin terbuka terhadap berbagai sumber pengetahuan sehingga literasi tidak terasa asing, baik dalam kegiatan akademik maupun kehidupan sehari-hari.

Ayah Menjadi Inspirasi dalam Perjalanan Literasi

Di balik perjalanannya menjadi Duta Baca, Ria menyebut ayahnya sebagai sosok yang paling menginspirasi. Profesi sang ayah sebagai guru serta kebiasaannya membawa buku ke rumah menjadi pengalaman yang turut menumbuhkan kecintaannya terhadap pendidikan dan membaca.

Pengalaman masa kecil tersebut menjadi pengingat bahwa kebiasaan literasi dapat tumbuh dari lingkungan terdekat. Keluarga memiliki peran dalam memperkenalkan buku dan memberikan ruang bagi anak untuk mengenal pengetahuan sejak dini.

Kini, melalui gelar Juara Favorit Duta Baca Kabupaten Bogor 2026 dan program literasi yang dijalankannya, Ria berupaya mengembangkan kecintaan terhadap literasi menjadi kegiatan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh orang lain.

Ia juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa dan generasi muda agar tidak berhenti mengembangkan diri setelah mencapai suatu keberhasilan.

“Jangan mau stuck di tempat yang sama. Jangan puas di satu hal, harus punya rasa bosan, karena kalau enggak punya rasa bosan, kita akan stuck di situ,” pesannya.

Bagi Ria, keberhasilan bukan alasan untuk berhenti melangkah. Sebaliknya, setiap pencapaian dapat menjadi pijakan untuk terus belajar, mengevaluasi diri, dan mencari cara baru untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Perjalanannya menjadi Duta Baca Kabupaten Bogor 2026 memperlihatkan bahwa kecintaan terhadap literasi dapat tumbuh kembali ketika seseorang berani mengambil kesempatan dan mengubah pengalaman pribadi menjadi dorongan untuk berkontribusi kepada masyarakat.[Adhius]

Penulis : Adhius

Editor : Fathurroji

Berita Terkait

Tiga Wakil Presiden RI Lulusan Luar Negeri dan Kontribusinya Bagi Bangsa
Rimbawati, Dosen UMSU Hadirkan Energi Terbarukan dari Motor Bekas hingga Kotoran Sapi
Tembus 364 Peserta, Zahra Mahasiswi UIB Raih Best Influencer Duta Lingkungan Jabar 2026
Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Jabar Sakola
Bangkit darj Kegagalan, Mahasiswi UIB Raih Top 6 Duta Baca Kabupaten Bogor 2026
Mengenal Lebih Dekat Sosok Ustadz Syam, Guru Besar Filsafat UNIDA Gontor
Aziz Awaludin Alumni Pesantren UQI Raih Dr. Carolyn Kelley Dissertation Award dari UW-Madison
Josephina Masneuw Janwarin: Menjaga Literasi Tetap Hidup di Sekolah

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Tiga Wakil Presiden RI Lulusan Luar Negeri dan Kontribusinya Bagi Bangsa

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Rimbawati, Dosen UMSU Hadirkan Energi Terbarukan dari Motor Bekas hingga Kotoran Sapi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Tembus 364 Peserta, Zahra Mahasiswi UIB Raih Best Influencer Duta Lingkungan Jabar 2026

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Jabar Sakola

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Bangkit darj Kegagalan, Mahasiswi UIB Raih Top 6 Duta Baca Kabupaten Bogor 2026

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB