Bangkit darj Kegagalan, Mahasiswi UIB Raih Top 6 Duta Baca Kabupaten Bogor 2026

Tim Redaksi

- Redaksi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:49 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor–Lahir dan tumbuh dalam keluarga sederhana, Amirah Azmi atau akrab dipanggil Mira mengaku bersyukur memiliki orang tua yang selalu mendukungnya. Sang ayah menjalankan usaha bengkel mobil yang melayani cat body, las, ketok, dan berbagai perbaikan lainnya. Sementara itu, sang ibu adalah ibu rumah tangga yang turut membantu membangun dan mengembangkan usaha keluarga.

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 1 Kedaung Wetan, kemudian berlanjut ke SMP Negeri 22 Kota Tangerang. Setelah itu, ia menempuh pendidikan SMK di Pesantren Al-Qur’an Al-Furqon Cimulang, Bogor.

Usai lulus SMK, ia melanjutkan studi ke Universitas Islam Bogor (UIB). Perkenalannya dengan kampus tersebut bermula saat Duta Kampus berkunjung ke sekolahnya. Kunjungan itu membuatnya tertarik untuk berkuliah di sana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Perjalanan pendidikan ini tidak lepas dari doa, dukungan, dan perjuangan orang tua. Kesederhanaan keluarga justru menjadi motivasi terbesar saya untuk terus belajar dan berkembang,” ujarnya kepada BinaNews, beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Dr. Syahidah Rena: Membangun Fondasi Psikologi Pendidikan Islam

Jejak Aktif di Bangku SMK

Selama bersekolah di SMK, Mira dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sekolah dan organisasi. Ia menjadi anggota OSIS dan dipercaya sebagai Wakil Ketua OSIS saat duduk di kelas 2. Dari pengalaman itu, ia belajar tentang kepemimpinan, tanggung jawab, kerja sama, dan cara berkomunikasi dengan orang lain.

Selain di sekolah, ia juga terlibat dalam kepengurusan pesantren selama kurang lebih tiga tahun. Di sana, ia belajar menjadi pribadi yang lebih mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab atas amanah yang diberikan.

Pada masa SMK, ia juga pernah meraih penghargaan sebagai murid berprestasi. Menurutnya, pengalaman berorganisasi dan prestasi tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk dirinya hingga kini.

Dari Keraguan Menuju Panggung Duta Baca

Keputusan Mira mendaftar di UIB sempat diwarnai keraguan dari orang tua dan guru, terutama karena jarak tempuh dari rumah yang cukup jauh. Namun, ia tetap yakin dengan pilihannya dan diterima sebagai mahasiswa baru UIB pada 2023.

Menurutnya, meski berlokasi di Kabupaten Bogor, UIB memiliki kualitas pendidikan yang baik, fasilitas yang mendukung, dan biaya yang terjangkau. Hal itu semakin menguatkan keyakinannya bahwa UIB adalah pilihan yang tepat.

Baca Juga:  Anggota DPR, Achmad Ru’yat: Pemekaran Bogor Barat Dinilai Krusial, UIB harus Berperan

Ia mengenal ajang Duta Baca melalui UKM Perpustakaan Keliling (PUSLING). Beberapa demisioner UKM tersebut pernah mengikuti Duta Baca, dan baginya hal itu selaras karena sama-sama membawa semangat literasi.

Ia pertama kali mengikuti seleksi Duta Baca pada 2024, tetapi hanya mampu melaju hingga tahap wawancara dan tes tulis karena persiapan yang belum matang. Meski sempat kecewa, ia tidak menjadikan kegagalan itu alasan untuk berhenti.

Pada 2026, ia kembali mencoba dengan persiapan lebih baik dan bekal pengalaman dari kegagalan sebelumnya. Ia melewati seluruh tahapan, mulai dari administrasi, wawancara, hingga tes tulis, dan akhirnya berhasil menembus Grand Final.

Menembus Top 6 Duta Baca Kabupaten Bogor

Selama proses seleksi, Mira berusaha tampil aktif, baik dalam bertanya maupun menjawab. Ia mengaku tidak terlalu berekspektasi menjadi juara karena melihat banyak peserta lain yang memiliki kemampuan dan pengalaman luar biasa.

Berkat usaha, doa, dan dukungan orang tua, ia berhasil masuk Top 10. Pada tahap tersebut, dewan juri memberikan studi kasus kepada para peserta. Dengan perasaan campur aduk, ia berusaha menjawab sebaik mungkin hingga akhirnya dinyatakan masuk Top 6 Duta Baca Kabupaten Bogor.

Baca Juga:  Butet Manurung, Mengajar Baca Tulis agar Hutan Tak Dirampas

“Bisa sampai Top 6 saja sudah menjadi pencapaian yang sangat saya syukuri. Memang masih ada Top 1, 2, dan 3, tetapi saya tidak ingin hanya berfokus pada hasil akhir,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa perjalanan ini mengajarkan kegagalan pada 2024 bukanlah akhir. Dari kegagalan itu, ia belajar, mempersiapkan diri, dan akhirnya mendapat kesempatan yang luar biasa.

Literasi di Tengah Riuhnya Distraksi

Menurut Mira, tantangan terbesar anak muda saat ini adalah membangun kebiasaan membaca dan belajar di tengah banyaknya distraksi, terutama dari media sosial. Anak muda memiliki akses informasi yang sangat luas, tetapi tantangannya adalah menjadikan informasi tersebut bermanfaat.

Ia menilai budaya membaca perlu dibangun tidak hanya untuk memenuhi tugas sekolah atau kuliah, tetapi sebagai kebutuhan dan kebiasaan. Dengan membaca, seseorang dapat menambah wawasan, memperluas cara berpikir, dan lebih bijak menyikapi berbagai informasi.

“Literasi bukanlah sesuatu yang membosankan. Literasi bisa menjadi gaya hidup dan ruang bagi anak muda untuk berkembang,” katanya.

Mira menyampaikan pesan di akhir sesi wawancara untuk generasi muda. “Jangan takut dengan proses yang panjang, karena setiap langkah, bahkan kegagalan sekalipun, selalu punya pelajaran. Teruslah mencoba, terus belajar, dan percaya bahwa setiap usaha akan membawa kita lebih dekat pada tujuan,” pungkasnya.[]

Penulis : Siti Nur Rahmah

Editor : Fathurroji

Berita Terkait

Ria Rahma Rahayu, Juara Favorit Duta Baca Kabupaten Bogor Lewat Dongeng Nusantara
Tiga Wakil Presiden RI Lulusan Luar Negeri dan Kontribusinya Bagi Bangsa
Rimbawati, Dosen UMSU Hadirkan Energi Terbarukan dari Motor Bekas hingga Kotoran Sapi
Tembus 364 Peserta, Zahra Mahasiswi UIB Raih Best Influencer Duta Lingkungan Jabar 2026
Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Jabar Sakola
Mengenal Lebih Dekat Sosok Ustadz Syam, Guru Besar Filsafat UNIDA Gontor
Aziz Awaludin Alumni Pesantren UQI Raih Dr. Carolyn Kelley Dissertation Award dari UW-Madison
Josephina Masneuw Janwarin: Menjaga Literasi Tetap Hidup di Sekolah

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Tiga Wakil Presiden RI Lulusan Luar Negeri dan Kontribusinya Bagi Bangsa

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Rimbawati, Dosen UMSU Hadirkan Energi Terbarukan dari Motor Bekas hingga Kotoran Sapi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Tembus 364 Peserta, Zahra Mahasiswi UIB Raih Best Influencer Duta Lingkungan Jabar 2026

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Jabar Sakola

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Bangkit darj Kegagalan, Mahasiswi UIB Raih Top 6 Duta Baca Kabupaten Bogor 2026

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB