Pembelajaran Pasca Bencana di NTT Disesuaikan Kondisi Sekolah

Bisyral

- Redaksi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan, keberlangsungan pembelajaran di daerah terdampak bencana Nusa Tenggara Timur (NTT) perlu disesuaikan dengan kondisi yang dihadapi sekolah.

Sebab, menurut Mu’ti, saat ini yang terpenting adalah menjaga keselamatan guru dsn murid di kawasan bencana.

“Karena itu, pembelajaran yang dilakukan juga mempertimbangkan keselamatan guru dan murid. Salah satunya menggunakan sistem pembelajaran darurat dengan kurikulum darurat,” kata Mu’ti dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (20/8/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan data Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) per 19 Agustus 2026, sebanyak 512 sekolah di tujuh kabupaten terdampak bencana.

Terdiri dari 94.452 murid serta 8.755 guru dan tenaga kependidikan.

Baca Juga:  Kemendikdasmen dan BNPT Kolaborasi Cegah Ekstremisme Berbasis Kekerasan di Satuan Pendidikan

Dampak bencana juga menyebabkan 52.268 murid di 276 sekolah terganggu pembelajaran akibat sekolah diliburkan, dan pembelajaran dilakukan di rumah masing-masing dan di titik pengungsian.

Mu’ti menambahkan, bantuan dukungan untuk proses pembelajaran sudah bergerak ke beberapa wilayah terdampak bencana.

Bahkan di Labuan Bajo yang membawa bantuan untuk mendukung keberlangsungan pembelajaran bagi warga sekolah yang terdampak sudah tiba. “Tim Kemendikdasmen yang sudah sampai di Labuan Bajo telah membawa bantuan yang berisi 2.000 paket bingkisan anak, 800 school kit, dan 70 family kit untuk mendukung pembelajaran di masa darurat,” ujarnya.

Selain bantuan, Kemendikdasmen juga menyiapkan panduan pembelajaran di masa darurat di NTT.

Baca Juga:  Karhutla Picu Kabut Asap Tebal, Jarak Pandang Semakin Terbatas

Panduan ini disusun dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan satuan pendidikan yang terdampak bencana.

“Kami memastikan mereka tetap mendapatkan dukungan agar proses pembelajaran dapat terus berlangsung dan hak belajar murid tetap terpenuhi, meskipun berada dalam kondisi yang penuh keterbatasan,” kata Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Toni Toharudin

Toni mengatakan bahwa pembelajaran tidak harus berlangsung dengan pola yang sama seperti dalam kondisi normal.

Sekolah diberikan ruang untuk menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran berdasarkan tingkat kerusakan, ketersediaan sarana dan prasarana, kondisi murid dan guru, serta situasi lingkungan sekitar.

Dalam pelaksanaannya, sekolah juga dapat memprioritaskan materi pembelajaran yang esensial dan relevan dengan kondisi murid.

Baca Juga:  GIAD Desak Revisi UU Pemilu Jelang Pemilihan Umum 2029

Dukungan psikososial, keselamatan diri, literasi dan numerasi dasar, serta pemulihan rutinitas belajar menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.

Metode pembelajaran juga dapat disesuaikan, baik melalui pembelajaran tatap muka secara terbatas, pembelajaran mandiri, maupun metode lain yang memungkinkan sesuai dengan kondisi dan sumber daya yang tersedia.

Selain aspek akademik, panduan ini juga menempatkan aspek psikososial sebagai bagian penting dari proses pemulihan karena bencana dapat memberikan dampak emosional bagi murid, guru, dan tenaga kependidikan.

Demi mendukung implementasi di lapangan, Kemendikdasmen juga menyediakan contoh-contoh pembelajaran yang dapat menjadi inspirasi bagi sekolah dalam merancang kegiatan belajar sesuai kondisi pascabencana.

Editor : Fathurroji

Berita Terkait

Akademisi UGM Satyawan Pudyatmoko, Diangkat Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut
Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Saluran Pembayaran Gaji PNS dan Pensiunan
Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian
Kemanag Buka Pengajuan Bantuan Masjid dan Mushola, Ini Syarat dan Jadwalnya
Mendikdasmen Tekankan Peran Pengawas Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan
Kemendikdasmen Susun Skema Siswa Tak Otomatis Naik Kelas, Ini Respons Kemenag
Transformasi Desa: Mengubah Posisi Desa dari Obyek Menjadi Subyek Pembangunan
Kemenag dan Al-Azhar Mesir Sepakati Skema Gelar Ganda

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Akademisi UGM Satyawan Pudyatmoko, Diangkat Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Saluran Pembayaran Gaji PNS dan Pensiunan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Kemanag Buka Pengajuan Bantuan Masjid dan Mushola, Ini Syarat dan Jadwalnya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Mendikdasmen Tekankan Peran Pengawas Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan

Berita Terbaru

Pendidikan

Pemkot Bogor akan Pindahkan Sekolah Rakyat di Kawasan Rancamaya

Minggu, 18 Okt 2026 - 17:49 WIB

Pemerintah

Guru PAUD Kota Bogor dapat Kesejahteraan dan Beasiswa Pendidikan

Sabtu, 17 Okt 2026 - 17:36 WIB