Kajian Geopolitik DDII Kota Bekasi Palestina, Peran Iran dan Ambisi AS

Tim Redaksi

- Redaksi

Senin, 13 April 2026 - 21:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bekasi–Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) Kota Bekasi menggelar Kajian Sehari Bersama Dewan Dakwah (SBDD) bertema “Palestina: Jantung Geopolitik Dunia dan Ujian Persatuan Umat Islam di Era Modern” di Masjid Al Muslimun, Bekasi, Ahad (12/4/2026).

Kegiatan ini diikuti ratusan jemaah dan dirangkai dengan silaturahmi Idulfitri 1447 Hijriah. Hadir sebagai narasumber Direktur Baitul Maqdis Institut Ustaz Fahmi Salim dan pengamat Timur Tengah Ustaz Farid Okbah.

Ketua Dewan Da’wah Kota Bekasi, Ustaz Salimin Dani, dalam sambutannya menekankan pentingnya edukasi geopolitik kepada umat Islam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyebut bahwa pemahaman terhadap dinamika global diperlukan agar umat tidak bersikap pasif dalam menyikapi konflik yang melibatkan dunia Islam.

“Kita ingin umat memiliki pemahaman dan sense of crisis. Jangan sampai ketika terjadi pertarungan antara kebenaran dan kebatilan, umat justru tidak berpihak,” ujar Ustaz Salimin.

Ia juga menyinggung peran kekuatan global dalam konflik dunia Islam, serta pentingnya sikap kritis dan tidak mudah terpengaruh narasi yang berkembang.

Baca Juga:  Santri MTs UQI Ikuti Program Literasi 3 Negara Literavaganza

Dalam pemaparannya, Ustaz Fahmi Salim menjelaskan bagaimana Iran dipandang dalam perspektif Israel. Menurut dia, terdapat dua wajah Iran dalam imajinasi Israel, yakni sebagai pihak yang pernah berjasa dalam sejarah Yahudi dan sekaligus sebagai ancaman besar.

“Iran dipandang sebagai penyelamat dalam sejarah melalui sosok Raja Cyrus, tetapi juga dianggap sebagai ancaman seperti figur Haman dalam narasi keagamaan mereka,” Ustaz kata Fahmi.

Ia juga mengulas relevansi Surat Ar-Rum dalam konteks geopolitik modern. Menurut dia, ayat tersebut menunjukkan pentingnya keseimbangan kekuatan global, bukan sekadar keberpihakan ideologis.

“Pelajaran geopolitik yang bisa diambil adalah dukungan terhadap suatu pihak tidak selalu berarti menyetujui akidahnya, tetapi bisa dalam rangka menjaga keseimbangan kekuatan,” ujarnya.

Ustaz Fahmi menilai, dalam konteks kekinian, umat Islam perlu bersikap strategis. Ia menyebut dukungan terhadap Iran dalam isu Palestina dapat dilihat dari sisi geopolitik, tanpa harus mengadopsi ideologi atau pandangan keagamaannya.

Baca Juga:  KOWANI Gaungkan Kebaya, Ribuan Perempuan Turun ke Jalan

“Ini soal memetakan prioritas dan dampak yang lebih besar. Namun, tetap perlu kewaspadaan agar tidak terjadi pergeseran akidah,” katanya.

Sementara itu, pembicara kedua Ustaz Farid Okbah menyoroti ambisi politik Donald Trump dalam membentuk ulang peta kekuatan global, khususnya di kawasan Timur Tengah.

Dalam pemaparannya, Ustaz Farid menyebut Trump memiliki dua agenda besar yang saling berkaitan. Pertama adalah Make America Great Again (MAGA), yakni upaya mengembalikan dominasi Amerika Serikat sebagai kekuatan utama dunia melalui berbagai instrumen politik dan ekonomi.

“Trump ingin menjadikan Amerika seperti perusahaan besar dengan dirinya sebagai pengendali utama,” ujar Ustaz Farid.

Selain itu, ia menyebut adanya agenda lain yang disebut sebagai Make Iran Great Again (MIGA), yang menurutnya justru bertujuan mengubah arah kekuasaan di Iran agar lebih sejalan dengan kepentingan Amerika.

Baca Juga:  Dr. Arijulmana Resmi Terpilih sebagai Ketua Umum ICMI Orda Kota Bogor

Ustaz Farid menilai ambisi tersebut berkaitan erat dengan kepentingan ekonomi, terutama penguasaan sumber daya energi di kawasan. Ia juga mengaitkan langkah tersebut dengan kepentingan strategis Israel, yang menurutnya memiliki kesamaan kepentingan dengan Amerika dalam menghadapi Iran.

“Targetnya adalah melemahkan Iran sebagai kekuatan regional, sekaligus memastikan kawasan tetap berada dalam kendali kepentingan Barat,” ungkap Ustaz Farid.

Ia menambahkan, pendekatan yang digunakan tidak selalu bersifat langsung, tetapi juga melalui strategi tidak langsung seperti dukungan terhadap aktor-aktor proksi di berbagai negara konflik di Timur Tengah.

Pernyataan ini menegaskan pandangan Ustaz Farid bahwa dinamika geopolitik kawasan tidak lepas dari ambisi kekuatan besar dunia dalam mempertahankan pengaruh dan dominasi global.

Kajian Dewan Da’wah Kota Bekasi ini diharapkan dapat meningkatkan literasi geopolitik umat serta memperkuat persatuan dalam menyikapi isu-isu global yang berkaitan dengan dunia Islam. []

Berita Terkait

Dospulkam IPB Latih Warga Pentingsari Sulap Kulit Buah Jadi Camilan Bernilai Ekonomi
Dospulkam IPB University Hadirkan 27 Solusi Waste-to-Food di Yogyakarta
ForKot Pendobrak Jiwa Perjuangan Mahasiswa Era Orde Baru menuju Reformasi 1998
IPB University Latih Warga Desa Wisata Pentingsari Buat Kawat Komposter
LKBB Transformasi di Karang Taruna Cigudeg, Satukan Pelajar SMP-SMA se-Bogor Raya Open
Perkuat Konservasi Harimau Sumatra, TSI Jalin Kerja Sama Dengan Pusat Gadai Indonesia
Bupati Bogor Silaturahmi dengan Tokoh Muhammadiyah di Leuwiliang
SDO GPI 2026 Hasilkan 15 Rekomendasi Strategis, Formula Ijtihad Politik Menuju 2029

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Dospulkam IPB Latih Warga Pentingsari Sulap Kulit Buah Jadi Camilan Bernilai Ekonomi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Dospulkam IPB University Hadirkan 27 Solusi Waste-to-Food di Yogyakarta

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:17 WIB

ForKot Pendobrak Jiwa Perjuangan Mahasiswa Era Orde Baru menuju Reformasi 1998

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:16 WIB

IPB University Latih Warga Desa Wisata Pentingsari Buat Kawat Komposter

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:50 WIB

LKBB Transformasi di Karang Taruna Cigudeg, Satukan Pelajar SMP-SMA se-Bogor Raya Open

Berita Terbaru

Pendidikan

Pemkot Bogor akan Pindahkan Sekolah Rakyat di Kawasan Rancamaya

Minggu, 18 Okt 2026 - 17:49 WIB

Pemerintah

Guru PAUD Kota Bogor dapat Kesejahteraan dan Beasiswa Pendidikan

Sabtu, 17 Okt 2026 - 17:36 WIB