Empat Strategi Kemenag Perkuat Peran Masjid dalam Pusat Pemberdayaan Umat

Tim Redaksi

- Redaksi

Minggu, 5 Juli 2026 - 21:22 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Tangerang–Kementerian Agama mendorong penguatan peran masjid sebagai pusat pemberdayaan umat, penguat kerukunan dan cinta kemanusiaan, serta ruang pelayanan masyarakat. Ada empat strategi yang disiapkan, yaitu: penguatan kepemimpinan takmir, tata kelola masjid yang profesional dan transparan, penyelesaian persoalan melalui dialog, serta pengembangan berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Hal ini disampaikan Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, saat menjadi narasumber pada Bridging Konferensi Imam Internasional di Tangerang Selatan.

Arsad mengatakan, masjid memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemersatu umat dan penggerak kemajuan masyarakat. Karena itu, pengelolaan masjid harus mampu menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Masjid adalah rumah bersama. Karena itu, pengelolaannya harus mampu merangkul semua kalangan sehingga setiap orang merasa memiliki dan nyaman beraktivitas di masjid,” ujar Arsad, Jumat (3/7/2026) lalu.

Baca Juga:  Gaji Guru Swasta Kerap Terlambat, Insentif Sertifikasi Masih Dipotong Yayasan

Menurut Arsad, kepemimpinan yang inklusif menjadi fondasi utama dalam pengelolaan masjid. Pengurus harus bersikap terbuka, adil, serta melibatkan seluruh unsur masyarakat, baik generasi muda maupun tua, tanpa membedakan latar belakang organisasi maupun mazhab.

Selain itu, Arsad menekankan pentingnya menjadikan masjid sebagai ruang yang memperkuat persaudaraan, kerukunan, dan cinta kemanusiaan. Melalui dakwah yang menyejukkan dan kegiatan yang inklusif, masjid diharapkan mampu menjadi perekat masyarakat sekaligus membangun budaya saling menghormati.

“Masjid harus menjadi tempat yang menebarkan ilmu, kedamaian, dan persaudaraan. Dakwah yang disampaikan harus mampu menenangkan umat, bukan justru mempertajam perbedaan,” katanya.

Dalam menghadapi berbagai persoalan di tengah masyarakat, Arsad mengajak pengurus masjid mengedepankan dialog, musyawarah, mediasi, dan islah sebagai jalan penyelesaian.

“Perbedaan adalah keniscayaan. Yang harus kita bangun adalah kemampuan mengelola perbedaan melalui dialog, saling menghormati, dan mencari titik temu demi kemaslahatan bersama,” ujarnya.

Baca Juga:  Kepala BGN Sudaryono Resmi Dilantik Janji Benahi Tata Kelola MBG

Ia juga mengingatkan pentingnya tata kelola masjid yang transparan dan profesional agar kepercayaan jemaah terus meningkat. “Kepercayaan jemaah lahir dari keterbukaan. Ketika pengelolaan masjid dilakukan secara transparan dan profesional, masyarakat akan semakin percaya dan terdorong untuk bersama-sama memakmurkan masjid,” katanya.

Sebagai implementasi penguatan peran masjid, Kementerian Agama terus meningkatkan kapasitas takmir melalui berbagai pelatihan. Program tersebut membekali pengurus dengan kompetensi kepemimpinan, tata kelola organisasi, pelayanan kepada jemaah, penyelesaian konflik, hingga pengembangan program pemberdayaan masyarakat.

“Takmir merupakan ujung tombak pengelolaan masjid. Karena itu, mereka harus memiliki kapasitas untuk membangun masjid yang terbuka, profesional, mampu merangkul seluruh kalangan, dan menjadi perekat persatuan umat,” ujar Arsad.

Baca Juga:  KAI Dukung Pelestarian Lingkungan, 4.000 Pohon Produktif Ditanam di Subang

Kementerian Agama juga mengembangkan program Madada (Masjid Berdaya Berdampak) untuk memperkuat fungsi sosial masjid melalui layanan pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, pelestarian lingkungan, serta berbagai kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Masjid yang ideal bukan hanya ramai dengan kegiatan ibadah, tetapi juga mampu menghadirkan solusi atas persoalan masyarakat. Masjid harus menjadi pusat pemberdayaan yang manfaatnya benar-benar dirasakan oleh umat,” tegasnya.

Arsad menambahkan, penguatan kapasitas takmir dan pengembangan program Madada sejalan dengan arah kebijakan Menteri Agama Nasaruddin Umar yang menempatkan pemberdayaan rumah ibadah, penguatan kerukunan dan cinta kemanusiaan, serta pemberdayaan ekonomi umat sebagai prioritas pembangunan di bidang keagamaan.

Ia berharap semakin banyak masjid yang menjadi pusat ibadah sekaligus pusat pelayanan, pemberdayaan, dan penguatan persaudaraan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.[

 

Editor : Fathurroji

Berita Terkait

Akademisi UGM Satyawan Pudyatmoko, Diangkat Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut
Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Saluran Pembayaran Gaji PNS dan Pensiunan
Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian
Kemanag Buka Pengajuan Bantuan Masjid dan Mushola, Ini Syarat dan Jadwalnya
Mendikdasmen Tekankan Peran Pengawas Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan
Kemendikdasmen Susun Skema Siswa Tak Otomatis Naik Kelas, Ini Respons Kemenag
Transformasi Desa: Mengubah Posisi Desa dari Obyek Menjadi Subyek Pembangunan
Kemenag dan Al-Azhar Mesir Sepakati Skema Gelar Ganda

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Akademisi UGM Satyawan Pudyatmoko, Diangkat Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Saluran Pembayaran Gaji PNS dan Pensiunan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Kemanag Buka Pengajuan Bantuan Masjid dan Mushola, Ini Syarat dan Jadwalnya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Mendikdasmen Tekankan Peran Pengawas Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB