Dedi Mulyadi akan Pecat Kepsek dan Panitia Sekolah Maung, Jika Curang

Bisyral

- Redaksi

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor- Gubernur Dedi Mulyadi mengeluarkan peringatan keras terkait proses penerimaan siswa baru di Sekolah Manusia Unggul atau Sekolah Maung Jawa Barat.

Ia juga menegaskan tidak boleh ada praktik titip dan menitip dalam seleksi siswa di sekolah unggulan ini.

Pendaftaran Sekolah Maung ini diketahui mulai dibuka pada tanggal 25 Mei 2026 hingga 29 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program Sekolah Maung unggulan milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat itu disiapkan untuk menjaring siswa dengan kemampuan akademik dan nonakademik terbaik.

Dalam keterangannya saat itu, Dedi Mulyadi meminta seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa menjaga integritas selama proses seleksi berlangsung.

Baca Juga:  Sambut HUT Kemerdekaan RI, Mahasiswa KKM dan Warga Bersihkan Akses Jalan

Ia menekankan seluruh tahapan harus berjalan transparan tanpa campur tangan pihak mana pun.

“Tidak boleh sekolah unggul ada siswa titipan dari siapa pun atas nama apa pun dan untuk kepentingan apa pun,” kata Dedi, Senin (25/5/2026).

Mantan Bupati Purwakarta itu bahkan mengancam akan mencopot kepala sekolah maupun panitia pelaksana yang terbukti bermain-main dalam proses penerimaan siswa baru.

Menurutnya, praktik titip dan menitip siswa justru merusak tujuan utama dibentuknya sekolah maung unggulan di Jawa Barat.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa barat tidak akan ragu untuk memberikan sanksi tegas bahkan hingga pemecatan terhadap staf ataupun penyelenggara penerimaan siswa yang terbukti melanggar dan tidak menaati perintah yang sudah di tetapkan.

Baca Juga:  Gernas RANA Diluncurkan, Perkuat Perlindungan Anak di Pesantren dan Madrasah

“Saya tidak segan-segan memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia penyelenggara penerimaan siswa, memberhentikan siapa pun yang terlibat dalam proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,” ungkapnya.

Tak hanya sanksi administratif, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga membuka kemungkinan membawa kasus kecurangan penerimaan siswa baru ini ke ranah hukum apabila ditemukan pelanggaran yang serius yang ada dalam pelaksanaan nya nanti.

Dedi Mulyadi juga menegaskan budaya titip-menitip harus dihentikan demi menjaga kualitas pendidikan dan memastikan siswa yang berprestasi mendapatkan haknya secara adil dan tidak dicurangi.

Baca Juga:  KKN Kelompok IV STAI NU Cianjur Dorong Penguatan UMKM

Ia juga menyampaikan pihaknya siap membuka ke publik pihak-pihak yang mencoba menitipkan anaknya melalui jalur yang melanggar prinsip transparansi.

“Kami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap proses penerimaan siswa baru Sekolah Maung dapat berjalan lancar dan bersih dari intervensi.

Dengan begitu, sekolah unggulan tersebut benar-benar diisi siswa berprestasi hasil seleksi murni.

“ Mari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi dari orang tuanya,” Ucap Dedi.

Berita Terkait

Dr. Faisal Rachmat Kembangkan Media Maze Tingkatkan Motorik Anak Berkebutuhan Khusus
36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi
Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor
Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026
Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin
Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027
Jangan Sepelekan Ijazah SMA, Dokumen Ini Bisa Perluas Peluang Karier
Ditjen Pesantren Gandeng Kemnaker Buka Akses Pelatihan Vokasi bagi Santri

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:10 WIB

Dr. Faisal Rachmat Kembangkan Media Maze Tingkatkan Motorik Anak Berkebutuhan Khusus

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027

Berita Terbaru

Pemerintah

Guru PAUD Kota Bogor dapat Kesejahteraan dan Beasiswa Pendidikan

Sabtu, 17 Okt 2026 - 17:36 WIB