Binanews.id | Bogor – Gagasan pendidikan Islam yang tidak hanya mengejar kecerdasan akademik, tetapi juga membentuk adab, karakter, spiritualitas dan kepribadian peserta didik akan menjadi pembahasan dalam bedah buku “Pendidikan Islam Holistik: Ciri Khas Sistem Pendidikan Pondok Modern” di Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami (UQI), Bogor.
Bedah buku menghadirkan Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil, Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor sekaligus penulis buku tersebut, pada Senin, 26 Oktober 2026, pukul 08.00–12.00 WIB.
Forum ini menjadi menarik di tengah berkembangnya kembali pembicaraan mengenai pendidikan Islam holistik, termasuk melalui Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026. GIHES mempertemukan diskursus mengenai pendidikan Islam dengan kebutuhan untuk melihat proses pendidikan secara lebih utuh, tidak memisahkan pengembangan intelektual dari pembentukan nilai dan kepribadian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari GIHES ke Praktik Pendidikan Pesantren
Pembicaraan mengenai pendidikan Islam holistik dalam Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) memiliki titik temu dengan tema buku yang akan dibedah Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi.
Jika pendidikan holistik dibicarakan sebagai sebuah gagasan, pesantren mempunyai pengalaman panjang dalam menerapkannya melalui sistem pendidikan berbasis kehidupan.
Santri tidak hanya bertemu guru ketika pelajaran berlangsung di kelas. Mereka hidup dalam lingkungan pendidikan yang relatif terintegrasi: belajar, beribadah, berorganisasi, berbahasa, berolahraga, bersosialisasi dan menjalankan tanggung jawab sehari-hari dalam lingkungan yang sama.
Karena itu, proses pendidikan dapat berlangsung sejak santri bangun tidur hingga kembali beristirahat. Hal tersebut menjadi salah satu pembeda pendidikan berbasis pondok.
Masjid menjadi tempat pendidikan. Asrama menjadi tempat pendidikan. Kelas menjadi tempat pendidikan. Organisasi menjadi tempat pendidikan. Bahkan pembagian tugas dan kehidupan bersama sesama santri dapat menjadi proses pendidikan.
Dalam kerangka tersebut, pembentukan karakter tidak cukup dilakukan melalui mata pelajaran khusus. Nilai harus hadir dalam lingkungan, kebiasaan dan keteladanan.

Ciri Khas Sistem Pendidikan Pondok Modern
Melalui buku “Pendidikan Islam Holistik: Ciri Khas Sistem Pendidikan Pondok Modern”, Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi mengajak pembaca melihat pendidikan pondok modern sebagai sebuah sistem.
Perspektif ini penting karena keberhasilan sebuah lembaga pendidikan tidak dapat hanya dinilai dari satu unsur.
Kurikulum yang baik membutuhkan guru. Guru membutuhkan lingkungan pendidikan yang mendukung. Lingkungan membutuhkan budaya dan nilai. Nilai membutuhkan keteladanan. Sementara peserta didik membutuhkan ruang untuk mengalami dan mempraktikkan nilai tersebut dalam kehidupan nyata.
Bedah buku di Ummul Quro Al-Islami diharapkan dapat membuka diskusi mengenai pengalaman pendidikan pondok tersebut sekaligus relevansinya dengan kebutuhan pendidikan Islam kontemporer.
Pembahasannya tidak hanya relevan bagi pengelola pesantren, tetapi juga bagi guru, kepala sekolah, dosen, mahasiswa, orang tua dan pemerhati pendidikan.
Yuk Daftar! Digelar 26 Oktober 2026
Bedah buku akan berlangsung Senin, 26 Oktober 2026 pukul 08.00–12.00 WIB di Basemen Masjid Ummul Quro Al-Islami, kompleks asrama santri putra PMUQI.
Dalam kegiatan ini, panitia menyediakan dua kategori kepesertaan.
Paket Reguler sebesar Rp150.000 per peserta meliputi akses acara, e-sertifikat, seminar kit, snack box dan makan siang.
Sementara Paket Eksklusif sebesar Rp250.000 per peserta mencakup buku Pendidikan Islam Holistik, akses acara, e-sertifikat, seminar kit, snack box dan makan siang.
Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan https://lynk.id/missi/6y55m4e3me5w atau QR Code pada publikasi kegiatan. Informasi dan konfirmasi pendaftaran dapat menghubungi 0851-1761-3659 (Usth. Rani Nafitri).
Tunggu apa lagi, buka wawasan mengenai Pendidikan holistic bersama pakarnya. Segera daftar diri Anda karena kuota terbatas.[]








