Binanews.id | Bogor- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat 253 satuan pendidikan terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Laut Flores NTT.
Kerusakan tersebar di tujuh kabupaten di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.
Berdasarkan data per 20 Agustus 2026, satuan pendidikan yang terdampak terdiri atas 199 sekolah jenjang PAUD/TK, SD, SMP, dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) yang berada di bawah kewenangan pemerintah kabupaten.
Sebanyak 54 lainnya merupakan satuan pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SLB yang berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi.
Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah satuan pendidikan terdampak terbanyak, yakni 104 sekolah.
Berikutnya Manggarai Timur sebanyak 52 sekolah, Nagekeo 44 sekolah, Ende 39 sekolah, Ngada 35 sekolah, Sikka 27 sekolah, dan Manggarai Barat 23 sekolah.
Gempa juga menyebabkan korban jiwa dari lingkungan satuan pendidikan. Kemendikdasmen mencatat tiga murid dan satu guru meninggal dunia.
Dua murid dan satu guru meninggal di Kabupaten Manggarai Timur, sedangkan satu murid meninggal di Kabupaten Manggarai.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan duka cita atas korban dan keprihatinan terhadap kerusakan fasilitas pendidikan.
Dia mengatakan bahwa Kemendikdasmen telah berkomunikasi dengan Gubernur NTT untuk memastikan pendataan kerusakan sehingga bantuan dapat diberikan sesuai kebutuhan.
“Keselamatan warga sekolah menjadi prioritas, dan proses pemulihan pendidikan akan kami kawal bersama pemerintah daerah hingga pembelajaran kembali berlangsung dengan aman dan nyaman,” kata Abdul Mu’ti dalam keterangan tertulis dikutip pada Rabu Malam, 19 Agustus 2026.
Untuk menjaga keberlanjutan pembelajaran, Kemendikdasmen menyiapkan 50 tenda Ruang Kelas Darurat. Bantuan tersebut dikirim melalui dua klaster.
Klaster pertama mengirim 30 tenda dari tempat penyimpanan di Jakarta dan Yogyakarta menuju Pelabuhan Labuan Bajo.
Pengiriman tersebut juga membawa 1.000 paket Family Kit, 200 paket School Kit umum, dan 2.000 paket School Kit SMA/SMK untuk warga sekolah di Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat.
Bantuan klaster pertama dijadwalkan berangkat dari Surabaya pada 20 Agustus 2026 menggunakan KM Dharma Rucitra 7 dan tiba di Labuan Bajo pada 23 Agustus.
Kemendikdasmen menargetkan pemasangan tenda dimulai pada 23 Agustus 2026. Adapun klaster kedua mengirim 20 tenda dari Malang menuju Pelabuhan Ende.
Bantuan ini ditujukan untuk sekolah di Ende, Ngada, Sikka, dan Nagekeo. Pengiriman menggunakan KM Dharma Rucitra 8 dari Surabaya pada 21 Agustus 2026.
Kemendikdasmen mengarahkan sekolah menghentikan sementara pembelajaran di ruang kelas yang rusak.
Kegiatan belajar dapat dipindahkan ke ruang yang aman atau tenda belajar, maupun diliburkan sementara sesuai kondisi di masing-masing daerah.
Selain bantuan fisik, Kemendikdasmen menyiapkan dukungan psikososial melalui kerja sama dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI).
Layanan tersebut akan dilakukan setelah tim pendahuluan memastikan kondisi di lapangan.
Mu’ti mengatakan, pemerintah telah menyiapkan dukungan konektivitas internet melalui Starlink bagi wilayah yang mengalami gangguan listrik dan jaringan komunikasi.
Tim lintas direktorat juga dikerahkan untuk mempercepat asesmen dan verifikasi kerusakan serta koordinasi pemulihan layanan pendidikan.
Editor : Fathurroji









