Gempa Flores NTT Sebabkan 253 Sekolah Rusak

Bisyral

- Redaksi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:24 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat 253 satuan pendidikan terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Laut Flores NTT.

Kerusakan tersebar di tujuh kabupaten di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.

Berdasarkan data per 20 Agustus 2026, satuan pendidikan yang terdampak terdiri atas 199 sekolah jenjang PAUD/TK, SD, SMP, dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) yang berada di bawah kewenangan pemerintah kabupaten.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebanyak 54 lainnya merupakan satuan pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SLB yang berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi.

Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah satuan pendidikan terdampak terbanyak, yakni 104 sekolah.

Berikutnya Manggarai Timur sebanyak 52 sekolah, Nagekeo 44 sekolah, Ende 39 sekolah, Ngada 35 sekolah, Sikka 27 sekolah, dan Manggarai Barat 23 sekolah.

Baca Juga:  Pimpinan Pondok Gontor: Pesantren Model Pendidikan Islam Holistik Khas Indonesia

Gempa juga menyebabkan korban jiwa dari lingkungan satuan pendidikan. Kemendikdasmen mencatat tiga murid dan satu guru meninggal dunia.

Dua murid dan satu guru meninggal di Kabupaten Manggarai Timur, sedangkan satu murid meninggal di Kabupaten Manggarai.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan duka cita atas korban dan keprihatinan terhadap kerusakan fasilitas pendidikan.

Dia mengatakan bahwa Kemendikdasmen telah berkomunikasi dengan Gubernur NTT untuk memastikan pendataan kerusakan sehingga bantuan dapat diberikan sesuai kebutuhan.

“Keselamatan warga sekolah menjadi prioritas, dan proses pemulihan pendidikan akan kami kawal bersama pemerintah daerah hingga pembelajaran kembali berlangsung dengan aman dan nyaman,” kata Abdul Mu’ti dalam keterangan tertulis dikutip pada Rabu Malam, 19 Agustus 2026.

Baca Juga:  Setahun Cek Kesehatan Gratis Anak, Temuan Penyakit Ditindaklanjuti Tuntas

Untuk menjaga keberlanjutan pembelajaran, Kemendikdasmen menyiapkan 50 tenda Ruang Kelas Darurat. Bantuan tersebut dikirim melalui dua klaster.

Klaster pertama mengirim 30 tenda dari tempat penyimpanan di Jakarta dan Yogyakarta menuju Pelabuhan Labuan Bajo.

Pengiriman tersebut juga membawa 1.000 paket Family Kit, 200 paket School Kit umum, dan 2.000 paket School Kit SMA/SMK untuk warga sekolah di Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat.

Bantuan klaster pertama dijadwalkan berangkat dari Surabaya pada 20 Agustus 2026 menggunakan KM Dharma Rucitra 7 dan tiba di Labuan Bajo pada 23 Agustus.

Kemendikdasmen menargetkan pemasangan tenda dimulai pada 23 Agustus 2026. Adapun klaster kedua mengirim 20 tenda dari Malang menuju Pelabuhan Ende.

Baca Juga:  Tercatat 2.271 Santri Terima Beasiswa Kemenag-LPDP sejak 2023

Bantuan ini ditujukan untuk sekolah di Ende, Ngada, Sikka, dan Nagekeo. Pengiriman menggunakan KM Dharma Rucitra 8 dari Surabaya pada 21 Agustus 2026.

Kemendikdasmen mengarahkan sekolah menghentikan sementara pembelajaran di ruang kelas yang rusak.

Kegiatan belajar dapat dipindahkan ke ruang yang aman atau tenda belajar, maupun diliburkan sementara sesuai kondisi di masing-masing daerah.

Selain bantuan fisik, Kemendikdasmen menyiapkan dukungan psikososial melalui kerja sama dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI).

Layanan tersebut akan dilakukan setelah tim pendahuluan memastikan kondisi di lapangan.

Mu’ti mengatakan, pemerintah telah menyiapkan dukungan konektivitas internet melalui Starlink bagi wilayah yang mengalami gangguan listrik dan jaringan komunikasi.

Tim lintas direktorat juga dikerahkan untuk mempercepat asesmen dan verifikasi kerusakan serta koordinasi pemulihan layanan pendidikan.

Editor : Fathurroji

Berita Terkait

Akademisi UGM Satyawan Pudyatmoko, Diangkat Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut
Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Saluran Pembayaran Gaji PNS dan Pensiunan
Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian
Kemanag Buka Pengajuan Bantuan Masjid dan Mushola, Ini Syarat dan Jadwalnya
Mendikdasmen Tekankan Peran Pengawas Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan
Kemendikdasmen Susun Skema Siswa Tak Otomatis Naik Kelas, Ini Respons Kemenag
Transformasi Desa: Mengubah Posisi Desa dari Obyek Menjadi Subyek Pembangunan
Kemenag dan Al-Azhar Mesir Sepakati Skema Gelar Ganda

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Akademisi UGM Satyawan Pudyatmoko, Diangkat Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Saluran Pembayaran Gaji PNS dan Pensiunan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Kemanag Buka Pengajuan Bantuan Masjid dan Mushola, Ini Syarat dan Jadwalnya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Mendikdasmen Tekankan Peran Pengawas Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan

Berita Terbaru

Pendidikan

Pemkot Bogor akan Pindahkan Sekolah Rakyat di Kawasan Rancamaya

Minggu, 18 Okt 2026 - 17:49 WIB

Pemerintah

Guru PAUD Kota Bogor dapat Kesejahteraan dan Beasiswa Pendidikan

Sabtu, 17 Okt 2026 - 17:36 WIB