Binanews.id. Jakarta- Keberadaan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam di Perguruan Tinggi Keagamaan baik negeri maupun swasta di seluruh Indonesia, memiliki potensi besar untuk ikut berpartisipasi dalam membangun keindonesiaan, terutama lahirnya generasi terdidik yang ilmuwan dan berakhlakul karimah serta tenaga kerja terdidik, terampil, dan profesional dalam menghadapi pasar bebas. Namun demikian perlu dipersiapkan dan dipikirkan juga implementasi sumbangsih pemikiran dan juga tindakan terkait komunikasi dan penyiaran Islam dalam menumbuhkan dan mempertahankan berkembangnya transformasi sistem komunikasi dan informasi dari ragam media yang berelasi kuat dengan keberagamaan masyarakat muslim di Indonesia menuju kemandirian beragama, berbangsa, dan bernegara.
Oleh karena itu dalam rangka menciptakan mewujudkan cita-cita mulia tersebut Asosiasi Komunikasi dan Penyiaran Islam (ASKOPIS) sebagai wadah asosiasi bagi Program Studi (Prodi) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) bersepakat kolaborasi bersama FDIKOM UIN Jakarta memiliki komitmen selaras untuk ikut bertanggungjawab dalam penyiapan generasi yang memiliki daya saing tinggi, berakhlak mulia, dan berfaham Islam wasathiyyah di Indonesia akan menggelar acara Konferensi Nasional Komunikasi Islam (KNKI) KE-VI ASKOPIS dengan di isi agenda utama yakni Annual International Conference On Islam, Media, And Digital Society (AICIMDS) FDIKOM UIN JAKARTA Tahun 2026.
Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 12 – 14 Agustus tahun 2026, tepatnya di Hotel Milennium Sirih Jakarta Barat, dengan membawa misi untuk menjawab tantangan peradaban baru dalam bingkai komunikasi. Selain dengan komunikasi dan Penyiaran Islam berupaya merajut keindonesiaan dengan sumbangsih komunikasi untuk moderasi Islam di Indonesia tentunya. Adapun tema besar yang akan digaungkan pada agenda annual international conference tersebut yaitu;
“Media, the Contemporary Muslim World, and Digital Network Society: Authority, Identity, and Social Transformation”
Tujuan utama kegiatan tersebut untuk membahas berbagai tantangan seputar masalah dalam lingkup; Media, the Contemporary Muslim World, and Digital Network Society: Authority, Identity, and Social Transformation dengan ide kuat memberikan sumbangsih komunikasi elegan untuk negara Indonesia. Dari agenda tersebut diharapkan juga program studi komunikasi dan penyiaran Islam mampu menjadi katalisator dalam menangkal setiap ancaman yang membahayakan keindonesiaan.
Maka lembaga ASKOPIS, selaku wadah Asosiasi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam mensupport kegiatan ini dengan rangkaian kegiatan sebagai berikut:
1. Internasional Conference
2. Call for Papers
3. Workshop Nasional Penulisan Jurnal Ilmiah Internasional Bereputasi
4. Lokakarya Penguatan Kelembagaan dan Keilmuan serta Standarisasi Kebijakan Mutu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam menuju Unggul dan Profesional
5. Temu Pengelola Prodi-Prodi S1,S2,S3 KPI se-Indonesia
6. Temu Pengelola Jurnal KPI se-Indonesia
7. Penandatanganan MoU Askopis dengan Prodi KPI, dan Jurnal Prodi KPI se-Indonesia
8. Musda dan Pelantikan DPD-DPD ASKOPIS
9. Wellcome Dinner dengan Menkomdigi dan Gubernur
10. Jalan Sehat KNKI
Dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Zamroni selaku ketua umum ASKOPIS mengatakan; “bahwa agenda ini sudah menjadi agenda tahunan yang setiap pelaksanaannya selalu membawa tema besar yang harus digaungkan ke seluruh wilayah Indonesia melalui perwakilan prodi KPI yang ada di setiap kampus negeri maupun swasta” .
Sedangkan goal target inti ASKOPIS dalam agenda tersebut meliputi:
1. Mendorong kualitas kegiatan ilmiah dosen serta mempersiapkan lulusan Komunikasi dan Penyiaran Islam di seluruh Perguruan Tinggi Kegamaan Islam Negeri/Swasta.
2. Melalui Asosiasi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (ASKOPIS), Negara Indonesia melalui kementrian Agama dan Kemdiktisaintek, perlu untuk menggalakkan kompetensi dosen dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
3. Selain itu adanya permintaan yang semakin tinggi akan lulusan Komunikasi dan Penyiaran Islam.
Sedangkan sasaran utama dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah para akademisi, dosen, peneliti dan praktisi di bidang Komunikasi dan Penyiaran Islam. Berbagi hasil penelitian, pemikiran dan pengalaman mengenai berbagai permasalahan komunikasi Islam yang terintegrasi dengan berbagai aspek agama, budaya, pendidikan, ekonomi, sosial, politik, teknologi komunikasi informasi, media massa dan media sosial serta lainnya yang diharapkan dapat memberi kontribusi tentang masa depan posisi komunikasi dan penyiaran Islam dalam pembangunan di masa datang. (Ted)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Editor : Fathurroji









