Mendiktisaintek Dukung Penguatan Budaya Riset dan Sains di Perguruan Tinggi

Tim Redaksi

- Redaksi

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Tangerang–Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menegaskan bahwa transformasi pendidikan tinggi harus ditopang melalui penguatan kualitas, pemerataan kapasitas antar kampus, serta pembangunan budaya riset dan sains yang kuat, Selasa (23/6).

Indonesia menghasilkan lebih dari 335 ribu publikasi dan lebih dari 1.5 juta sitasi. Sejalan dengan hal tersebut, tingkat kolaborasi penelitian internasional Indonesia mencapai 23.7%. Kondisi ini menunjukkan adanya kemajuan sekaligus peluang untuk memperluas jejaring riset global. Namun, Menteri Brian menegaskan bahwa riset dan inovasi tidak boleh berhenti pada publikasi semata, tetapi harus memberikan dampak nyata kepada masyarakat dan menjawab tantangan global.

Baca Juga:  Dompet Dhuafa Distribusikan 27 Ribu Hewan Kurban di 28 Provinsi di Indonesia

“Tujuan akhir dari penelitian sendiri adalah apa yang dapat kita sumbangkan kepada masyarakat. Karena pembangunan berkelanjutan bukan hanya tentang menyelesaikan penelitian dan menerbitkannya. Lebih dari itu, bagaimana kita dapat menghadirkan dampak dari pekerjaan, pengetahuan, dan penelitian kita bagi masyarakat,” tegas Mendiktisaintek dalam pidatonya pada acara The Global Sustainable Development Congress 2026, yang digelar di ICE BSD.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menteri Brian juga menegaskan bahwa budaya riset dan sains merupakan fondasi mewujudkan perguruan tinggi unggul dan berdaya saing global. Mendiktisaintek menuturkan bahwa pengalaman di berbagai perguruan tinggi bereputasi dunia menunjukkan bahwa laboratorium memegang peranan sentral dalam membangun budaya sains dan riset yang produktif. Hal tersebut juga didukung oleh dosen dan profesor yang menciptakan atmosfer akademik yang produktif.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi akan Pecat Kepsek dan Panitia Sekolah Maung, Jika Curang

Kemdiktisaintek mendorong terciptanya ekosistem jejaring perguruan tinggi yang saling mendukung melalui mekanisme pendampingan dan kolaborasi, sehingga peningkatan mutu pendidikan tinggi dapat berlangsung secara lebih inklusif dan berkelanjutan.

“Saat ini, kami mengembangkan sistem mentorship, dimana perguruan tinggi yang lebih maju menjadi mentor dan coach bagi perguruan tinggi lainnya. Kami juga membangun jejaring antarkampus karena dengan jumlah perguruan tinggi yang sangat besar di Indonesia, kolaborasi dan kerja sama merupakan kunci untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi secara bersama-sama,” jelas Mendiktisaintek.

Baca Juga:  10 Kecamatan di Kabupaten Bogor Kekeringan

Melalui visi “Diktisaintek Berdampak”, Kemdiktisaintek menempatkan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi sebagai motor transformasi sosial dan ekonomi yang berfokus pada delapan sektor prioritas strategis, termasuk ketahanan pangan, kesehatan, energi, maritim, pertahanan, digitalisasi dan kecerdasan artifisial, semikonduktor, manufaktur maju, serta hilirisasi dan industrialisasi.

Menutup pidatonya, Mendiktisaintek mengajak seluruh mitra global untuk membangun kolaborasi yang lebih kuat dan bermakna guna mewujudkan masa depan yang inklusif, sejahtera, dan berkelanjutan melalui peran strategis pendidikan tinggi, sains, dan teknologi.

Berita Terkait

Akademisi UGM Satyawan Pudyatmoko, Diangkat Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut
Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Saluran Pembayaran Gaji PNS dan Pensiunan
Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian
Kemanag Buka Pengajuan Bantuan Masjid dan Mushola, Ini Syarat dan Jadwalnya
Mendikdasmen Tekankan Peran Pengawas Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan
Kemendikdasmen Susun Skema Siswa Tak Otomatis Naik Kelas, Ini Respons Kemenag
Transformasi Desa: Mengubah Posisi Desa dari Obyek Menjadi Subyek Pembangunan
Kemenag dan Al-Azhar Mesir Sepakati Skema Gelar Ganda

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Akademisi UGM Satyawan Pudyatmoko, Diangkat Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Saluran Pembayaran Gaji PNS dan Pensiunan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Kemanag Buka Pengajuan Bantuan Masjid dan Mushola, Ini Syarat dan Jadwalnya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Mendikdasmen Tekankan Peran Pengawas Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan

Berita Terbaru

Pendidikan

Pemkot Bogor akan Pindahkan Sekolah Rakyat di Kawasan Rancamaya

Minggu, 18 Okt 2026 - 17:49 WIB

Pemerintah

Guru PAUD Kota Bogor dapat Kesejahteraan dan Beasiswa Pendidikan

Sabtu, 17 Okt 2026 - 17:36 WIB