Guru “Gulali” Dinilai Mudah Didekati dan Dirindukan Murid

Prabu

- Redaksi

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:43 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor — Cara guru berbicara, tersenyum, hingga mencairkan suasana kelas dinilai memiliki pengaruh besar terhadap kenyamanan siswa dalam belajar. Di tengah dunia pendidikan yang sering dianggap terlalu serius dan kaku, pendekatan hangat justru disebut lebih efektif membangun kedekatan emosional dengan peserta didik.

Pandangan itu disampaikan guru SMPN 3 Megamendung asal Bogor, Syarkowi, saat berbincang mengenai metode mengajar dan hubungan antara guru dengan murid di lingkungan sekolah pada Kamis (28/5/2026). Menurutnya, siswa cenderung lebih mudah menerima pelajaran dari guru yang komunikatif, murah senyum, dan mampu menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan.

Ia bahkan menyebut tipe pendidik seperti itu sebagai “guru gulali”. Sosok guru yang manis dalam pendekatan, menyenangkan saat mengajar, dan meninggalkan kesan hangat bagi murid.

Baca Juga:  Workshop Art Healing, KKN Internasional UIB di Thailand

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Senyum itu ampuh. Apalagi kalau bisa ngajarnya sambil senyum dan bercanda,” ujarnya sambil tertawa.

Syarkowi menilai suasana kelas yang terlalu tegang justru membuat siswa cepat kehilangan fokus dan minat belajar. Sebaliknya, komunikasi yang cair mampu membantu anak-anak lebih nyaman memahami materi pelajaran.

“Kadang materi sulit bisa jadi ringan kalau cara nyampeinnya enak,” katanya.

Menurutnya, kemampuan storytelling, ekspresi tubuh, hingga permainan intonasi suara menjadi bagian penting dalam proses mengajar, terutama di era ketika perhatian anak mudah teralihkan. Ia mengaku banyak terinspirasi dari cara public speaker maupun komika membangun komunikasi dengan audiens tanpa kehilangan isi pesan yang disampaikan.

Baca Juga:  Mahasiswa KKM UIB Gelar “Aswaja Camp” di Terasering Cisalada

“Ada materinya, ada humornya, ada gesturnya. Jadi anak-anak betah,” ujarnya.

Syarkowi menilai sebagian guru sebenarnya memiliki kemampuan akademik yang baik, namun belum sepenuhnya mampu menghidupkan suasana belajar karena pendekatannya masih terlalu formal dan teknis. Padahal, menurutnya, siswa tidak hanya membutuhkan transfer ilmu, tetapi juga energi positif dari sosok guru di dalam kelas.

“Kalau ngajarnya nggak pakai jiwa, anak juga nggak akan hidup belajarnya,” katanya.

Baca Juga:  Tidak Terlambat: 5 Cara Mendidik Diri Meski Usia Tidak Muda

Ia juga percaya profesi guru menuntut kemampuan untuk terus berkembang, termasuk memahami pola komunikasi generasi muda yang terus berubah dari waktu ke waktu.

“Makanya banyak guru terlihat awet muda karena pikirannya terus dipakai,” ucapnya.

Meski terdengar sederhana, Syarkowi menilai keramahan dan penerimaan terhadap siswa menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan belajar yang sehat dan manusiawi. Sebab bagi dirinya, murid sering kali lebih mengingat bagaimana seorang guru memperlakukan mereka dibanding sekadar isi pelajaran di kelas.

“Anak-anak itu ingat perasaan. Kadang yang mereka ingat bukan materinya, tapi cara gurunya memperlakukan mereka,” pungkasnya.

Berita Terkait

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi
Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor
Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026
Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin
Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027
Jangan Sepelekan Ijazah SMA, Dokumen Ini Bisa Perluas Peluang Karier
Ditjen Pesantren Gandeng Kemnaker Buka Akses Pelatihan Vokasi bagi Santri
Pentingnya Belajar Bahasa Inggris di Era Digital

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:48 WIB

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB