Sekolah Dinilai Masih Keliru Memahami Profil Pelajar Pancasila

Prabu

- Redaksi

Minggu, 31 Mei 2026 - 11:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor — Implementasi Profil Pelajar Pancasila di sejumlah sekolah dinilai masih terlalu berfokus pada aspek formalitas dan target administratif. Padahal, pembentukan karakter siswa disebut tidak bisa dilakukan hanya melalui slogan, aturan, maupun penilaian kurikulum semata.

Achmad Syarkowi, Guru SMPN 3 Megamendung menyampaikan realitas pendidikan dan dinamika perkembangan karakter peserta didik di lingkungan sekolah pada Kamis (28/5/2026). Menurutnya, banyak institusi pendidikan masih memandang siswa sebatas objek pembelajaran, bukan manusia yang memiliki latar belakang kehidupan, pengalaman emosional, dan kondisi psikologis yang berbeda-beda.

“Anak-anak itu bukan benda mati yang tinggal diisi. Mereka punya masalah, punya lingkungan hidup yang beda-beda,” ujarnya.

Baca Juga:  Tidak Terlambat: 5 Cara Mendidik Diri Meski Usia Tidak Muda

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai penerapan Profil Pelajar Pancasila sering kali terlalu menekankan capaian perilaku tanpa terlebih dahulu membangun kesadaran diri siswa sebagai fondasi utama pembentukan karakter.

“Kalau anak belum sadar dirinya punya masalah belajar, belum sadar mana yang baik dan buruk, akan sulit bicara soal karakter,” katanya.

Menurut Syarkowi, pendekatan pendidikan yang terlalu keras justru berpotensi membuat siswa semakin tertutup terhadap guru maupun sekolah. Ia mencontohkan, murid yang dianggap bermasalah kerap langsung diberi label negatif tanpa dicari akar persoalannya terlebih dahulu. Padahal, kata dia, banyak anak sebenarnya hanya membutuhkan ruang aman untuk didengar dan diterima sebagai manusia yang sedang bertumbuh.

Baca Juga:  Rapimnas PII 2026 Resmi Dibuka, Tegaskan Kawal Pendidikan

“Kadang anak cuma ingin dianggap. Ketika dia merasa diterima, baru ada celah masuk untuk membimbingnya,” tuturnya.

Dalam pandangannya, pendidikan karakter idealnya dimulai dari dialog dan kedekatan emosional, bukan ketakutan ataupun tekanan berlebihan.

“Jangan langsung menghakimi. Ajak ngobrol dulu. Cari tahu kenapa mereka seperti itu,” ucapnya.

Syarkowi juga menilai bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum, tetapi sangat dipengaruhi kesadaran guru dalam memahami kondisi murid secara lebih manusiawi. Ia menekankan bahwa setiap anak memiliki proses tumbuh yang berbeda sehingga pendekatan pendidikan tidak bisa diseragamkan.

Baca Juga:  Gaji Guru Swasta Kerap Terlambat, Insentif Sertifikasi Masih Dipotong Yayasan

“Profil Pelajar Pancasila itu bagus. Tapi kalau penerapannya dipaksakan tanpa memahami kesiapan anak, akhirnya cuma jadi slogan,” katanya.

Menurutnya, sekolah seharusnya tidak hanya menjadi tempat mengejar target akademik, tetapi juga ruang tumbuh yang sehat bagi perkembangan mental, karakter, dan kesadaran peserta didik.

“Pendidikan itu bukan sekadar transfer materi. Tapi proses memanusiakan manusia,” pungkasnya.

Berita Terkait

Dr. Faisal Rachmat Kembangkan Media Maze Tingkatkan Motorik Anak Berkebutuhan Khusus
36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi
Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor
Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026
Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin
Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027
Jangan Sepelekan Ijazah SMA, Dokumen Ini Bisa Perluas Peluang Karier
Ditjen Pesantren Gandeng Kemnaker Buka Akses Pelatihan Vokasi bagi Santri

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:10 WIB

Dr. Faisal Rachmat Kembangkan Media Maze Tingkatkan Motorik Anak Berkebutuhan Khusus

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027

Berita Terbaru

Pemerintah

Guru PAUD Kota Bogor dapat Kesejahteraan dan Beasiswa Pendidikan

Sabtu, 17 Okt 2026 - 17:36 WIB