Binanews.id | Tangerang — Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII) menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 2026 sebagai forum konsolidasi nasional untuk memperkuat arah gerak organisasi dan merumuskan agenda perjuangan pelajar di tengah berbagai tantangan zaman.
Kegiatan yang berlangsung pada 12–14 Juni 2026 di Kabupaten Tangerang itu dihadiri jajaran Pengurus Besar, Pengurus Wilayah se-Indonesia, Pengurus Pusat Perhimpunan Keluarga Besar (KB) PII, unsur pemerintah daerah, hingga perwakilan Forkopimda Kabupaten dan Kota Tangerang.
Rapimnas menjadi agenda strategis pertama pasca terbentuknya kepengurusan PB PII periode 2026–2028 yang dipimpin Ketua Umum PB PII, Kevin Prayoga.
Ketua Pelaksana Rapimnas 2026, Rasikh, mengatakan forum tersebut tidak hanya menjadi ruang evaluasi program kerja organisasi, tetapi juga sarana memperkuat konsolidasi kader serta menyusun strategi menghadapi tantangan yang dihadapi pelajar Indonesia.
Menurutnya, perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, perubahan iklim, hingga krisis literasi menjadi persoalan nyata yang membutuhkan perhatian serius dari generasi muda.
“Kita hidup di masa yang penuh perubahan. Pelajar Islam tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus hadir sebagai subjek perubahan yang mampu menjawab tantangan zaman dengan ilmu, karakter, dan nilai-nilai keislaman,” ujar Rasikh dalam sambutannya.
Ia menilai momentum bonus demografi dan visi Indonesia Emas 2045 hanya dapat diwujudkan apabila generasi muda memiliki kualitas sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan berintegritas.
Karena itu, pendidikan dan kaderisasi dinilai menjadi instrumen penting dalam mempersiapkan masa depan bangsa.
Dalam sambutannya, Ketua Umum PB PII Kevin Prayoga menegaskan bahwa Rapimnas merupakan momentum untuk memperkuat semangat perjuangan, memperkokoh kaderisasi, dan menyatukan arah gerak organisasi di seluruh Indonesia.
Ia menilai PII harus tetap hadir sebagai organisasi pelajar yang independen sekaligus mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.
Kevin juga menekankan pentingnya kolaborasi dan inovasi dalam menjawab berbagai persoalan pendidikan, sosial, dan kebangsaan yang dihadapi generasi muda saat ini.
“Kita tidak usah ikutan fomo demo-demo. Kritik kita harus konstruktif serta membangun dan biarkan kepala negara, presiden kita, dan seluruh perangkat negara menyelesaikan persoalan bangsa,” tegas Kevin.
Menurutnya, peran pelajar tidak hanya menyampaikan kritik, tetapi juga menghadirkan gagasan dan solusi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PP Perhimpunan KB PII, Asep Efendi, berharap Rapimnas mampu memperkuat proses kaderisasi di seluruh tingkatan organisasi.
Ia menegaskan bahwa keluarga besar PII memiliki tanggung jawab untuk memastikan roda organisasi berjalan aktif dari tingkat pusat hingga daerah.
“KB PII harus hadir di seluruh level. Dari pusat, wilayah, hingga daerah. Agar misi besar PII dapat tercapai,” ujarnya.
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Tangerang sebagai tuan rumah Rapimnas PII 2026.
Menurutnya, perhatian PII terhadap isu pendidikan sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Tahun ini Kabupaten Tangerang menjadi tuan rumah Rapimnas PII. Semoga PII terus maju dan terus jaya,” katanya.
Hal senada disampaikan Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, yang sekaligus membuka secara resmi Rapimnas PII 2026.
Ia berharap PII terus menjaga soliditas organisasi dan menjadi wadah lahirnya generasi muda yang memiliki idealisme, integritas, serta kepedulian terhadap persoalan bangsa.
“Pemuda dan pelajar adalah penegak keadilan. Karena itu, bangunlah networking yang kuat karena hal tersebut menjadi nilai penting,” ujarnya.
Mengusung tema “Kembali Menguatkan Satu Barisan Bersama Menjaga Rumah Perjuangan: Menguatkan Kepercayaan, Menyatukan Langkah”, Rapimnas 2026 diharapkan menjadi ruang mempererat ukhuwah, memperkuat kepercayaan antarkader, serta menyatukan langkah organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan.
Forum tersebut juga menjadi momentum untuk menegaskan kembali komitmen PII dalam memperjuangkan kesempurnaan pendidikan dan kebudayaan yang sesuai dengan nilai-nilai Islam.









