Gaji Guru Swasta Kerap Terlambat, Insentif Sertifikasi Masih Dipotong Yayasan

Prabu

- Redaksi

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:51 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor – Di tengah wacana penataan tenaga pendidik non-ASN oleh pemerintah, persoalan klasik kesejahteraan guru swasta masih menjadi kenyataan pahit di lapangan. Keterlambatan gaji hingga pemotongan insentif sertifikasi disebut masih dialami sebagian tenaga pendidik di sekolah swasta.

Muhammad Reyhan, guru di SMP Al-Azhar Plus, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut menjadi ironi di tengah besarnya tanggung jawab guru dalam membentuk karakter generasi muda.

“Hal yang sangat disayangkan karena guru digaji tidak seberapa tapi insentif sertifikasi pun harus kena potong. Bahkan gajian saja kami menerimanya masih sering telat,” ujar Reyhan saat diwawancarai, Jumat (15/5/2026).

Baca Juga:  Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban sesuai Syariat Islam

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, tidak semua yayasan menerapkan kebijakan yang sama. Namun, ia menyebut ada praktik di sejumlah sekolah swasta yang menjadikan tunjangan sertifikasi guru sebagai “jembatan” untuk menopang kebutuhan yayasan.

“Nah hari ini kan yayasan itu, bicara guru-guru swasta yang memang sudah sertifikasi kadang jadi jembatan untuk gaji kita agar bisa disumbangkan kepada yayasan,” katanya.

Baca Juga:  Nelly Nurul Awaliyah: Dari Hobi Menulis jadi Penulis Novel Digital Produktif

Reyhan menjelaskan, pemotongan itu biasanya disesuaikan dengan kebijakan internal yayasan masing-masing. Di sisi lain, guru tetap dituntut hadir penuh waktu dan menjalankan kewajiban mengajar sesuai aturan sekolah.

Ia menilai, persoalan kesejahteraan guru swasta masih menjadi pekerjaan rumah besar dalam dunia pendidikan nasional. Terlebih, banyak guru yang telah memiliki kompetensi dan sertifikasi, namun belum memperoleh penghasilan layak.

“Guru adalah seseorang yang mencerdaskan anak-anak bangsa. Pengabdiannya tanpa pamrih. Tapi pertanyaannya, guru ini diposisikan seperti apa?” ucapnya.

Baca Juga:  Santri MTs UQI Ikuti Program Literasi 3 Negara Literavaganza

Meski demikian, Reyhan mengaku tetap berusaha menjalankan profesinya dengan penuh tanggung jawab. Ia bahkan aktif mengembangkan pendekatan pembelajaran berbasis keagamaan dan kegiatan kreatif siswa di sekolah.

“Kalau bicara guru laki-laki, kadang yang penting ada buat bensin sama kopi,” katanya sambil tertawa kecil.

Ia berharap pemerintah maupun pihak yayasan dapat lebih memperhatikan kesejahteraan tenaga pendidik, terutama guru swasta yang hingga kini masih berada dalam kondisi ekonomi rentan.[]

Berita Terkait

Pemkot Bogor akan Pindahkan Sekolah Rakyat di Kawasan Rancamaya
Dr. Faisal Rachmat Kembangkan Media Maze Tingkatkan Motorik Anak Berkebutuhan Khusus
36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi
Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor
Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026
Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin
Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027
Jangan Sepelekan Ijazah SMA, Dokumen Ini Bisa Perluas Peluang Karier

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:49 WIB

Pemkot Bogor akan Pindahkan Sekolah Rakyat di Kawasan Rancamaya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:48 WIB

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin

Berita Terbaru

Pendidikan

Pemkot Bogor akan Pindahkan Sekolah Rakyat di Kawasan Rancamaya

Minggu, 18 Okt 2026 - 17:49 WIB

Pemerintah

Guru PAUD Kota Bogor dapat Kesejahteraan dan Beasiswa Pendidikan

Sabtu, 17 Okt 2026 - 17:36 WIB