Laila, Guru MTsN 1 Medan Terpillih Ikuti Pelatihan Internasional di China

Tim Redaksi

- Redaksi

Minggu, 24 Mei 2026 - 07:35 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Medan–Fajar Lailatul Mi’rojiyah, guru berprestasi dari MadrasahTsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Medan, terpilih menjadi salah satu pendidik yang mewakili Indonesia dalam program internasional “Training Program for Backbone Teachers of Luban Workshop in Asia Countries” di China.

Program ini diselenggarakan Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia dan diikuti guru-guru terpilih dari berbagai daerah di Indonesia. Pelatihan akan berlangsung selama 14 hari, mulai 21 Mei 2026.

Laila sapaan akrabnya sudah mengabdi sejak tahun 2010 dan merupakan guru mata pelajaran IPA di MTsN 1 Medan. Selain aktif mengajar di kelas, Ia juga dikenal sebagai pembimbing Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dan MYRES (OMI) yang penuh dedikasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berbagai prestasi berhasil diraih siswa binaannya mulai dari tingkat provinsi hingga nasional. Ketekunan dan kesabarannya dalam membimbing siswa menjadi salah satu alasan dirinya dipercaya mengikuti program internasional tersebut.

Baca Juga:  Bangkit darj Kegagalan, Mahasiswi UIB Raih Top 6 Duta Baca Kabupaten Bogor 2026

Laila menceritakan, program pelatihan internasional tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan wawasan para guru dalam bidang pendidikan dan pengembangan keterampilan vokasi di kawasan Asia.

“Para peserta akan mendapatkan berbagai materi pelatihan, pengalaman kolaborasi internasional, serta pengenalan teknologi pendidikan modern. Kesempatan ini juga menjadi ajang memperkenalkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di tingkat global,” ungkapnya di Medan dilansir Kemenag.go.id, Kamis (21/5/2026).

Wanita yang memulai karier mengajar di MAS Modern Al Islam, Jember, Jawa Timur ini mengungkapkan bahwa keberhasilan yang diraih ini bukan perjuangan yang mudah. Dia harus melampirkan hasil skor proficiency test toefl/ielts yang diakui IELTS minimal score 5.0, TOEFL ITP: minimal score 460; TOEFL iBT minimal score 45; English Score British Council minimal score level B2 yang bukan merupakan sertifikat prediction test, dan diterbitkan oleh ETS (Educational Testing Service), dengan masa berlaku maksimal 3 (tiga) tahun sejak diterbitkan.

Baca Juga:  Harlan Bestari Bengardi: Perjalanan Anak Kuli Bangunan hingga Jadi CEO & CO Founder Pestigo

Laila mengharapkan prestasi yang diraihnya dapat menjadi inspirasi bagi para guru dan siswa untuk terus berusaha memberikan yang terbaik dalam dunia pendidikan. Pengabdian dan dedikasi seorang guru tidak hanya terlihat dari proses mengajar di kelas, tetapi juga dari semangat dalam membimbing dan mencetak generasi berprestasi.

Sebelum berangkat ke China, Laila juga turut memberikan motivasi kepada seluruh siswa agar terus semangat belajar dan berani meraih cita-cita. Ia mengingatkan para siswa untuk tidak mudah menyerah meskipun menghadapi berbagai keterbatasan dalam kehidupan.

Baca Juga:  Kader HMI Bogor Diuji Realitas, SRT Jadi Penentu di LK2 Nasional

Menurutnya, kerja keras, doa, dan kesungguhan akan membuka jalan menuju kesuksesan. Pesan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepeduliannya terhadap masa depan generasi muda madrasah.

Kepala MTsN 1 Medan, Syakhrim Harahap, mengaku bangga dan bersyukur atas prestasi salah satu guru di madrasahnya. Menurut Syakhrim, keberhasilan ini menjadi motivasi besar bagi seluruh guru untuk terus meningkatkan kompetensi dan kualitas pendidikan.

Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama mengikuti pelatihan di China nantinya dapat dibagikan kepada guru dan siswa di lingkungan madrasah. “Kabar ini sangat membahagiakan sekaligus memberikan motivasi dan inspirasi bagi kita semua. Semoga akan lebih banyak lagi guru-guru yang mampu berprestasi hingga tingkat internasional,” ujarnya.[]

 

Berita Terkait

Ria Rahma Rahayu, Juara Favorit Duta Baca Kabupaten Bogor Lewat Dongeng Nusantara
Tiga Wakil Presiden RI Lulusan Luar Negeri dan Kontribusinya Bagi Bangsa
Rimbawati, Dosen UMSU Hadirkan Energi Terbarukan dari Motor Bekas hingga Kotoran Sapi
Tembus 364 Peserta, Zahra Mahasiswi UIB Raih Best Influencer Duta Lingkungan Jabar 2026
Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Jabar Sakola
Bangkit darj Kegagalan, Mahasiswi UIB Raih Top 6 Duta Baca Kabupaten Bogor 2026
Mengenal Lebih Dekat Sosok Ustadz Syam, Guru Besar Filsafat UNIDA Gontor
Aziz Awaludin Alumni Pesantren UQI Raih Dr. Carolyn Kelley Dissertation Award dari UW-Madison

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Ria Rahma Rahayu, Juara Favorit Duta Baca Kabupaten Bogor Lewat Dongeng Nusantara

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Tiga Wakil Presiden RI Lulusan Luar Negeri dan Kontribusinya Bagi Bangsa

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Rimbawati, Dosen UMSU Hadirkan Energi Terbarukan dari Motor Bekas hingga Kotoran Sapi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Tembus 364 Peserta, Zahra Mahasiswi UIB Raih Best Influencer Duta Lingkungan Jabar 2026

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Jabar Sakola

Berita Terbaru

Pendidikan

Pemkot Bogor akan Pindahkan Sekolah Rakyat di Kawasan Rancamaya

Minggu, 18 Okt 2026 - 17:49 WIB

Pemerintah

Guru PAUD Kota Bogor dapat Kesejahteraan dan Beasiswa Pendidikan

Sabtu, 17 Okt 2026 - 17:36 WIB