Diet Pengganti Beras Putih Solusi Terbaik, Apa Itu?

Tedy

- Redaksi

Jumat, 17 Juli 2026 - 21:41 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor. Bagi kebanyakan orang, menjalani program diet alami dengan mengurangi konsumsi bahkan menghindari nasi putih. Padahal, nasi putih bukanlah penyebab utama berat badan naik dan penyakit gula kering atau basah. Yang lebih berpengaruh adalah jumlah kalori yang dikonsumsi setiap hari dibandingkan dengan kalori yang dibakar tubuh melalui aktivitas atau pun olahraga. 

Baru-baru ini, semakin banyak orang beralih konsumsi dari beras putih ke beras merah, beras hitam, atau jenis beras lainnya karena dianggap lebih baik untuk membantu menurunkan berat badan, anggapan tersebut tidak sepenuhnya keliru.

Sejumlah penelitian di dunia medis menunjukkan bahwa jenis beras tertentu seperti beras merah, beras hitam, mengandung lebih banyak serat dan memiliki indeks glikemik yang lebih rendah. Beras yang masih termasuk kelompok biji-bijian utuh atau whole grain umumnya mengandung lebih banyak serat, vitamin, dan mineral dibandingkan beras putih yang telah mengalami proses penyosohan.

Serat membantu memperlambat proses pencernaan, sehingga dapat membantu rasa kenyang bertahan lebih lama dan mendukung pengelolaan berat badan. Setiap jenis beras memiliki kandungan nutrisi yang berbeda. Selain itu, beberapa jenis beras memiliki indeks glikemik yang lebih rendah sehingga kadar gula darah tidak naik terlalu cepat setelah makan. Kondisi ini dapat membantu mengurangi rasa lapar pada sebagian orang yang sudah terbiasa mengkonsumsi beras merah atau hitam. Meski demikian, merujuk pada riset bahwa tidak ada satu jenis beras yang dapat menurunkan berat badan secara instan. Keberhasilan diet tidak otomatis hasil dari sering mengkonsumsi beras merah atau pun hitam tetapi bergantung pada pola makan secara keseluruhan, aktivitas fisik, dan konsistensi menjaga defisit kalori

Berikut, jenis beras apa saja yang bagus untuk diet? Berikut informasinya dirangkum dari VeryWell Health, 11 Juli 2026.

1. Beras merah. Beras merah menjadi pilihan yang paling sering direkomendasikan bagi orang yang ingin menurunkan berat badan. Jenis beras ini masih memiliki lapisan bekatul sehingga kandungan seratnya lebih tinggi dibandingkan beras putih. Selain serat, beras merah juga mengandung vitamin B, magnesium, dan berbagai mineral penting yang dibutuhkan tubuh. Kandungan serat yang lebih tinggi membuat proses pencernaan berlangsung lebih lambat sehingga rasa kenyang dapat bertahan lebih lama. Beras merah juga dapat membantu mengontrol kadar gula darah sehingga cocok menjadi pilihan bagi Anda yang sedang menjalani pola makan sehat
Meski disebut sebagai beras.

2. Beras hitam dikenal karena kandungan antosianin yang tinggi. Antosianin merupakan senyawa antioksidan yang juga ditemukan pada buah blueberry dan blackberry. Selain kaya antioksidan, beras hitam juga mengandung lebih banyak serat dibandingkan beras putih. Kombinasi tersebut membuat beras hitam menjadi salah satu pilihan yang baik untuk melengkapi pola makan sehat. Meski belum terbukti secara langsung mempercepat penurunan berat badan, kandungan seratnya dapat membantu Anda merasa kenyang lebih lama.

3. Beras basmati utuh Jika Anda kurang menyukai tekstur beras merah, beras basmati utuh dapat menjadi pilihan lain. Beberapa varietas beras basmati memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan beras putih biasa. Artinya, kenaikan gula darah setelah mengonsumsinya cenderung lebih lambat. Selain itu, beras basmati memiliki aroma yang khas dan tekstur yang lebih ringan sehingga banyak disukai sebagai pengganti nasi putih.
Selain itu, yang paling penting adalah mengatur porsi makan agar sesuai dengan kebutuhan kalori harian. Agar menu menjadi lebih seimbang tentunya harus di imbangi dengan konsumsi sayuran juga. Kombinasi ini dapat membantu Anda merasa kenyang lebih lama sekaligus memenuhi kebutuhan nutrisi harian.

Baca Juga:  Kenapa Kebiasaan Baik Sulit Bertahan? Ini Penyebabnya

Baca Juga:  Ketika Gaji Bertambah, Tapi Waktu untuk Hidup Berkurang

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga:  Tips Hadapi Tantangan Hidup bagi Generasi Strawberry dan Sandwich

Editor : Fathurroji

Berita Terkait

Tips Memilih Laptop untuk Kerja dari Rumah agar Produktif dan Hemat Biaya
Downgrade Lifestyle Makin Marak, Pakar Ingatkan Jangan Tunda Medical Check-up
Khawatir Kanker Menyebar ke Tulang? SPECT-CT Bisa Bantu Deteksi
5 Hal Penyakit Ginjal yang Sering Disalahpahami, Nggak selalu Cuci Darah
Cara Membedakan Influenza A dengan Flu Biasa
Ciri Orang Egois Bisa Dilihat dari Perkataannya, Apa Saja?
Sederet Pemicu Perceraian, Bimbingan Perkawinan sebagai Pencegahan
Tips Memilih Travel Umroh untuk Keluarga Muslim di Bogor Jawa Barat

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Tips Memilih Laptop untuk Kerja dari Rumah agar Produktif dan Hemat Biaya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Downgrade Lifestyle Makin Marak, Pakar Ingatkan Jangan Tunda Medical Check-up

Senin, 28 September 2026 - 17:00 WIB

Khawatir Kanker Menyebar ke Tulang? SPECT-CT Bisa Bantu Deteksi

Jumat, 25 September 2026 - 16:40 WIB

5 Hal Penyakit Ginjal yang Sering Disalahpahami, Nggak selalu Cuci Darah

Selasa, 22 September 2026 - 16:04 WIB

Cara Membedakan Influenza A dengan Flu Biasa

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB