Cara Membedakan Influenza A dengan Flu Biasa

Bisyral

- Redaksi

Selasa, 22 September 2026 - 16:04 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor– Influenza A berbeda dengan flu biasa. Sama-sama menyerang saluran pernapasan, tetapi keduanya tidak selalu menimbulkan pola gejala yang sama.

Influenza A merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan virus influenza tipe A. Praktisi Kesehatan, dr. Susana Indahwati, mengatakan istilah “super flu” yang belakangan digunakan masyarakat bukan merupakan diagnosis medis resmi.

“Influenza A merupakan infeksi saluran pernafasan yang disebabkan oleh virus influenza tipe A. Virus influenza tipe A ini memiliki beberapa subtipe berdasarkan kombinasi protein permukaannya,” kata Susana, Selasa (22/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Susana, salah satu subtipe Influenza A yang saat ini banyak beredar pada manusia adalah H1N1.

Namun, untuk memastikan seseorang terinfeksi Influenza A, gejala saja tidak cukup. Penentuan jenis influenza tetap memerlukan pemeriksaan klinis dan, bila diperlukan, pemeriksaan laboratorium.

Baca Juga:  Berpakaian Adat Jawa, Ainul Yaqin Raih IPK 3,80 di Universitas Muhammadiyah Indonesia

Istilah “super flu” terdengar seperti nama penyakit baru. Padahal, menurut Susana, istilah itu lebih banyak digunakan dalam percakapan masyarakat atau pemberitaan untuk menggambarkan flu yang dirasakan lebih berat dari biasanya.

“Istilah super flu bukan merupakan istilah diagnosis medis resmi. Dalam pemberitaan atau percakapan masyarakat, istilah tersebut dapat digunakan untuk menggambarkan flu yang dirasakan lebih berat dari biasanya,” jelasnya.

Karena itu, penyebutan “super flu” tidak otomatis berarti terdapat virus influenza baru yang lebih berbahaya.

Influenza A dan common cold atau flu biasa sama-sama merupakan infeksi saluran pernapasan. Keduanya bisa menyebabkan batuk, pilek, sakit tenggorokan dan rasa tidak nyaman pada tubuh.

Baca Juga:  871 Ribu Peserta Ikuti SNPMB 2026, Pemerintah Evaluasi Sistem Seleksi Masuk PTN

Perbedaannya bisa terlihat dari pola munculnya gejala.

Influenza umumnya memiliki awitan yang lebih mendadak. Demam, nyeri otot dan badan terasa sakit juga dapat menyertai infeksi ini.

Gejala Influenza A lainnya dapat berupa pusing, kelelahan yang cukup berat serta batuk yang berlangsung lebih lama.

Sementara common cold biasanya memiliki gejala yang lebih ringan. Keluhan pilek dan hidung tersumbat justru lebih menonjol.

Tetapi ada satu hal yang perlu diperhatikan.

Gejala saja tidak selalu bisa memastikan seseorang mengalami Influenza A. Berbagai virus pernapasan dapat menimbulkan keluhan yang hampir serupa.

Baca Juga:  ASKOPIS akan Selenggarakan Konferensi Nasional Komunikasi Islam ke-6

Selain Influenza A dan common cold, ada istilah influenza-like illness atau ILI.

ILI digunakan untuk menggambarkan kondisi seseorang yang mengalami gejala menyerupai influenza. Jadi, istilah tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa penyebabnya adalah virus influenza tipe A.

Pemeriksaan klinis tetap menjadi dasar. Pemeriksaan laboratorium dapat dilakukan bila memang diperlukan untuk membantu menentukan penyebab infeksi.

Dengan begitu, ketika batuk, pilek, demam atau badan terasa sakit datang bersamaan, tidak serta-merta berarti seseorang terkena Influenza A.

Yang penting bukan sekadar nama penyakitnya. Tetapi mengenali gejala, memperhatikan kondisi tubuh dan mendapatkan pemeriksaan ketika diperlukan.

Editor : Fathurroji

Berita Terkait

Akademisi UGM Satyawan Pudyatmoko, Diangkat Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut
Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Saluran Pembayaran Gaji PNS dan Pensiunan
Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian
Kemanag Buka Pengajuan Bantuan Masjid dan Mushola, Ini Syarat dan Jadwalnya
Tips Memilih Laptop untuk Kerja dari Rumah agar Produktif dan Hemat Biaya
Mendikdasmen Tekankan Peran Pengawas Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan
Kemendikdasmen Susun Skema Siswa Tak Otomatis Naik Kelas, Ini Respons Kemenag
Transformasi Desa: Mengubah Posisi Desa dari Obyek Menjadi Subyek Pembangunan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Akademisi UGM Satyawan Pudyatmoko, Diangkat Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Saluran Pembayaran Gaji PNS dan Pensiunan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Kemanag Buka Pengajuan Bantuan Masjid dan Mushola, Ini Syarat dan Jadwalnya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Tips Memilih Laptop untuk Kerja dari Rumah agar Produktif dan Hemat Biaya

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB