Dampak Penggusuran, Ratusan Siswa SMKN 1 Tambun Utara Belajar Gunakan Meja Lesehan

Tim Redaksi

- Redaksi

Selasa, 14 April 2026 - 21:36 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bekasi–Jelang Sistem pendaftaran murid Baru (SPMB) 2026, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tambun Utara Kabupaten Bekasi meminta pemerintah provinsi Jawa Barat untuk merealisasikan pembangunan ruang kelas pasca penggusuran ruang kelas SMK Negeri 1 Tambun Utara.

Ketua Forum BPD Kecamatan Tambun Utara, Dedi Sutisna, menilai kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berdampak langsung terhadap ratusan siswa yang kini harus belajar di ruang yang tidak semestinya.

Ia menyebut, kondisi itu seharusnya dapat diantisipasi dengan percepatan pembangunan fasilitas pengganti.

Baca Juga:  Hari Bumi, Mapala UIB Dorong Mahasiswa Peduli Lingkungan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setelah penggusuran ruang kelas, seharusnya Gubernur Jabar bisa langsung merealisasikan pembangunan baru, agar siswa tidak belajar di masjid atau ruang praktik,” kata Dedi, Selasa (14/4/2026).

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Tambun Utara, Hoyadi Kurniawan, membenarkan bahwa dua ruang kelas yang berada di dekat bantaran Kali Gabus telah digusur pada awal tahun 2026.

Ia mengaku, pihaknya telah menerima janji pembangunan pengganti oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM), namun hingga kini belum terealisasi.

Baca Juga:  Siswa RI Borong Prestasi di Olimpiade Geografi Internasional, Perkenalkan Sistem Ronda

“Awal tahun, dua ruangan di sekolah kami digusur. Dijanjikan akan dibangun kembali sebagai pengganti, tetapi hingga saat ini belum terealisasi,” ungkap Hoyadi.

Akibat penggusuran tersebut, sebanyak 144 siswa terpaksa menjalani kegiatan belajar mengajar di ruang perpustakaan, ruang praktik, hingga masjid sekolah.

Kondisi ini dinilai kurang ideal untuk menunjang proses pendidikan yang optimal.

Di sisi lain, Ketua Komite SMK Negeri 1 Tambun Utara, Damin Sada, menyampaikan pihak sekolah telah berupaya memaksimalkan fasilitas yang ada demi kenyamanan siswa.

Baca Juga:  KKM 04 IUQI Bogor Gelar Pelatihan Pengurusan Jenazah bersama MUI Cibitung Wetan

“Bagi siswa yang tidak bisa menggunakan kursi dan meja, kami siapkan meja lipat lesehan agar mereka tetap dapat belajar dengan nyaman,” tuturnya.

Dengan kondisi tersebut, pihak sekolah berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat segera merealisasikan pembangunan ruang kelas baru sebelum pelaksanaan SPMB 2026, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan lebih efektif dan layak. (*)

Berita Terkait

Pemkot Bogor akan Pindahkan Sekolah Rakyat di Kawasan Rancamaya
Dr. Faisal Rachmat Kembangkan Media Maze Tingkatkan Motorik Anak Berkebutuhan Khusus
36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi
Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor
Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026
Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin
Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027
Jangan Sepelekan Ijazah SMA, Dokumen Ini Bisa Perluas Peluang Karier

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:49 WIB

Pemkot Bogor akan Pindahkan Sekolah Rakyat di Kawasan Rancamaya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:48 WIB

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin

Berita Terbaru

Pendidikan

Pemkot Bogor akan Pindahkan Sekolah Rakyat di Kawasan Rancamaya

Minggu, 18 Okt 2026 - 17:49 WIB

Pemerintah

Guru PAUD Kota Bogor dapat Kesejahteraan dan Beasiswa Pendidikan

Sabtu, 17 Okt 2026 - 17:36 WIB