Binanews | Bogor – Air berkarbonasi atau sparkling water semakin populer, terutama di kalangan anak muda yang mencari alternatif minuman tanpa gula. Rasanya yang segar membuat minuman ini kerap dianggap lebih sehat dibanding minuman bersoda. Namun, apakah kebiasaan mengonsumsinya setiap hari benar-benar aman bagi kesehatan gigi?
Banyak orang mengira gelembung karbonasi menjadi penyebab utama kerusakan gigi. Padahal, menurut para dokter gigi, anggapan tersebut kurang tepat. Faktor yang lebih berpengaruh terhadap kerusakan email gigi justru adalah tingkat keasaman (pH) serta kandungan gula yang terdapat dalam minuman.
Bukan Karbonasinya, Melainkan Tingkat Keasamannya
Karbonasi terbentuk ketika gas karbon dioksida (CO₂) dilarutkan ke dalam air sehingga menghasilkan asam karbonat. Proses ini memang membuat air berkarbonasi memiliki sifat sedikit lebih asam dibanding air putih biasa.
Meski demikian, air berkarbonasi murni (plain sparkling water) memiliki tingkat keasaman yang relatif rendah sehingga tidak secara cepat merusak lapisan email gigi apabila dikonsumsi dalam batas wajar.
Risiko mulai meningkat ketika minuman mengandung tambahan asam, seperti asam sitrat, asam malat, atau asam fosfat. Bahan-bahan tersebut banyak ditemukan pada minuman bersoda, minuman olahraga, maupun air berkarbonasi dengan tambahan perisa buah.
Email Gigi Mulai Rusak pada pH di Bawah 5,5
Email merupakan lapisan terluar gigi yang berfungsi melindungi jaringan di bawahnya. Menurut para dokter gigi, proses demineralisasi atau pengikisan email mulai terjadi ketika tingkat keasaman di dalam mulut turun hingga di bawah pH 5,5.
Dalam kondisi normal, air liur akan membantu menetralkan kembali keasaman mulut. Namun, apabila seseorang terus-menerus mengonsumsi minuman yang bersifat asam sepanjang hari, gigi tidak memiliki waktu yang cukup untuk melakukan proses remineralisasi secara alami. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya erosi email.
Di antara berbagai jenis minuman berkarbonasi, air soda tanpa pemanis dinilai sebagai pilihan yang paling ramah terhadap kesehatan gigi. Sebaliknya, air berkarbonasi dengan tambahan rasa lemon, jeruk, limau, mangga, atau perisa buah lainnya umumnya memiliki tingkat keasaman yang lebih tinggi sehingga berpotensi mempercepat pengikisan email.
Minuman Diet Belum Tentu Lebih Aman
Banyak orang memilih minuman bersoda rendah kalori (diet soda) karena tidak mengandung gula. Namun, para ahli mengingatkan bahwa minuman jenis ini tetap berisiko bagi kesehatan gigi.
Pasalnya, sebagian besar diet soda masih mengandung asam fosfat atau asam sitrat yang dapat mempercepat erosi email gigi.
Sementara itu, minuman bersoda yang mengandung gula memiliki risiko paling tinggi. Selain bersifat asam, kandungan gulanya menjadi sumber makanan bagi bakteri di dalam mulut. Bakteri tersebut kemudian menghasilkan asam yang dapat memicu terbentuknya gigi berlubang.
Menariknya, jus buah juga belum tentu lebih aman dibanding air berkarbonasi tanpa gula. Banyak jenis jus mengandung gula alami dan memiliki tingkat keasaman yang cukup tinggi sehingga tetap berpotensi merusak email gigi apabila dikonsumsi secara berlebihan.
Tips Aman Menikmati Air Berkarbonasi
Agar tetap dapat menikmati minuman berkarbonasi tanpa meningkatkan risiko kerusakan gigi, para dokter gigi menyarankan beberapa langkah sederhana, yaitu:
-
Pilih air berkarbonasi tanpa tambahan perisa maupun pemanis.
-
Habiskan minuman dalam satu waktu dan hindari menyeruput sedikit demi sedikit sepanjang hari.
-
Konsumsi bersama makanan untuk mengurangi paparan asam pada gigi.
-
Berkumur dengan air putih setelah minum guna membantu menetralkan keasaman di dalam mulut.
-
Tunda menyikat gigi sekitar 30 menit setelah mengonsumsi minuman asam agar email yang sedang melunak tidak ikut terkikis.
-
Gunakan sedotan bila memungkinkan untuk mengurangi kontak langsung minuman dengan permukaan gigi.
-
Jaga kebersihan gigi dengan menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluorida, membersihkan sela-sela gigi, serta melakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi.
Pola Konsumsi Menjadi Kunci
Bagi orang yang rutin menjaga kesehatan gigi, air berkarbonasi tanpa gula masih dapat menjadi pilihan minuman yang relatif aman. Bahkan, minuman ini jauh lebih ramah terhadap email gigi dibandingkan minuman bersoda manis dengan kandungan gula tinggi.
Yang perlu diwaspadai bukanlah gelembung karbonasinya, melainkan kombinasi antara kadar gula, tingkat keasaman minuman, serta kebiasaan mengonsumsinya. Dengan memilih jenis minuman yang tepat, membatasi frekuensi konsumsi, dan tetap menjaga kebersihan gigi, air berkarbonasi dapat dinikmati tanpa memberikan dampak berarti terhadap kesehatan gigi.
Editor : Fathurroji









