Binanews.id | Bogor — Pagi yang hangat di kawasan Selabenda, Kabupaten Bogor, terasa berbeda pada Sabtu, 19 April 2026. Rombongan Yayasan DM Sholeh datang dengan semangat belajar yang tak sekadar akademik, tetapi juga spiritual dan kelembagaan. Kunjungan ini bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan langkah awal membangun jejaring dan memperkuat fondasi sebagai lembaga pendidikan Islam yang baru tumbuh.
Sebanyak 44 siswa, didampingi 10 orang tua murid dan sekitar 15 perwakilan yayasan, mengikuti kegiatan studi religi ke Perguruan Birrul Walidain. Kehadiran mereka disambut hangat oleh jajaran pengelola perguruan yang telah lebih dulu mapan dalam dunia pendidikan Islam.
Ketua Yayasan DM Sholeh, Lukman Hakim, SH, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna strategis. “studi religi yang dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 19 April 2026 dilaksanakan untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa-siswi DM sholeh dalam berkolaborasi dengan siswa-siswa Yayasan lain, juga untuk menimba ilmu tata kelola Yayasan Pendidikan berbasis Islam,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pilihan Birrul Walidain sebagai tujuan bukan tanpa alasan. Sosok KH Memed Jalaluddin, yang menjadi salah satu inisiator berdirinya Yayasan DM Sholeh, menjadi jembatan historis sekaligus inspiratif bagi kedua lembaga. Kehadiran beliau dalam menyambut rombongan menjadi simbol kuat bahwa kolaborasi lintas generasi dan pengalaman adalah kunci kemajuan pendidikan Islam.
Dalam sambutannya, Kiai Memed Jalaluddin menyampaikan pandangan yang menekankan pentingnya keterbukaan belajar. “yayasan yang baik perlu banyak belajar ke berbagai Yayasan Pendidikan Islam yang sudah berdiri lama dalam konteks belajar dalam berbagai hal mulai dari sistem kurikulum terus prasarana dan tentunya arah pendidikan DM Sholeh ke depannya,” ungkapnya.
Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Dialog yang terbangun tidak hanya membahas kurikulum dan sarana prasarana, tetapi juga menyentuh visi besar pendidikan Islam yang adaptif terhadap zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar keislaman.
Bagi Yayasan DM Sholeh yang baru berdiri satu tahun, kunjungan ini menjadi momentum penting untuk mempercepat proses pembelajaran kelembagaan. Sementara bagi Birrul Walidain, kehadiran rombongan ini menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus memperluas jejaring dakwah pendidikan.
Tak hanya diskusi, kegiatan juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada lima siswa-siswi DM Sholeh yang berprestasi dalam menghafal bacaan Al-Qur’an. Momen ini menjadi simbol bahwa perjalanan pendidikan tidak hanya diukur dari institusi, tetapi juga dari capaian individu yang terus diasah.
Kegiatan turut dihadiri oleh salah satu donatur Yayasan DM Sholeh, Ustad Asep Yusuf, yang memberikan dukungan moril terhadap upaya pengembangan lembaga. Kehadirannya menambah semangat bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama.
Menjelang siang, tepat pukul 12.20 WIB, rangkaian kegiatan ditutup dengan shalat berjamaah di masjid Perguruan Birrul Walidain. Dalam keheningan doa yang dipanjatkan bersama, tersirat harapan agar langkah kecil ini menjadi awal dari perjalanan panjang membangun pendidikan Islam yang kolaboratif, berkualitas, dan berkelanjutan.[]









