Binanews.id | Jakarta – Susu Kental Manis (SKM) merupakan salah satu produk pangan yang cukup populer di masyarakat Indonesia. Memiliki rasa manis dan tekstur kental, produk ini kerap digunakan sebagai pelengkap berbagai makanan dan minuman, mulai dari roti, martabak, es buah, hingga aneka hidangan penutup.
Selain memberikan cita rasa manis, SKM juga mengandung sejumlah zat gizi yang berasal dari bahan baku susu. Namun, penggunaannya perlu dipahami secara tepat, terutama karena kandungan gula di dalamnya cukup tinggi.
SKM umumnya dibuat dari susu yang sebagian besar kandungan airnya telah dihilangkan, kemudian ditambahkan gula. Proses tersebut menghasilkan produk dengan tekstur kental, rasa manis, serta daya simpan yang relatif lebih lama.
Dari sisi kandungan gizi, SKM dapat mengandung protein, lemak, karbohidrat, kalsium, dan sejumlah mineral. Protein berperan dalam membantu pembentukan serta pemeliharaan jaringan tubuh, sedangkan kalsium dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi.
Lemak juga menjadi salah satu sumber energi bagi tubuh. Sementara itu, karbohidrat, terutama gula, memberikan energi, tetapi konsumsinya tetap perlu dibatasi agar tidak berlebihan.
Dalam penggunaannya sehari-hari, SKM lebih tepat diposisikan sebagai pelengkap makanan atau minuman untuk menambah rasa dan cita rasa, bukan sebagai pengganti susu cair maupun sumber utama pemenuhan kebutuhan gizi.
Masyarakat juga perlu memperhatikan informasi nilai gizi pada kemasan setiap produk. Kandungan protein, lemak, gula, dan mineral dapat berbeda-beda bergantung pada merek serta formulasi yang digunakan.
Dengan memahami kandungan dan fungsi SKM, masyarakat diharapkan dapat menggunakannya secara bijak. Menjadikan SKM sebagai pelengkap hidangan dapat menjadi pilihan untuk menambah cita rasa, dengan tetap memperhatikan pola makan bergizi seimbang dan membatasi konsumsi gula harian.








