Binanews.id | Bogor — Dunia perkuliahan tidak lagi cukup berlangsung di ruang kelas. Mahasiswa kini dituntut mampu terjun langsung menyelesaikan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat maupun institusi.
Semangat tersebut diwujudkan oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Logistik Bisnis Politeknik Bisnis Digital Indonesia (POLBIS) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di lingkungan Kementerian Koperasi Republik Indonesia, Minggu (3/5/2026).
Kegiatan ini berfokus pada pelaksanaan stock opname dan pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan inventaris. Tujuannya untuk membantu proses pencatatan aset agar lebih akurat, efektif, dan terstruktur.
Tim kegiatan dipimpin oleh dosen Muhammad Zuhriyanto dan Izma Nurhanifah Fauzi. Mereka didampingi mahasiswa Novia Indriani Putri Sutrisno, Novia Karunia Zahro, dan Siti Sundari.
Sebelum kegiatan dilaksanakan, tim melakukan observasi lapangan untuk memetakan kondisi inventaris yang ada. Tahap tersebut menjadi dasar dalam menyusun proses pendataan dan verifikasi aset.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa terlibat langsung dalam pencocokan data inventaris dengan kondisi aktual di lapangan. Mereka juga membantu melakukan digitalisasi data menggunakan sistem pencatatan berbasis spreadsheet.
Muhammad Zuhriyanto mengatakan kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran praktis bagi mahasiswa vokasi. Menurutnya, pengalaman lapangan penting untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap dunia kerja yang sesungguhnya.
“Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di kelas, tetapi juga belajar menghadapi persoalan nyata dan mencari solusi yang relevan,” ujarnya.
Dalam proses pendataan, tim menemukan beberapa tantangan. Di antaranya ketidaksesuaian data inventaris lama dengan kondisi aktual serta belum optimalnya sistem pelabelan aset.
Meski demikian, kendala tersebut dapat diatasi melalui proses validasi bertahap dan koordinasi bersama pihak terkait. Tim juga membantu menyusun sistem pencatatan yang lebih sistematis dan mudah digunakan.
Selain memberikan manfaat bagi institusi mitra, kegiatan ini juga memperkaya pengalaman mahasiswa. Mereka belajar mengenai manajemen inventaris, kerja tim, problem solving, hingga penerapan konsep logistik modern.
Bagi mahasiswa Program Studi Logistik Bisnis, pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk menghadapi kebutuhan industri yang semakin berbasis teknologi dan data.
Kegiatan ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah. Kampus tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga dapat berkontribusi menghadirkan solusi nyata bagi berbagai kebutuhan organisasi.
Ke depan, tim merekomendasikan pengembangan sistem inventaris berbasis barcode dan dashboard monitoring digital. Langkah tersebut dinilai dapat mendukung pengelolaan aset yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel.
Melalui kegiatan ini, POLBIS kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program Kampus Berdampak. Kehadiran mahasiswa di lapangan diharapkan mampu memberikan manfaat nyata sekaligus memperkuat kompetensi lulusan di era transformasi digital.[]









