Binanews.id | Bogor–Aziza Luthfia, mahasiswi semester 7 Program Studi Bimbingan Konseling dan Pendidikan Islam, berhasil meraih gelar Photogenic di ajang Duta Kampus Indonesia. Prestasi ini sekaligus membawa nama UIB di kancah nasional.
Ketertarikan Aziza mengikuti ajang ini berawal dari keinginannya mencari batu loncatan berikutnya. Sebelumnya, ia pernah tampil di ajang regional Miss Hijab Jakarta, lalu memberanikan diri melangkah ke tingkat nasional.
“Alhamdulillah, saya bisa menyetarakan diri dengan peserta lain dari berbagai provinsi serta membawa nama kampus UIB di kancah nasional,” ujarnya.
Di Miss Hijab Jakarta, Aziza berhasil masuk 15 besar dan menyandang gelar Photogenic. Pengalaman itu menjadi bekal penting saat ia bertanding di Duta Kampus Indonesia.
Untuk persiapan, Aziza meriset ajang tersebut terlebih dahulu. Ia mempelajari kelebihan para pemenang sebelumnya dan kriteria penilaian juri. Menjelang masa pemilihan, ia juga banyak berlatih, mulai dari public speaking hingga catwalk.
Meski berhasil membawa pulang gelar Photogenic, Aziza mengaku menanggapinya dengan biasa saja. Alasannya, gelar serupa pernah ia raih di ajang lain, sementara target awalnya berada di kategori berbeda. “Ini semua murni keputusan juri, jadi saya menerima dengan lapang dada,” katanya.
Dari seluruh rangkaian kegiatan, momen yang paling berkesan baginya adalah bertemu peserta dari provinsi lain. Ia mengaku bisa belajar banyak hal dari mereka dan mengenal orang-orang hebat dari berbagai wilayah.
Menurut Aziza, makna photogenic di dunia pageant tidak sebatas tampil standout dan mahal di depan foto atau video. Hal yang lebih penting adalah pembawaan diri saat sesi pemotretan maupun pembuatan konten, sehingga mampu menjadi “main character” yang menarik. Selain itu, peserta harus selalu luwes agar tampil lebih berkarisma dan profesional.
Ia juga menekankan pentingnya rasa percaya diri. “Amat sangat penting, karena dengan percaya diri kita terlihat standout dan ekspresi maupun pesan yang kita tunjukkan di depan kamera bisa tersampaikan,” ungkapnya.
Setelah meraih gelar ini, Aziza berharap perjuangannya tidak berhenti di sini. Ia ingin melanjutkan ke ajang-ajang berikutnya untuk memperkenalkan almamaternya lebih luas. “Saya ingin menunjukkan bahwa UIB bisa menyetarakan diri dengan kampus-kampus ternama lainnya,” tuturnya.
Dalam perjalanannya, Aziza memiliki sosok inspirasi, yaitu Wynona Salsabilla, pemenang Miss Hijab Indonesia 2024 yang namanya dikenal di dunia pageant. Dari Wynona, ia belajar bahwa pembawaan diri sangat penting, begitu pula personal branding dan relasi di era sekarang.
Di akhir, Aziza menyampaikan harapan untuk Duta Kampus Indonesia agar semakin sukses dan semakin memberdayakan mahasiswa berprestasi. Menurutnya, hal itu bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa lain. “Mahasiswa yang sering memperkenalkan kampus kepada masyarakat luar seharusnya menjadi motivasi untuk selalu jadi anak muda yang menginspirasi,” pungkasnya.[]
Penulis : Siti Nur Rahmah
Editor : Fathurroji









