Binanews.id | Bogor – Suasana kawasan Danau Gunting di Kebun Raya Bogor tampak lebih semarak, Sabtu 16 Mei 2026. Komunitas Angklung Srikandi Bogor Baru tampil menghibur pengunjung dalam rangkaian perayaan HUT ke-209 Kebun Raya Bogor.
Penampilan komunitas angklung ibu-ibu asal Perumahan Bogor Baru itu sukses menarik perhatian pengunjung yang memadati kawasan kebun raya selama libur panjang akhir pekan.
Pembina Angklung Srikandi Bogor Baru, Ilham Banyu Setia mengatakan, penampilan kali ini menjadi pengalaman spesial karena untuk pertama kalinya mereka dilibatkan dalam rangkaian perayaan hari jadi Kebun Raya Bogor.
“Untuk dalam rangkaian HUT-nya kita pertama kali. Kalau sebelumnya pernah tampil di Kebun Raya, tapi bukan dalam acara ulang tahunnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penampilan berlangsung meriah karena melibatkan kolaborasi dengan sejumlah komunitas angklung dari Jakarta dan Depok. Bahkan, pertunjukan juga dipadukan dengan penampilan musik band.
“Alhamdulillah tadi cukup ramai. Karena long weekend juga pengunjung banyak. Kita kolaborasi dengan grup angklung dari Jakarta dan Depok, lalu sempat juga kolaborasi dengan band,” katanya.
Komunitas yang tampil berasal dari Saung Angklung di Jakarta Selatan dan kelompok angklung Perumahan Telaga Golf Sawangan, Depok. Meski tanpa latihan bersama secara khusus, kolaborasi tetap berjalan lancar.
“Karena memang binaan saya juga, jadi tanpa latihan langsung gabung sudah biasa. Yang penting instruksinya tahu,” jelas Ilham.
Selama kurang lebih satu jam penampilan, mereka membawakan sekitar 13 hingga 14 lagu dengan beragam genre.
Lagu-lagu daerah menjadi sajian yang paling mendapat respons hangat dari pengunjung.
“Antusias pengunjung paling terasa saat lagu-lagu daerah. Tapi lagu-lagu hits dan koplo juga banyak yang ikut menikmati,” ucapnya.
Usai tampil di Kebun Raya Bogor, Angklung Srikandi Bogor Baru juga berencana kembali tampil dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) 2026.
“Kemungkinan ada agenda di Hari Jadi Bogor, sempat ada pembicaraan untuk tampil di kantor wali kota,” pungkas Ilham.[]








