KAI Dukung Pelestarian Lingkungan, 4.000 Pohon Produktif Ditanam di Subang

Tedy

- Redaksi

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:43 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Subang — PT Kereta Api Indonesia (Persero) menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dan penguatan ekonomi masyarakat melalui program penanaman 4.000 pohon produktif di lahan seluas 18 hektare di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Kegiatan yang merupakan bagian dari implementasi pilar Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan ini digelar secara seremonial pada 24 April 2026 di Desa Sukahurip, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang.

Program penanaman tersebut terlaksana melalui kolaborasi antara Yugma Foundation dengan para petani hutan yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Rimba Sejati. Seluruh pendanaan program didukung penuh oleh PT KAI sebagai penyandang dana utama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Perencanaan Strategis dan Manajemen Risiko PT KAI, Wilman Sidjabat. Ia menegaskan bahwa program ini menjadi bagian dari langkah nyata perusahaan dalam memperkuat kontribusi terhadap lingkungan sekaligus meningkatkan keterlibatan insan KAI dalam kegiatan keberlanjutan.

Baca Juga:  Habib Rizieq Isi Tausiyah di Maulid Nabi dan Haul Ke-1 Almarhum KH. Helmy Abdul Mubin

“Program ini merupakan bentuk komitmen KAI dalam mendukung pelestarian lingkungan serta pembangunan berkelanjutan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Founder Yugma Foundation sekaligus inisiator Kampung Aren Indonesia di Subang, Suherlan MS, menjelaskan bahwa total 4.000 bibit yang ditanam terdiri dari 2.600 pohon aren, 700 pohon durian, dan 700 pohon alpukat.

Menurutnya, pemilihan komoditas tersebut dilakukan karena memiliki nilai ekologis sekaligus potensi ekonomi jangka panjang bagi masyarakat sekitar.

Untuk menjaga prinsip transparansi dan akuntabilitas program, Yugma Foundation juga mengembangkan sistem pelacakan vegetasi digital melalui aplikasi bernama Aren Tag. Melalui aplikasi ini, setiap pohon yang ditanam memiliki identitas digital sehingga pertumbuhan dan perawatannya dapat dipantau secara berkala.

Baca Juga:  Abu Vulkanik Bukan Sekadar Debu, Kenali Bahaya dan Cara Melindungi Diri

Kawasan penanaman tersebut juga diproyeksikan menjadi Laboratorium Pengembangan Agroforestri Berbasis Pohon Aren. Proyek ini dirancang sebagai pusat pengembangan vegetasi berkelanjutan yang memberi manfaat ekologis dan edukatif dalam jangka panjang.

Program tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Subang yang menargetkan wilayah tersebut menjadi sentra aren di Jawa Barat. Dukungan terhadap program ini juga datang dari Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi.

Dalam pelaksanaannya, Yugma Foundation turut diperkuat oleh tim praktisi dan tenaga ahli serta kemitraan ilmiah dengan sejumlah institusi akademik, di antaranya IPB University dan SEAMEO BIOTROP.

Baca Juga:  Bea Cukai Terancam Dibubarkan, Batas Akhir Bulan September

Sementara itu, manajemen KAI menyebut pemilihan Subang dilakukan karena aksesibilitas kawasan yang memudahkan proses monitoring vegetasi secara berkala dari pusat operasional perusahaan.

Program penghijauan ini menjadi bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim yang berjalan seiring dengan transformasi KAI menuju ekosistem transportasi massal yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Sepanjang periode 2021 hingga 2025, KAI tercatat telah menanam sebanyak 108.008 pohon di berbagai wilayah operasional di Indonesia.

Melalui kolaborasi antara korporasi, komunitas petani, akademisi, dan pemerintah daerah, program ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat berbasis kelestarian lingkungan. (Ted)

Berita Terkait

Akademisi UGM Satyawan Pudyatmoko, Diangkat Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut
Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Saluran Pembayaran Gaji PNS dan Pensiunan
Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian
Kemanag Buka Pengajuan Bantuan Masjid dan Mushola, Ini Syarat dan Jadwalnya
Mendikdasmen Tekankan Peran Pengawas Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan
Kemendikdasmen Susun Skema Siswa Tak Otomatis Naik Kelas, Ini Respons Kemenag
Transformasi Desa: Mengubah Posisi Desa dari Obyek Menjadi Subyek Pembangunan
Kemenag dan Al-Azhar Mesir Sepakati Skema Gelar Ganda

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Akademisi UGM Satyawan Pudyatmoko, Diangkat Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Saluran Pembayaran Gaji PNS dan Pensiunan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Kemanag Buka Pengajuan Bantuan Masjid dan Mushola, Ini Syarat dan Jadwalnya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Mendikdasmen Tekankan Peran Pengawas Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan

Berita Terbaru

Pendidikan

Pemkot Bogor akan Pindahkan Sekolah Rakyat di Kawasan Rancamaya

Minggu, 18 Okt 2026 - 17:49 WIB

Pemerintah

Guru PAUD Kota Bogor dapat Kesejahteraan dan Beasiswa Pendidikan

Sabtu, 17 Okt 2026 - 17:36 WIB