Binanews.id | Bogor — Di tengah derasnya arus budaya populer dan dunia digital, sekelompok siswa sekolah dasar menunjukkan bahwa alat musik tradisional masih mampu memikat generasi muda. Melalui kerja keras dan kekompakan, SD Islam Ibnu Miskawaih (SDIIM) sukses memborong empat penghargaan dalam Kompetisi Angklung se-Bogor Raya.
Ajang yang digelar dalam rangka Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 itu berlangsung meriah di Super Mall Ciplaz Parung, Sabtu (6/6/2026). Berbagai grup angklung dari wilayah Bogor Raya turut ambil bagian dan menampilkan kemampuan terbaik mereka di hadapan dewan juri serta para pengunjung.
Di tengah persaingan tersebut, SDIIM berhasil mencuri perhatian melalui penampilan yang dinilai kompak, kreatif, dan penuh penghayatan. Hasilnya, sekolah tersebut membawa pulang empat piala dari sejumlah kategori bergengsi.
Berdasarkan penilaian dewan juri, SDIIM meraih Juara 3 Tim Angklung Terfavorit, Juara 3 Best Performance, Juara 3 Angklung Kolaborasi Terbaik, serta Juara 2 Angklung Kolaborasi Terbaik.
Prestasi itu tidak hadir secara instan. Latihan yang konsisten di bawah arahan pelatih Afifah Hijriani menjadi bekal penting bagi para siswa untuk tampil percaya diri di atas panggung.
Kepala Sekolah SD Islam Ibnu Miskawaih, Yunita Al Mahdi, S.Th.I., mengaku bangga atas pencapaian para siswanya. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa anak-anak mampu berkembang secara akademik maupun nonakademik ketika diberikan ruang dan pendampingan yang tepat.
“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar SDIIM. Semoga menjadi motivasi bagi siswa untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki,” ujarnya.
Kebahagiaan juga dirasakan para peserta lomba. Salah satunya Harun Rasyid Arrais, siswa kelas 4 yang akrab disapa Array.
Baginya, pengalaman mengikuti kompetisi bukan sekadar soal membawa pulang piala. Kegiatan itu justru menumbuhkan rasa cinta terhadap warisan budaya bangsa.
“Saya bangga dan semakin cinta dengan angklung sebagai seni asli Indonesia,” katanya.
Keberhasilan SDIIM menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya berbicara tentang angka dan nilai rapor. Dari panggung sederhana, anak-anak belajar tentang disiplin, kerja sama, keberanian tampil, sekaligus merawat identitas budaya yang dimiliki bangsanya.
Di tengah perubahan zaman, suara angklung yang dimainkan tangan-tangan kecil itu seolah menyampaikan pesan sederhana: tradisi akan tetap hidup selama ada generasi yang mau mencintai dan menjaganya.









