Binanews. Bogor. Hari ini tepat tanggal 2 mei 2026 merupakan Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang setiap tahun diperingati oleh seluruh rakyat Indonesia, khususnya para pendidik di lembaga pendidikan seperti sekolah, kampus, dan pesantren tentunya mereka berbahagia merayakan hardiknas
sekalipun dalam keheningan namun para pendidik tersebut masih juga terus merasakan keprihatinan dan kesedihan karena sering terdengar isu-isu yang kurang baik dikalangan pendidik. Banyaknya problematika dalam dunia pendidikan di indonesia yang belum tuntas, mulai dari kesejahteraan guru dan dosen belum sesuai harapan, permasalahan kurikulum yang belum pernah ada titik temu, serta permasalahan berbagai kasus yang menimpa peserta didik masih sering terjadi dilingkungan sekolah atau pun kampus.
Bahkan minggu lalu sempat viral di berbagai media pemberitaan nasional terkait wacana pemerintah akan melakukan penutupan program studi atau jurusan yang dianggap sudah tidak relevan dengan zaman sekarang. Polemik tersebut terus bergulir hingga saat ini. Bahkan memancing statemen dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, menegaskan yang akan dilakukan pemerintah justru mengembangkan sesuai kebutuhan dan relevansi, bukan ditutup. Menteri Brian mencontohkan bidang teknik elektro. Di mana saat ini industri memerlukan integrasi teknologi berbasis internet atau internet of things (IoT). Menurut Brian, di negara maju, pembaruan ilmu menjadi hal lumrah untuk dilakukan setiap empat, bahkan dua tahun sekali. Dulu belum ada IoT, sekarang ada IoT. Jadi alih-alih menutup prodi, yang kita dorong adalah bersama-sama dengan perguruan tinggi itu membuat supaya prodi ini meng-update secara berkala relevansi antara apa yang diajarkan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujarnya ditemui di Jakarta, Rabu (29/4/2026). (liputan6.com)
Pembaharuan Ilmu Biasa di Negara Maju
Menurut Brian, ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang juga menghasilkan industri-industri baru. Hal ini harus mendapatkan perhatian lebih dari perguruan tinggi.
Ia melanjutkan, industri-industri baru seperti kecerdasan buatan (AI) juga harus menjadi referensi bagi perguruan tinggi. Tujuannya, agar program studi yang ditawarkan menjadi semakin relevan.
“Sehingga, (perkembangan) industri maupun perkembangan teknologi itu kemudian menjadi referensi bagi setiap program studi yang ada di Indonesia, untuk melakukan terus-menerus perbaikan. Ini yang disebut sebagai continuous improvement,” kata Mendiktisaintek. dilansir dari liputan6.com
Polemik dalam dunia pendidikan masih sering terjadi, dimana perayaan hardiknas setiap tahunnya diperingati, sejatinya hardiknas bukanlah sekedar peringatan simbolis semata bagi para pendidik di seluruh Indonesia melainkan semangat juang yang terus menyala bagi setiap pendidik untuk memberikan kontribusi berharga bagi bangsa dan negara. Namun apalah daya pendidik hanyalah manusia biasa yang tidak diberikan otoritas kewenangan dalam menentukan arah pendidikan bangsa Indonesia mayoritas pendidik di negara ini masih berjuang melawan egonya sendiri untuk menjadi lebih baik secara keilmuan, wawasan, dan tentunya secara materi, mereka tanpa mengenal kata lelah terus setia mendidik putra-putri bangsa di berbagai sekolah hingga ke pelosok nusantara. Negara seharusnya hadir lebih dekat lagi dalam merangkul para pendidik menjalankan tugasnya sebagai guru tanpa tanda jasa, karena dengan tenaga dan pikiran merekalah generasi bangsa dibentuk, diarahkan dan dimodifikasi untuk menjadi generasi bangsa yang setia membangun negaranya.
Selamat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Jayalah Generasi Bangsa dalam menghadapi gegap gempita Dunia.(ted)









